Angkutan Batubara Mulai Dipisah dari Jalan Umum, Proyek Jembatan dan Flyover Dibangun di Muara Enim
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 38 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

fotp :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penataan jalur angkutan batubara mulai mendapat langkah konkret di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) menyusul PT Manambang Muara Enim (MME) memulai pembangunan jembatan dan flyover ditujukan guna memisahkan jalur kendaraan batubara dari jalan umum.
Pembangunan tersebut ditandai dengan groundbreaking pada Rabu (26/8/2026). Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membuat aktivitas pengangkutan batubara lebih tertib sekaligus mengurangi persinggungan dengan mobilitas masyarakat.
Pemisahan jalur menjadi penting, karena kendaraan angkutan batubara dan pengguna jalan umum selama ini berada dalam ruang lalu lintas yang sama. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan warga sekaligus menimbulkan persoalan di lapangan.
Pembangunan jembatan dan flyover diarahkan bukan hanya untuk menunjang kegiatan transportasi perusahaan.
Infrastruktur itu juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan terkendali.
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengapresiasi langkah PT MME yang mulai merealisasikan pembangunan tersebut.
Menurutnya, pemisahan jalur dapat membantu mengurangi potensi konflik antara kendaraan pengangkut batubara dan aktivitas masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap pembangunan ini ikut memperkuat penataan aktivitas pertambangan, terutama dari sisi transportasi. Dengan jalur yang lebih terarah, pergerakan angkutan batubara diharapkan tidak lagi terlalu mengganggu arus kendaraan di jalan umum.
Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga menyambut baik inisiatif tersebut. Pemisahan jalan umum dengan jalur transportasi batubara dinilai sangat dibutuhkan untuk menciptakan sistem angkutan lebih tertib di wilayah tersebut.
Manfaat proyek kedepan bisa dirasakan langsung masyarakat sekitar. Salah satunya melalui peluang keterlibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan jembatan dan flyover berlangsung.
CEO PT Manambang Muara Enim Hariyanto Damanik menyampaikan perusahaan mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi batubara lebih aman dan terkendali.
Proyek ini pun menjadi bagian dari upaya mencari titik temu antara kepentingan aktivitas pertambangan dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Bukan hanya soal kelancaran pengangkutan batubara, tetapi juga bagaimana kendaraan tambang dapat bergerak tanpa terus berbenturan dengan lalu lintas warga.
Setelah pembangunan dimulai, perhatian berikutnya akan tertuju pada penerapan pemisahan jalur tersebut.
Jika berjalan sesuai tujuan, infrastruktur ini diharapkan mampu membuat angkutan batubara lebih tertata, jalan umum lebih lancar, dan mobilitas masyarakat di Muara Enim lebih nyaman. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
