Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kuliner Halal Indonesia Makin Kuat, 43 Negara Jadi Peluang

Kuliner Halal Indonesia Makin Kuat, 43 Negara Jadi Peluang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 12 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kuliner halal Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pasar internasional. Dengan cakupan perjanjian pengakuan halal di 43 negara dan posisi ketiga dunia pada sektor makanan halal, Indonesia memiliki modal untuk mendorong produk kuliner lokal bersaing di pasar global. Namun, peluang tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas produk, produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemenuhan standar yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, hingga 14 Oktober 2026, Indonesia memiliki 123 perjanjian pengakuan halal (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang mencakup 43 negara. Sementara itu, laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia pada sektor makanan halal, naik satu peringkat dibandingkan periode sebelumnya.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi industri makanan halal Indonesia. Selain didukung pasar domestik yang luas, Indonesia memiliki kekayaan kuliner Nusantara, keragaman bahan baku lokal, serta karakter rasa yang dapat menjadi keunggulan dalam mengembangkan produk bernilai tambah.

Meski demikian, pengakuan halal lintas negara bukan berarti seluruh produk otomatis dapat dipasarkan tanpa persyaratan tambahan. Pelaku usaha tetap perlu memperhatikan regulasi pangan, keamanan produk, pelabelan, distribusi, dan ketentuan lain di pasar tujuan.

Kuliner Halal Indonesia Punya Modal Menembus Pasar Global

Kekuatan kuliner halal Indonesia tidak hanya terletak pada status kehalalan produk, tetapi juga pada keragaman makanan khas daerah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kompetitif. Berbagai olahan rempah, makanan tradisional, hingga inovasi berbasis bahan baku lokal dapat menjadi identitas yang membedakan produk Indonesia dari pesaing internasional.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pelaku usaha perlu menjaga konsistensi rasa, kualitas bahan baku, kebersihan proses produksi, dan keamanan pangan. Aspek kemasan, daya simpan, serta informasi produk juga perlu diperhatikan agar produk mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Bagi UMKM, peningkatan kapasitas produksi menjadi tantangan tersendiri. Produk yang diminati di pasar lokal perlu didukung proses produksi yang terukur agar kualitas tetap terjaga ketika permintaan meningkat. Standardisasi produksi dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Sertifikasi Halal Memperkuat Kepercayaan Konsumen

Sertifikasi halal menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan industri kuliner halal. Pemenuhan standar halal membantu memberikan kepastian kepada konsumen sekaligus mendukung kredibilitas produk di tengah persaingan industri makanan.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menekankan halal tidak semestinya dipandang sebagai pembatasan, melainkan sebagai kesadaran yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan halal sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri yang mengutamakan transparansi, kualitas, dan kepercayaan. Namun, sertifikasi halal tetap perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan standar keamanan pangan dan persyaratan pasar lainnya.

Bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jangkauan pemasaran, pemahaman terhadap mekanisme pengakuan halal dan aturan negara tujuan juga penting agar proses pengembangan pasar berjalan lebih terarah.

Kompetensi Juru Masak Jadi Kunci Inovasi

Pengembangan kuliner halal membutuhkan sumber daya manusia yang memahami standar halal sekaligus memiliki keterampilan dalam pengolahan makanan. Kompetensi juru masak berperan dalam menjaga kualitas, mengembangkan menu, dan memastikan proses pengolahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Presiden Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI), Adie Miartadi, menyampaikan bahwa juru masak yang memahami standar halal memiliki peran strategis dalam menjaga mutu, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing industri kuliner.

Penguatan kompetensi tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan menu berbasis bahan baku lokal yang tetap mempertahankan karakter kuliner Nusantara. Inovasi juga dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen tanpa menghilangkan keunikan rasa dan identitas daerah.

Selain meningkatkan kualitas produk, pengembangan sumber daya manusia dapat mendukung pertumbuhan usaha dan membuka peluang kerja di sektor kuliner.

Bank Indonesia Dorong Produktivitas UMKM Halal

Bank Indonesia mendukung penguatan UMKM makanan dan minuman halal melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia. Program ini antara lain memberikan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat jejaring bisnis.

Dukungan tersebut sejalan dengan penyelenggaraan International Halal Chef Competition (IN2HCC) dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 14 Oktober 2026.

Ajang tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan juru masak halal profesional dan pelaku industri kuliner dari berbagai negara. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa Nusantara, mendorong inovasi kuliner halal, serta meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengutip laman resmi bank indonesia menyampaikan pentingnya penguatan produktivitas UMKM, konsistensi mutu, dan akses pasar internasional untuk meningkatkan daya saing kuliner halal Indonesia.

Rangkaian ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JICC, Jakarta. Masyarakat juga dapat mengunjungi area Halalicious yang menyajikan ratusan menu makanan dan minuman halal dari berbagai daerah di Indonesia.

Digitalisasi dan Identitas Produk Perlu Diperkuat

Peluang pasar internasional perlu didukung ekosistem usaha yang terintegrasi. Ketersediaan bahan baku halal berkualitas, kemampuan menjaga mutu, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan identitas merek merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha.

Melalui kanal digital, UMKM dapat memperkenalkan produk, menjangkau calon pembeli, dan membangun jejaring bisnis. Namun, pemasaran yang luas perlu diimbangi dengan kesiapan produksi dan distribusi agar pelaku usaha mampu memenuhi permintaan secara konsisten.

Identitas produk juga menjadi faktor penting. Keunikan bahan baku lokal, cerita di balik makanan khas daerah, dan kualitas yang terjaga dapat membantu produk kuliner Indonesia membangun daya tarik di pasar yang kompetitif.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, pelaku usaha, komunitas kuliner, dan mitra internasional diperlukan untuk mendukung proses tersebut. Dengan ekosistem yang semakin kuat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah produknya.

Peluang 43 Negara Perlu Diikuti Kesiapan Ekspor

Cakupan perjanjian pengakuan halal di 43 negara dan posisi ketiga dunia pada sektor makanan halal menjadi modal penting bagi pengembangan kuliner halal Indonesia. Namun, capaian tersebut perlu diterjemahkan menjadi pertumbuhan usaha yang nyata.

Pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas produk, memahami kebutuhan konsumen, memperkuat merek, dan memastikan kesiapan memenuhi persyaratan di negara tujuan. Di sisi lain, pendampingan, akses pembiayaan, teknologi, dan jaringan distribusi dapat membantu UMKM menghadapi tantangan ketika memperluas pasar.

Keberhasilan industri kuliner halal tidak cukup diukur dari peringkat global atau luasnya cakupan pengakuan halal. Pertumbuhan penjualan, peningkatan produktivitas, terbukanya lapangan kerja, dan kemampuan produk lokal mempertahankan daya saing dalam jangka panjang juga menjadi ukuran penting.

Dengan menggabungkan kekayaan kuliner Nusantara, jaminan halal, inovasi, dan peningkatan kualitas, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam industri makanan halal dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM sehingga kuliner halal Indonesia tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena kualitas dan daya saingnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati : Gotong-Royong Kunci Wujudkan Banyuasin Bangkit, Adil & Sejahtera  

    Bupati : Gotong-Royong Kunci Wujudkan Banyuasin Bangkit, Adil & Sejahtera  

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani, SH, MH melaunching Jalan Poros Desa Karang Anyar,  Kec. Muara Padang, kemarin. Peresmian tersebut DPRD, Dinas dan seluruh Kepala Desa dan Camat Muara Padang dan ditandai dengan pemotongan. Pembangunan Jalan Trans Muara Padang, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin ini diperkirakan menelan dana kurang lebih Rp80,7 miliar. Askolani mengatakan pembangunan jalan poros […]

  • Sumsel Rawan Akan Bencana, Sekda Harapkan Gema Keadilan Dapat Berikan Edukasi Untuk Menimalisir Bencana

    Sumsel Rawan Akan Bencana, Sekda Harapkan Gema Keadilan Dapat Berikan Edukasi Untuk Menimalisir Bencana

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumsel SA Supriono membuka langsung Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gema Keadilan Sumsel di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (19/2). Pada kesempatan itu, Supriono berharap agar Gema Keadilan Sumsel dapat meningkatkan perannya dalam mendorong kemajuan daerah. “Pemerintah mengapresiasi setiap langkah yang telah dilakukan Gema Keadilan. Saya harap Gema terus membuat […]

  • Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Sepuluh Destinasi Wisata  Ditata Secara Khusus

    Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Sepuluh Destinasi Wisata Ditata Secara Khusus

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.564
    • 0Komentar

    PENATAAN Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) mendapat perhatian khusus Pemerintah. Total ada 10 KSPN yang menjadi prioritas, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Borobudur (Jawa Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Kelayang (Bangka-Belitung), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Morotai (Maluku Utara), Manado-Likupang-Bitung (Sulawesi Utara), dan Raja Ampat (Papua Barat). Dilansir […]

  • TP PKK Keliling Desa di Sumsel, Ini Manfaatnya

    TP PKK Keliling Desa di Sumsel, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    MELANJUTKAN kembali rangkaian kunjungan kerja TP. PKK Sumsel ke PKK kabupaten/kota, memasuki putaran ke-2 kali ini, TP PKK Sumsel dipimpin langsung Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melaksanakan kunjungan kerja ke PKK kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) pada Kamis (5/9) pagi tepatnya di Desa Batumarta 1 Kecamatan Lubuk Raja, disambut langsung oleh […]

  • Ibu Tuna Netra & Suaminya yang Sedang Sakit Asal Lais Ini Peroleh Bantuan dari Baznas Muba

    Ibu Tuna Netra & Suaminya yang Sedang Sakit Asal Lais Ini Peroleh Bantuan dari Baznas Muba

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

      YAYAN Haryanto dan istrinya Susi tak menyangka mendapat rezeki cuma-cuma berupa sembako dan uang Rp1 juta dari Baznas Muba. Kedua pasangan ini terharu. Maklum pasangan yang Dusun 5 Desa Lais Kecamatan Lais ini merupakan keluarga yang kurang mampu, apalagi Susi seorang tuna netra yang kondisinya tengah hamil sementara Yayan dalam keadaan sakit-sakitan. Melalui Asisten […]

  • Kepala BNPB Tanam Butun dan Palaka Guna Perkuat Mitigasi Berbasis Vegetasi di Selatan Jawa, Demi Tahan Abrasi

    Kepala BNPB Tanam Butun dan Palaka Guna Perkuat Mitigasi Berbasis Vegetasi di Selatan Jawa, Demi Tahan Abrasi

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

      DALAM rangka penguatan mitigasi bencana gempabumi dan tsunami berbasis vegetasi di wilayah Pesisir Selatan Jawa Tengah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo melakukan penanaman bibit pohon di Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4). Adapun bibit pohon yang ditanam meliputi jenis tanaman […]

expand_less
WordPress Archive FacetWP – Alphabetical Listing FacetWP | Beaver Builder Integration FacetWP | Bookings Integration FacetWP | Caching FacetWP | Color FacetWP – Conditional Logic FacetWP – Elementor Integration FacetWP – Flatsome Integration FacetWP – Flyout FacetWP | Hierarchy Select