Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : banksumselbabel.com/id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Likuiditas perbankan nasional mulai menghadapi tekanan pada semester I-2026, meski demikian, kondisi tersebut belum terlihat menekan penghimpunan dana Bank Sumsel Babel (BSB) hingga Juni 2026, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) BSB mencapai Rp29,43 triliun, atau tumbuh 3,50% secara tahunan, bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang sebesar 3,41%.
Kondisi itu membuktikan kemampuan funding Bank Sumsel Babel masih mampu mengimbangi ekspansi kredit di tengah persaingan penghimpunan dana yang semakin ketat.
Pada periode yang sama, kredit Bank Sumsel Babel mencapai Rp25,73 triliun, naik dari Rp24,89 triliun pada Juni 2025.
Jika dilihat dari rasio intermediasi, posisi loan to deposit ratio (LDR) Bank Sumsel Babel pada Juni 2026 berada di level 87,44%. Angka tersebut sedikit turun dibandingkan posisi Juni 2025 yang mencapai 87,52%.
Pergerakan tersebut menjadi salah satu indikator ruang likuiditas Bank masih relatif terjaga.
Menurut Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Teddy Kurniawan, kepada Sumselterkini.co.id, Rabu (12/8/2026), bank tidak hanya mengandalkan pertumbuhan kredit, tetapi juga terus menjaga keseimbangan antara penyaluran pembiayaan, penghimpunan dana, dan struktur pendanaan.
Menariknya, penguatan DPK juga terlihat secara bulanan, setelah berada di Rp27,96 triliun pada Mei 2026, DPK Bank Sumsel Babel meningkat menjadi Rp29,43 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh sekitar 5,26% dalam satu bulan.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal kapasitas penghimpunan dana Bank Sumsel Babel masih berjalan positif, meski kompetisi mendapatkan dana nasabah semakin ketat.
Kondisi ini bisa dikatakan memberi ruang bagi bank untuk melanjutkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas.
Meski demikian, lanjut dia, pertumbuhan kredit tetap tidak akan dikejar semata-mata dari sisi volume.
Bank perlu memastikan ekspansi dengan ditopang sumber pendanaan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan, terutama ketika kondisi likuiditas industri diperkirakan masih menjadi tantangan hingga akhir 2026.
Dengan posisi LDR yang relatif stabil dan pertumbuhan DPK yang masih sedikit lebih tinggi dibandingkan kredit, Bank Sumsel Babel memasuki semester II-2026 dengan fokus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan ketahanan likuiditas. Penguatan dana murah serta diversifikasi sumber funding akan menjadi faktor penting, agar pertumbuhan kredit tetap berjalan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap biaya dana. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
