Sekolah Rakyat Bangun Harapan Anak Miskin, Wamen Sosial Ungkap Peran Strategis Humas
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekolah Rakyat dinilai bukan sekadar program pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Karena itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan peran strategis humas dalam memastikan keberadaan program tersebut dipahami masyarakat.
Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026).
Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat memiliki tujuan khusus yang digagas Presiden, yakni membantu mengentaskan kemiskinan. Melalui program tersebut, anak-anak dari keluarga miskin diharapkan kembali memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan sekaligus membangun cita-cita.
“Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah reguler yang lain. Ini yang harus menjadi dasar kita dalam menjalankan kerja-kerja humas,” ujar Agus Jabo.
Ia menegaskan, tugas pengelola kehumasan tidak berhenti pada pembuatan berita, foto, maupun video. Humas menjadi wajah Sekolah Rakyat dan memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara transparan, luas, serta mudah dipahami masyarakat.
Peran tersebut, kata dia, penting agar publik mengetahui, memahami, dan mendukung keberadaan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat adalah wajah dari Kementerian Sosial. Dan kalian, humas Kementerian Sosial, adalah wajah dari Bapak Presiden,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agus Jabo juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.
Ia berharap warga yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara masyarakat yang terdampak dan mengungsi diharapkan mendapat seluruh kebutuhan yang diperlukan selama masa penanganan bencana.
Agus Jabo juga berharap pemerintah terus menjalankan penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali normal.
Kegiatan peningkatan kapasitas pengelola kehumasan Sekolah Rakyat berlangsung pada 18-22 Agustus 2026 dengan melibatkan 240 peserta. Mereka terdiri atas perwakilan Sekolah Rakyat, UPT, sentra dan Sentra Terpadu, Balai, Pusdiklatbangprof, serta satgas kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
