Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Beras 5 Kg Rp57 Ribu, Pasar Murah Palembang Belum Cukup?

Beras 5 Kg Rp57 Ribu, Pasar Murah Palembang Belum Cukup?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 33 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERAS SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp57.000 dalam kegiatan pasar murah Pemerintah Kota Palembang di Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Senin (12/10/2026). Harga tersebut menjadi angin segar bagi warga yang ingin menekan pengeluaran rumah tangga.

Namun, program membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok lebih terjangkau, itu, apakah sudah cukup menjaga daya beli warga dalam jangka panjang?

Untuk keluarga dengan penghasilan terbatas, selisih harga kebutuhan pokok bukan perkara sepele. Beras, minyak goreng, telur, dan tepung merupakan kebutuhan yang dibeli berulang kali.

Ketika pengeluaran untuk bahan pangan menyerap sebagian besar pendapatan, setiap kenaikan harga dapat memaksa rumah tangga mengurangi belanja kebutuhan lainnya.

Memang, pasar murah patut diapresiasi. Program ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang telah ditetapkan lebih terjangkau. Akan tetapi, keberhasilannya seharusnya tidak hanya diukur dari ramainya warga yang datang atau banyaknya barang yang terjual.

Pemerintah juga perlu memastikan apakah bantuan tersebut menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan, apakah persediaannya memadai, dan apakah harga kebutuhan pokok di pasar tetap terkendali setelah kegiatan selesai.

Dalam kegiatan di Lebong Gajah, beras SPHP kemasan 5 kilogram ditawarkan seharga Rp57.000 dan Minyak Kita kemasan 1 liter Rp14.500. Telur ayam dijual Rp23.000, tepung terigu Rp10.000, sedangkan daging sapi Rp147.000.

Dinas Perdagangan Kota Palembang menyiapkan 400 kemasan beras ukuran 5 kilogram dan 400 kemasan minyak goreng ukuran 1 liter dalam kegiatan tersebut.

Jumlah itu tentu memberi manfaat bagi warga yang berhasil mendapatkan barang. Namun, ketersediaan yang terbatas juga membuat pemerintah perlu mengevaluasi kecukupan pasokan dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang ingin berbelanja.

Jangan sampai program yang bertujuan membantu warga hanya dirasakan sebagian orang karena keterbatasan stok, sementara warga lainnya masih harus memenuhi kebutuhan di pasar dengan harga yang berbeda.

Persoalannya bukan berarti pasar murah tidak efektif. Justru, agar manfaatnya semakin besar, pemerintah perlu memiliki data yang jelas mengenai jumlah penerima manfaat, komoditas paling dibutuhkan, dan wilayah yang paling memerlukan intervensi harga.

Dengan data tersebut, pelaksanaan pasar murah berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti jadwal kegiatan.

Jangan Berhenti pada Pasar Murah

Kepala Seksi Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani, S.H., mengatakan kegiatan pasar murah ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga merupakan bagian dari upaya menjalankan program Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam.

Tujuan tersebut penting, terutama ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, upaya menjaga daya beli tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan yang berlangsung di lokasi dan waktu tertentu.

Pemerintah perlu memastikan pemantauan harga berjalan secara rutin di pasar tradisional maupun saluran distribusi lainnya. Jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan, penyebabnya harus ditelusuri. Apakah pasokan berkurang, distribusi terkendala, biaya angkut meningkat, atau ada faktor lain yang memengaruhi harga?

Jawaban atas pertanyaan itu menentukan kebijakan yang tepat. Jika masalahnya berada pada distribusi, perbaikan jalur pasokan perlu diprioritaskan. Jika ketersediaan barang menjadi kendala, koordinasi dengan pemasok dan daerah penghasil perlu diperkuat. Sementara itu, pengawasan pasar tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi harga yang transparan.

Pasar murah dapat menjadi salah satu instrumen untuk menahan tekanan pengeluaran warga. Namun, kebijakan yang lebih menyeluruh diperlukan agar keterjangkauan bahan pokok tidak hanya hadir saat kegiatan berlangsung.

Manfaat langsung pasar murah dirasakan Sayuti (47), warga yang datang lebih awal untuk mengantre beras dan minyak goreng. Ia menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palembang.

Harapan Sayuti mengambarkan program tersebut dibutuhkan masyarakat. Bagi warga, kebijakan pemerintah tidak hanya dinilai dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, harapan agar pasar murah berlanjut sebaiknya dijawab dengan pelaksanaan yang semakin tepat sasaran. Pemerintah dapat mengevaluasi lokasi kegiatan berdasarkan kebutuhan warga, mengumumkan jadwal dan ketersediaan barang secara jelas, serta memantau harga komoditas sebelum dan sesudah pasar murah digelar.

Pemerintah Kota Palembang menjadwalkan kegiatan serupa pada 13 Oktober di Kecamatan Sako, 14 Oktober di Kecamatan Sukarami, dan 15 Oktober di Kecamatan Ilir Barat I. Rangkaian ini menjadi kesempatan untuk mengukur apakah pelaksanaan pasar murah mampu menjangkau kebutuhan warga di berbagai wilayah.

Evaluasi tersebut juga penting untuk menentukan komoditas mana yang paling dibutuhkan dan apakah jumlah persediaan yang disiapkan telah sesuai dengan permintaan masyarakat.

Pasar murah tak hanya tempat warga mendapatkan beras dengan harga Rp57.000 per 5 kilogram. Program ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap bahan pokok yang terjangkau.

Namun, keberhasilan yang sesungguhnya tidak berhenti ketika barang habis terjual atau antrean warga terurai. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat semakin mudah memenuhi kebutuhan pokok, apakah harga tetap terpantau, dan apakah kebijakan pemerintah mampu memberikan perlindungan yang berkelanjutan bagi daya beli warga.

Pasar murah layak dilanjutkan. Tetapi, yang lebih penting, manfaatnya harus diperluas dan pengendalian harga harus berjalan di luar kegiatan tersebut. Sebab, kebutuhan makan warga berlangsung setiap hari, dan harga juga bisa berubah dan naik setiap harinya, bukan hanya ketika pasar murah dibuka. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Kloter,  Hari Ini Jamaah Calon Haji Berangkat ke Arab Saudi

    Tujuh Kloter, Hari Ini Jamaah Calon Haji Berangkat ke Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 477
    • 0Komentar

    FASE pemberangkatan jemaah haji Indonesia 1443 Hijriah/2022 Masehi dimulai hari ini, Sabtu (04/06/2022). Total jemaah haji yang diberangkatkan adalah 2.776 jemaah yang tergabung dalam 7 kloter dari 5 embarkasi dan jemaah dari berbagai provinsi itu terbang menuju Arab Saudi. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat melepas 393 jemaah kloter pertama Embarkasi Jakarta – Pondok […]

  • Sah.. Rafael William Struick dan Ivar Jenner jadi WNI, Asa Erick  Timnas Kian Kompetitif

    Sah.. Rafael William Struick dan Ivar Jenner jadi WNI, Asa Erick  Timnas Kian Kompetitif

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.174
    • 0Komentar

    Erick mengatakan Jenner yang saat ini membela FC Utrecht II dan Struick di ADO Denhaag, Belanda, memiliki komitmen penuh untuk membela Indonesia. “Alhamdulillah Struick dan Jenner sudah menjalani prosesi pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta hari ini,” ujar Erick di sela-sela proses kerja sama dengan Federasi Sepakbola Jepang (JFA) di Tokyo, Jepang, Senin […]

  • Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Manta Presiden RI ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlihat dalam acara detik-detik Peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia (RI) ke -73 di  Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Terlihat mantan presiden RI ke-3 BJ Habibie dan istri mantan presiden RI ke-4 (Gus Dur)  ikut menghadiri acara tersebut. Habibie menggunakan pakaian […]

  • Jika Menang Pilres 2024, Pengamat nilai Prabowo-Gibran berpotensi tersandra kaum oligarki

    Jika Menang Pilres 2024, Pengamat nilai Prabowo-Gibran berpotensi tersandra kaum oligarki

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Pasangan Presiden /wakil presiden urut 2, Prabowo-Gibran jika memenangi Pilres 2024 dinilai memiliki potensi paling besar yang menjadi representasi dari kekuatan oligarki dan menjadi pelindung dari operasi oligarki. Pendapat itu disampaikan Analis politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman. Menurutnya potensi itu besar lantaran Prabowo-Gibran paling banyak disokong pebisnis besar.   “Dilihat […]

  • Lantik 274 CPNS, Sekda OKI Pesan Integritas & Budaya Kerja ASN BerAkHLak,” “Selamat Bergabung jadi Abdi Negara”

    Lantik 274 CPNS, Sekda OKI Pesan Integritas & Budaya Kerja ASN BerAkHLak,” “Selamat Bergabung jadi Abdi Negara”

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    SEBANYAK 274 orang CPNS formasi tahun 2021 dilingkungan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] resmi dilantik Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S.Pd., MM., M.Pd. Dalam arahannya, Sekda Husin mengingatkan kepada para CPNS yang baru dilantik tentang pentingnya integritas dan budaya kerja ASN yang disebut dengan BerAKHLAK (Berorientasi pada pelayanan, Akuntabel, Kompeten, […]

  • Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    Jialyka Maharani Nilai Kaum Muda Itu Aset Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.319
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kaum muda, adalah aset penting bagi bangsa dan negara ini, baik dalam setiap proses pembangunan suatu negara dan merupakan pilar -pilar bangsa yang kokoh, untuk membentuk karakter bangsa. Berangkat dari potensi inilah, Jialyka Maharani, menilai kaum muda harus memiliki tempat atau saran yang bisa menyalurkan adrenalin dan kratifitasnya, di masa – masa […]

expand_less
WordPress Archive Multi Hospital – Hospital Management System Multi Host | WHMCS Hosting Multi Language Add-on for BookPro Plugin Multi-Page Forms for NEX-Forms Multi Salon, Individual Appointments Booking System Full App Solution Flutter / Laravel / Angular Multi Style AngularJS Responsive Admin Template | mAdmin Multi Vendor Coupon Marketplace Plugin for WooCommerce Multi Vendor Daily Deals Plugin for WooCommerce Multi-Vendor SMS Notification for WooCommerce Multicon – Multi-Purpose Construction Industry Theme