Palembang Terus Berubah, 7 Orang Ini Ditugasi Jaga Jejak Sejarahnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kota Palembang terus mengalami perubahan pastinya dalam setiap tahun akibat dari pembangunan, sehingga membuat wajah kota makin berkembang, tetapi di tengah perubahan itu ada jejak masa lalu yang tak boleh ikut lenyap.
Oleh sebab itulah, tujuh orang kini mendapat tugas khusus untuk ikut menjaga warisan sejarah Palembang.
Mereka adalah anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang periode 2026-2029 yang resmi dilantik Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Kamis (8/10/2026) pagi.
Sementara versi Pemkot Palembang, keberadaan TACB tak hanya urusan mempertahankan bangunan-bangunan lama. Lebih jauh, tim ini memiliki peran dalam melihat, mengkaji, dan menjaga berbagai peninggalan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah serta kebudayaan kota.
Ratu Dewa mengatakan, cagar budaya memiliki cakupan yang luas, oleh karena itu, keberadaan TACB dinilai penting untuk memastikan pembangunan kota tetap berjalan tanpa membuat identitas Palembang tersisih.
“Kalau kita berbicara tentang cagar budaya, cakupannya sangat luas. Bukan hanya bangunan, tetapi juga banyak hal yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan,” kata Ratu Dewa.
Menurutnya, perkembangan kota dan pelestarian sejarah seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling berlawanan.
Sejak dirinya menjabat Sekda Kota Palembang hingga sekarang, Ratu Dewa berharap komitmen terhadap pelestarian tersebut terus dijaga. Dukungan dari legislatif juga dinilai diperlukan agar pembangunan tetap memiliki pijakan pada sejarah kota.
“Dari awal saya menjabat Sekda Kota Palembang sampai sekarang, saya berharap komitmen ini terus dijaga. Termasuk dukungan dari legislatif, karena cerminan Palembang sebagai kota tua harus kita rawat dan kita kembangkan,” ujarnya.
Palembang boleh tumbuh menjadi kota modern, tetapi tidak dengan mengorbankan identitas yang sudah terbentuk selama ratusan tahun. “Palembang harus terus berkembang, tetapi sejarah dan warisan budayanya jangan sampai hilang,” tegas Ratu Dewa.
Bukan Cuma Soal Bangunan Tua
Tantangan menjaga sejarah Palembang juga tidak sesederhana mempertahankan bangunan lama agar tetap berdiri.
Ketua TACB Kota Palembang, Febri Irwansyah, mengatakan tim yang dipimpinnya akan bekerja berdasarkan kajian dan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas ini secara profesional dan objektif berdasarkan kajian-kajian yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Febri.
Menurut Febri, Palembang memiliki warisan dari berbagai lapisan sejarah. Jejak tersebut antara lain berasal dari masa Kesultanan Palembang, periode kolonial, hingga masa setelahnya.
Warisan itu tidak hanya penting, karena bentuk fisiknya. Bangunan dan kawasan bersejarah juga menjadi penanda bagaimana Palembang tumbuh dan berubah dari satu masa ke masa berikutnya.
“Palembang memiliki berbagai peninggalan dari masa Kesultanan Palembang, masa kolonial, hingga periode setelahnya. Bangunan dan kawasan tersebut mencerminkan perjalanan sejarah kota dan perlu dilestarikan,” katanya.
Apalagi TACB tidak ingin bekerja sendiri. Pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, akademisi, dan masyarakat akan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan tersebut.
Febri berharap amanah yang diberikan kepada tujuh anggota TACB periode 2026-2029 dapat dijalankan dengan baik, terutama ketika pembangunan kota terus berlangsung.
“Doakan kami agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Kami ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi identitas Palembang sebagai kota pusaka juga tetap terjaga,” tutup Febri.
Ini Tujuh Orang yang Bertugas
Tujuh anggota TACB Kota Palembang periode 2026-2029 yang dilantik terdiri dari Febri Irwansyah sebagai Ketua dan Dr. Kemas Abdul Rachman Panji, S.Pd., M.Si. sebagai Sekretaris.
Lima anggota lainnya yakni Sylvia Yolanda, Y.ST., M.M., Dr. Jumanah, S.H., M.H., Wanda Lesmana, S.Pd., M.Pd., Nyimas Ulfah Aryeni, S.S., M.Si., dan Hidayatul Fikri, S.T.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M. Fauwaz Diradja, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Sumatera Selatan Romi Hidayat, serta Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.
Kini, tujuh anggota tersebut memiliki pekerjaan yang tidak ringan, yaitu membantu menentukan dan menjaga warisan apa saja yang tetap memiliki tempat di tengah Palembang yang terus berubah.
Sebab kota yang berkembang bukan hanya soal bangunan baru yang berdiri, tetapi juga tentang sejarah yang tetap bisa dikenali oleh generasi setelahnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
