Hujan Guyur Kalidoni Palembang, Anak-anak Langsung Teriak “Horee!”
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : st
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hujan mengguyur kawasan Kalidoni, Palembang, Minggu (20/9/2026) siang. Guyuran air yang mulai turun sekitar pukul 14.24 WIB itu langsung disambut riang sejumlah anak-anak yang berada di kawasan Perumahan Pesona Harapan.
“Horee, hujan turun! Enak!” teriak anak-anak berusia sekitar 10 tahun yang sedang duduk di bangku bawah pohon di pinggir jalan depan rumah warga.
Hujan dengan intensitas sedang itu membasahi jalan, rumput dan pepohonan di sekitar Perumahan Pesona Harapan termasuk kawasan Blok C1 Perumahan Pesona Harapan Jaya I, RT 50, Kalidoni, Palembang.
Suasana pun seketika berubah. Suara air yang menghantam atap rumah terdengar cukup keras, berpadu dengan suara pepohonan yang bergoyang diterpa angin.
Bagi warga sekitar, turunnya hujan membawa perubahan yang langsung terasa. Jalan yang sebelumnya kering menjadi basah, debu yang bertebaran mulai reda, sementara tanaman dan pepohonan tampak lebih segar.
Seorang kurir paket yang tengah mengantarkan barang ke kawasan perumahan ikut mengaku bersyukur dengan turunnya hujan.
Menurutnya, hujan memang tidak berlangsung lama, tetapi cukup membuat udara di sekitar permukiman terasa lebih segar.
“Anugerah hujan. Meski sebentar derasnya, bisa bikin udara jadi segar lagi dan debu tidak bertebaran,” ujarnya.
Hujan sempat turun cukup deras selama beberapa menit. Air terus membasahi lingkungan perumahan, sementara anak-anak masih menikmati suasana dari bawah pohon di pinggir jalan.
Memasuki pukul 14.45 WIB, intensitas hujan mulai menurun. Guyuran yang sebelumnya terdengar jelas di atas atap rumah perlahan berubah menjadi gerimis.
Suara hujan pun semakin pelan hingga akhirnya nyaris tidak terdengar.
Meski berlangsung singkat, hujan tersebut membuat kondisi lingkungan sekitar berubah. Debu tidak lagi beterbangan, jalan menjadi basah dan tanaman terlihat lebih segar setelah terkena air.
Turunnya hujan pada Minggu siang itu juga menjadi momen sederhana yang disambut gembira warga. Terutama anak-anak yang spontan meneriakkan “horee” ketika air mulai membasahi kawasan tempat mereka tinggal.
Hujan kemudian mereda, tetapi kesejukan dan suasana segar yang ditinggalkannya masih terasa di lingkungan Perumahan Pesona Harapan dan sekitarnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
