Pulang Umrah Tak Harus Langsung ke Indonesia, Yordania Buka Peluang Ini
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan jemaah Indonesia setelah menunaikan ibadah umrah berpeluang memiliki satu persinggahan baru, pasalnya Yordania tengah membuka peluang agar jemaah asal Indonesia dapat singgah dan menikmati berbagai destinasi wisata di negara tersebut sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air.
Rencana itu sedang dibahas Pemerintah Indonesia bersama Yordania. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah kemungkinan kerja sama yang memungkinkan perjalanan wisata jemaah Indonesia dilakukan sebelum maupun setelah menjalankan ibadah haji dan umrah.
Pembahasan mengemuka saat Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Selasa (6/10/2026) pagi.
Usulan kerja sama itu sebenarnya sudah disampaikan pihak Yordania kepada Kemenhaj sebelumnya. Pertemuan kali ini menjadi lanjutan untuk membicarakan lebih jauh bentuk kerja sama yang nantinya dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Irfan mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan pilihan perjalanan tambahan bagi jemaah Indonesia yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Perjanjian MoU ini berkaitan dengan perjalanan wisata bagi jemaah, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah haji dan umrah,” ujar Irfan melansir dilaman resmi haji.
Menurut dia, keberadaan Yordania sebagai salah satu pilihan persinggahan dapat memberikan alternatif bagi jemaah yang ingin menambah pengalaman perjalanan setelah atau sebelum berada di Tanah Suci.
Namun, kerja sama yang dibahas tidak hanya diarahkan untuk membawa jemaah Indonesia ke Yordania. Pemerintah juga ingin hubungan tersebut memberikan keuntungan bagi kedua negara.
Kemenhaj berharap warga negara Yordania nantinya turut tertarik datang ke Indonesia dan menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Tanah Air.
“Selain itu, kami berharap wisatawan dari Jordania pun tertarik berkunjung ke Indonesia. Jadi ada kerja sama timbal balik,” kata Irfan.
Dengan konsep tersebut, hubungan Indonesia dan Yordania tidak berhenti pada urusan perjalanan jemaah. Ada peluang untuk mengembangkan arus kunjungan wisata dua arah, dengan jemaah Indonesia mendapat kesempatan singgah di Yordania, sementara wisatawan Yordania diarahkan mengenal destinasi di Indonesia.
Meski demikian, rencana tersebut masih berada dalam tahap pembahasan. Pemerintah kedua negara perlu merumuskan kerja sama secara lebih rinci sebelum MoU dapat direalisasikan.
Kemenhaj memastikan pembahasan akan diarahkan agar kerja sama tersebut tidak hanya menarik dari sisi perjalanan wisata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Yordania. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
