Matangkan Strategi Efisiensi Energi, Kilang Plaju Libatkan Pakar Undip
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Efisiensi energi menjadi salah satu kunci bagi industri pengolahan migas untuk menjaga keandalan operasi sekaligus meningkatkan daya saing, apalagi saat ini di tengah tuntutan operasional semakin kompleks. Setiap peluang penghematan energi memiliki nilai strategis karena berpengaruh terhadap produktivitas, biaya operasional, hingga keberlanjutan lingkungan.
Berangkat dari kebutuhan itu, Pertamina Kilang Plaju terus mematangkan strategi penurunan Energy Intensity Index (EII) sebagai bagian dari upaya membangun operasi yang lebih efisien. Dalam penyusunan roadmap tersebut, perusahaan turut melibatkan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA, untuk memberikan pandangan akademis sekaligus membantu mengidentifikasi berbagai peluang peningkatan efisiensi energi.
Melalui sesi brainstorming bersama para pekerja, berbagai aspek operasional dibahas secara mendalam, mulai dari optimalisasi sistem kelistrikan, pengurangan potensi kehilangan energi, hingga penyempurnaan sistem pembakaran pada unit proses.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk diterapkan di lingkungan kilang. “Melalui brainstorming ini, kita memetakan berbagai inisiatif yang realistis dan berpotensi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan efisiensi energi di Kilang Plaju,” ujar Purwanto.
Masukan dari kalangan akademisi menjadi pelengkap bagi pengalaman operasional yang telah dimiliki perusahaan, dengan kata lain memadukan kajian teknis, praktik terbaik industri, dan ide-ide dari para pekerja, Kilang Plaju berupaya menyusun strategi efisiensi energi lebih komprehensif dan berorientasi pada hasil jangka panjang.
Executive General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, menambahkan keberhasilan menurunkan Energy Intensity Index tidak dapat dicapai hanya melalui pembaruan teknologi. Menurutnya, keberhasilan juga ditentukan kolaborasi dan kontribusi seluruh Perwira Pertamina dalam melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi perusahaan.
“Penurunan EII bukan hanya angka-angka yang ada di dalam laptop, melainkan wujud nyata komitmen kita terhadap operasi kilang yang tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan. Forum ini menjadi wadah untuk melahirkan gagasan besar bagi kemajuan perusahaan,” kata Khabibullah.
Komitmen diterjemahkan ke dalam roadmap jangka panjang perusahaan, menurut Manager Engineering & Development Kilang Plaju, Edwin Nugroho, perusahaan menargetkan penurunan Energy Intensity Index sebesar 31 persen pada 2036 melalui implementasi berbagai program optimasi yang dilakukan secara bertahap.
Target itu akan dicapai melalui peningkatan kinerja peralatan, modifikasi sistem operasi, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kondisi eksisting kilang.
Selain itu juga, Kilang Plaju memanfaatkan pembelajaran dari praktik terbaik di lingkungan Pertamina agar setiap inisiatif yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan produksi.
Melalui kolaborasi antara praktisi industri, akademisi, dan para pekerja, Kilang Plaju optimistis strategi penurunan Energy Intensity Index dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat efisiensi operasional sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan kilang yang semakin andal dan berdaya saing. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
