Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Film “Jangan Buang Ibu” Bikin Ratu Dewa Tersentuh, Ini Pesannya

Film “Jangan Buang Ibu” Bikin Ratu Dewa Tersentuh, Ini Pesannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA momen sering terlihat sederhana di permukaan, namun diam-diam menyimpan makna yang dalam disaat kita melihat lebih dekat. Itulah yang terjadi saat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi tim produksi Leo Pictures di rumah dinas wali kota, Kamis (9/4/2026).

Pertemuan itu awalnya berjalan seperti biasa, penuh agenda promosi dan penjelasan proyek film, akan tetapi suasananya perlahan jadi berubah ketika satu cerita mulai dibuka, dengan film berjudul “Jangan Buang Ibu”.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026, diadaptasi dari novel “Jangan Buang Ibu Nak” karya Wahyu Dera Priangga.

Dari judulnya saja sudah terasa ini bukan hanya tontonan ringan, karena cerita dalam film itu menyentuh ruang paling personal dalam hidup manusia, seperti hubungan seorang anak dengan ibunya.

Sejak sinopsis dipaparkan, suasana audiensi yang biasanya formal mulai terasa berbeda.

Film ini mengisahkan Ristiana, seorang ibu yang membesarkan tiga anak seorang diri setelah suaminya meninggal.

Hidupnya penuh perjuangan, penuh pengorbanan, dan penuh kesabaran yang tidak pernah benar-benar dihitung.

Namun seiring waktu, anak-anak yang ia besarkan justru tumbuh, sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, hingga akhirnya di masa tua sang ibu, ia justru berakhir di panti jompo.

Cerita itu tidak dibungkus dengan dramatis berlebihan, tapi justru karena terasa dekat dengan kenyataan, ia menjadi lebih menusuk.

Banyak orang mungkin tidak menyadari, cerita seperti ini bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Ratu Dewa sendiri tampak tersentuh ketika mendengar alur cerita tersebut.

Ia tidak berbicara sebagai seorang pejabat yang sedang menyambut tamu, tetapi sebagai seorang anak yang mengingat ibunya.

Ia mengatakan  dirinya bisa berada di posisi sekarang karena doa seorang ibu.

“Saya sendiri sangat menyayangi ibu saya. Karena doa beliaulah saya bisa duduk di sini sebagai Wali Kota. Kekuatan doa ibu itu luar biasa,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya. Tidak ada bahasa politik yang rumit, tidak ada kalimat formal yang berjarak. Yang ada hanya pengakuan jujur bahwa di balik setiap pencapaian seseorang, sering kali ada sosok yang tidak terlihat ibu.

Film ini pada dasarnya tidak hanya bercerita tentang keluarga, tetapi juga tentang perubahan cara hidup masyarakat modern.

Sekarang ini, hubungan dalam keluarga sering kali ikut berubah bentuk pasalnya banyak orang tua masih ada, masih hidup, masih menunggu, tetapi tidak selalu mendapat waktu yang sama seperti dulu ketika anak-anak masih kecil.

Pintu awal

Tanpa disadari, jarak itu terbentuk bukan karena tidak ada cinta, tetapi karena hidup bergerak terlalu cepat.

Pekerjaan, ambisi, tanggung jawab, dan rutinitas membuat rumah bukan lagi pusat kehidupan, melainkan hanya tempat singgah.

Di sinilah film “Jangan Buang Ibu” bekerja seperti cermin.

Ia tidak menggurui, tetapi menunjukkan kemungkinan yang sering kita hindari untuk dipikirkan.

Bagaimana jika suatu hari, seseorang yang dulu selalu menunggu kita pulang, kini hanya menunggu dalam diam?

Executive Producer Leo Pictures, Evi Surahmawati, menerangkan Palembang dipilih sebagai lokasi gala premiere pada 7 Juni 2026 karena antusiasme penonton bioskop yang tinggi.

Bahkan Palembang bukan cuma lokasi acara. Kota ini menjadi tempat pertama kali film tersebut diperkenalkan kepada publik sebelum tayang nasional.

Seolah menjadi pintu awal bagi emosi yang lebih besar yang akan menyebar ke seluruh Indonesia.

Film ini juga diperkuat  jajaran aktor dan aktris ternama seperti Nirina Zubir yang memerankan Ristiana, Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, Erika Carlina, Basmalah Gralind, hingga Fadly Faisal.

Kehadiran mereka bukan hanya menambah kekuatan cerita, tetapi juga memperluas jangkauan emosi yang ingin disampaikan film ini.

Namun pada akhirnya, kekuatan utama film ini bukan terletak pada siapa yang bermain di dalamnya, melainkan pada pesan yang dibawanya.

Ia berbicara tentang hal yang sangat sederhana, tapi sering kita abaikan, yaitu ibu.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa sudah cukup berbakti hanya karena masih sesekali pulang, sesekali menelpon, atau sesekali mengirim pesan.

Tapi film ini seolah mengajak kita bertanya lebih jauh, apakah kehadiran itu benar-benar hadir, atau hanya sekadar lewat?

Di tengah kesibukan hidup modern, kita sering merasa masih dekat dengan keluarga, padahal jarak emosional perlahan terbentuk tanpa disadari.

Ketika jarak itu sudah terlalu jauh, tidak semua hal bisa diperbaiki dengan mudah, pernyataan Ratu Dewa tentang doa ibu menjadi pengingat ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa digantikan oleh apapun.

Doa, perhatian, dan kasih sayang seorang ibu sering kali menjadi fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan arah perjalanan hidup seseorang.

Film “Jangan Buang Ibu” pada akhirnya bukan hanya tentang kisah di layar lebar.

Ia adalah ajakan halus untuk berhenti sejenak dari kesibukan, lalu menoleh ke rumah, ke orang yang mungkin masih menunggu tanpa banyak bicara.

Karena mungkin, tanpa kita sadari, yang kita kejar setiap hari tidak akan pernah lengkap jika kita mulai melupakan tempat pertama kita pulang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PENYEBARAN wabah Covid-19 di Sumsel saat ini masih berlangsung. Sejumlah upaya juga terus dilakukan semua pihak agar wabah tersebut segera berlalu. Termasuk juga yang dilakukan CSR PT Bank Sumsel Babel dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel. Demi mendorong dan mendukung Pemprov Sumsel dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Sumsel, CSR PT Bank […]

  • Bakal Ada Roadshow Bus KPK

    Bakal Ada Roadshow Bus KPK

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.389
    • 0Komentar

    Persiapan matang terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang jelang kegiatan Roadshow Bus KPK 2022 akan digelar pada 7 -11 September 2022 mendatang.   Guna mensukseskan kegiatan Roadshow Bus KPK yang bertemakan “Jelajahi Negeri Bangun Antikorupsi” tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sengaja mengelar rapat bersama dengan dipimpin langsung oleh Sekretaris […]

  • “Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

    “Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    DI DUNIA perminyakan, ada dua jenis orang yang tangannya berminyak karena kerja, dan yang kantongnya berminyak karena bisa dibilang kebetulan dekat dengan sumber minyak. Nah, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan tampaknya sedang berusaha masuk ke kategori pertama  yang tangannya belepotan minyak, karena kerja keras, bukan karena main licin-licinan. Senin (13/10/2025) kemarin, Pemkab Muba resmi […]

  • Terapkan Protokol Kesehatan, Halau COVID-19 Masuk ke Rumah

    Terapkan Protokol Kesehatan, Halau COVID-19 Masuk ke Rumah

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.951
    • 0Komentar

    Apa pun aktivitas yang kita pilih untuk lakukan sehari-hari, ingatlah untuk menerapkan protokol kesehatan #PakaiMasker #JagaJarak dan #MencuciTanganPakaiSabun Hindari membawa virus penyebab COVID-19 sampai di rumah sendiri. Jaga rumah, jaga keluarga kita, halau COVID-19 dengan protokol kesehatan![***] covid19.go.id

  • Cara Cek Minyak Goreng Bekas

    Cara Cek Minyak Goreng Bekas

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.794
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah narasi di media sosial Facebook tentang cara mengecek minyak goreng bekas. Disebutkan bahwa caranya adalah dengan memasukkannya ke dalam kulkas selama dua jam. Jika muncul busa, maka itu adalah minyak bekas. Cara lainnya yakni dengan menumis bawang putih dengan minyak tersebut. Jika bawang putih berubah merah, maka minyak yang dipakai merupakan minyak bekas. […]

  • 3 Cara Sumsel Tembus Australia

    3 Cara Sumsel Tembus Australia

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin menerima kunjungan resmi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier di Ruang Rapat Gubernur. Gubernur H. Herman Deru menjelaskan fokus pertemuan adalah terkait pengembangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pendidikan, dan konektivitas global melalui Pelabuhan Tanjung Carat. Dalam pertemuan, Dubes Brazier memberi apresiasi atas kemajuan proyek IPAL, sekaligus menekankan […]

expand_less
WordPress Archive Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit Kiddo – Kid Fashion WooCommerce WordPress Theme Kiddy – Children WordPress theme Kidiu Kindergarten – Child Care Elementor Template Kit Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme