Karhutla Sumsel, Gambut Tak Cuma Jadi Ancaman tapi Bisa Jadi Peluang, Prabowo: Kita Harus Kreatif
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan tidak berhenti pada upaya memadamkan api. Presiden Prabowo Subianto melihat kawasan gambut juga bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi yang sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Gagasan itu muncul saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Palembang, Senin (24/8/2026).
Prabowo mendorong penambahan sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut yang produktif. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk membantu menjaga kawasan tetap basah dan mengantisipasi kebakaran.
Namun, ada gagasan lain di balik pembangunan infrastruktur tersebut.
Prabowo melihat embung dan kanal tidak harus hanya berfungsi sebagai bagian dari pengendalian karhutla. Fasilitas itu bisa dikaji agar sekaligus memberikan manfaat produktif bagi masyarakat.
Salah satu kemungkinan yang disebut ialah pemanfaatan embung untuk memelihara jenis ikan tertentu.
Karena itu, Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut mengkaji potensi tersebut. Pemerintah diminta tidak hanya melihat gambut dari sisi kerawanannya, tetapi juga mencari cara agar kawasan itu bisa dimanfaatkan tanpa mengabaikan fungsi lingkungannya.
“Alam ini kita harus kreatif, harus kita inovatif, cari peluang,” ujar Prabowo.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang menghadapi karhutla. Sebab, persoalan gambut tidak cukup ditangani ketika api sudah muncul. Ketersediaan air dan pengelolaan kawasan menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Di sisi lain, Prabowo meminta setiap titik yang teridentifikasi segera ditindaklanjuti. Kecepatan merespons titik panas dinilai penting agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
Kewaspadaan juga diperlukan karena pemerintah memperkirakan ancaman El Nino tahun ini cukup berat. Meski kondisi karhutla pada 2026 disebut masih lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, Prabowo mengingatkan agar jajaran tidak lengah.
Untuk memperkuat pencegahan, pemerintah pusat menyiapkan sekitar 1.000 perwira TNI dan Polri. Mereka akan diturunkan bersama jajaran di daerah untuk membantu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Prabowo menegaskan karhutla bukan hanya persoalan satu daerah. Kebakaran hutan dapat menimbulkan asap yang berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat secara luas.
Penanganan karhutla di Sumsel pun diarahkan tidak sekadar mengejar api saat kebakaran terjadi. Pencegahan, ketersediaan air, pengelolaan gambut, hingga pemanfaatan embung dan kanal menjadi bagian dari upaya mencari cara yang lebih efektif menghadapi ancaman karhutla ke depan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
