Mata Jadi Tumpuan Hidup, BSB Gelar Operasi Gratis hingga Desember
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bank Sumsel Babel (BSB) menggelar program operasi mata gratis bagi masyarakat Sumatera Selatan hingga Desember 2026. Program tersebut didukung dana CSR sebesar Rp350 juta dan dilaksanakan melalui Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) “Binar” Provinsi Sumsel.
Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan penglihatan, termasuk kelompok pekerja harian seperti guru ngaji dan buruh yang mengandalkan penglihatan untuk beraktivitas dan mencari nafkah.
Pelaksanaan program secara resmi berlangsung di RSKMM “Binar” Provinsi Sumsel, Selasa (29/9/2026). Pada tahap awal, pasien yang mendapat tindakan berasal dari Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Palembang.
Layanan tersebut tidak hanya diarahkan bagi masyarakat yang sudah berada di rumah sakit. Upaya menemukan pasien juga dilakukan dengan pendekatan jemput bola ke lapangan.
Direktur RSKMM “Binar” Provinsi Sumsel, dr. Lady Kavotiner, Sp.M., M.A.R.S., FISQua, mengatakan pihaknya siap menjalankan pola pelayanan tersebut agar masyarakat yang membutuhkan penanganan mata dapat lebih mudah memperoleh layanan.
“Operasi mata gratis ini terbuka luas untuk seluruh masyarakat Sumsel hingga Desember 2026,” ujar dr. Lady.
Sementara itu, Pemprov Sumsel menegaskan layanan operasi dalam program tersebut diberikan tanpa biaya. Masyarakat dapat menjalani proses mulai dari diagnosis di daerah hingga tindakan operasi di RSKMM “Binar”.
“Mulai dari diagnosa di daerah hingga tindakan di sini, semuanya tanpa biaya. Kuota ini terbuka sampai Desember, jangan sampai tidak habis dimanfaatkan masyarakat,” tegas Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang menggantungkan aktivitas dan penghasilan dari kemampuan melihat. Guru ngaji, buruh, serta pekerja harian menjadi bagian dari kelompok yang dinilai membutuhkan akses layanan tersebut.
Bagi mereka, gangguan penglihatan dapat langsung berdampak pada pekerjaan sehari-hari.
Selain memperluas akses operasi, pesan lain yang ditekankan dalam program ini adalah perubahan pola pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan didorong untuk menghadirkan layanan yang lebih ramah dan humanis sehingga masyarakat semakin percaya mendapatkan pengobatan di daerah sendiri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Pelita Sumsel, kependekan dari Program Pencegahan Kebutaan Akibat Penyakit Mata pada Masyarakat Sumsel.
Pelita Sumsel diarahkan menjadi program pencegahan yang berkelanjutan untuk menekan risiko kebutaan akibat penyakit mata di tengah masyarakat.
Dengan operasi gratis yang dibuka hingga Desember 2026 dan program pencegahan yang terus dilanjutkan, layanan kesehatan mata di Sumsel diarahkan tidak berhenti pada penanganan pasien, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan di masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
