22 Anak Palembang Siap Jadi Penggerak Literasi Sumsel
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 22 anak Palembang disiapkan menjadi penggerak literasi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui program Duta Dongeng, Duta Pustaka, dan Sahabat Baca. Mereka mengemban misi mengajak anak-anak seusianya mencintai buku dan membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Tak hanya mengejar gelar atau prestasi, para peserta akan dibekali pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan di Jakarta dan Bogor pada 3-8 November 2026.
Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani, berharap mereka mampu membawa pulang ilmu yang dapat ditularkan kepada teman sebaya dan anak-anak lainnya.
Pesan tersebut disampaikan Dewi saat menerima serta memberikan motivasi kepada para peserta di Ruang Parameswara Setda Palembang, Senin (2/11/2026).
Ia mengingatkan kesempatan mengikuti pembekalan harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan menambah pengalaman.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan akan lebih berarti apabila tidak berhenti menjadi pengetahuan pribadi.
Para peserta diharapkan mampu membagikannya kepada lingkungan sekitar sehingga semakin banyak anak yang tertarik membaca dan mengenal dunia literasi.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Semoga nanti pulang membawa banyak pengetahuan yang bisa dibagikan kepada teman-teman dan anak-anak lainnya di Kota Palembang dan Sumsel pada umumnya,” pesan Dewi.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan Duta Dongeng, Duta Pustaka, dan Sahabat Baca Anak Sumsel. Program ini diarahkan untuk melahirkan anak-anak yang tidak hanya memiliki ketertarikan terhadap literasi, tetapi juga mampu mengajak orang lain melakukan hal serupa.
Pembina Kelas Pendongeng Cilik sekaligus Ketua Kampung Dongeng Sumatera Selatan, Ninuk Sundari, mengatakan, 22 peserta yang diberangkatkan merupakan anak-anak pilihan. Mereka telah melewati proses seleksi serta mendapatkan pembinaan dan pengenalan mengenai dunia literasi.
Menurut Ninuk, capaian program ini tidak semestinya hanya dilihat dari hasil perlombaan atau penghargaan yang mungkin diperoleh peserta. Hal yang lebih penting adalah bagaimana mereka dapat menjalankan peran sebagai edukator sebaya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Di Sumsel, kegiatan ini bukan hanya tentang lomba. Kita ingin anak-anak yang terpilih ini menjadi pencerah bagi teman-teman sebayanya. Mereka diharapkan bisa menjadi edukator sekaligus role model dalam mengajak anak-anak lain untuk gemar membaca dan mencintai literasi,” jelasnya.
Selama enam hari, para peserta akan mengikuti sejumlah agenda edukatif di Jakarta dan Bogor. Rangkaian kegiatan pada 3-8 November 2026 tersebut meliputi pembekalan, kunjungan museum, hingga kunjungan ke Kampung Dongeng di Jakarta.
Berbagai agenda itu diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal lebih jauh praktik pengembangan literasi anak. Pengetahuan yang diperoleh nantinya menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan membaca, bercerita, dan mengenalkan buku kepada teman-teman mereka.
Ninuk juga mengapresiasi dukungan Bunda Literasi Kota Palembang yang telah memberikan motivasi sebelum keberangkatan.
Menurutnya, perhatian dan dorongan tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menjalankan tanggung jawab yang mereka emban.
Dengan bekal pembinaan dan pengalaman yang diperoleh, 22 anak tersebut diharapkan tidak hanya pulang membawa cerita tentang perjalanan ke Jakarta dan Bogor.
Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menghadirkan gerakan kecil di lingkungan masing-masing agar budaya membaca semakin tumbuh di kalangan anak-anak Sumsel. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
