Nasional

Kalender 2026 Padat Hari Besar, Menag Ingatkan Toleransi

ist,

TAHUN 2026 menghadirkan kalender keagamaan yang padat. Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah hadir berdekatan, memberikan kesempatan unik bagi pemerintah dan tokoh agama untuk memperkuat toleransi, kerukunan, dan pesan damai di tengah masyarakat yang beragam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menegaskan nilai-nilai moral dan persaudaraan.

“Kalender padat ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menyebarkan pesan perdamaian antarumat beragama,” ujar Menag, Kamis.

Setiap perayaan membawa nilai yang berbeda. Nyepi mendorong refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu, Idulfitri menekankan pentingnya saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial, sementara Paskah membawa pesan harapan dan kasih.

“Jika nilai-nilai ini diterapkan dan disebarluaskan oleh tokoh agama, masyarakat akan terdorong menjaga kerukunan dan persatuan,” tambah Menag.

Menag menekankan peran tokoh agama sebagai teladan. Pemuka agama diharapkan menyebarkan semangat persaudaraan dan menjaga masyarakat dari potensi konflik atau salah paham selama libur panjang.

Selain itu, pemerintah menyiapkan fasilitas pendukung. Program Rumah Ibadah Ramah Pemudik kembali digelar, menyediakan tempat singgah dan fasilitas ibadah bagi pemudik.

Rumah ibadah ini melayani semua masyarakat yang membutuhkan ruang sementara selama perjalanan panjang.

ASN yang bertugas di fasilitas ini tetap boleh menggunakan kendaraan dinas karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik, bukan kepentingan pribadi.

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto juga mengingatkan pentingnya persatuan di tengah keragaman.

Menurut Presiden, perbedaan agama dan budaya seharusnya menjadi kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru dari keberagaman kita membangun persatuan,” katanya.

Kementerian Agama juga menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026, memuat panduan penyelenggaraan ibadah Ramadan, Idulfitri, dan layanan bagi masyarakat selama musim libur.

Panduan ini bertujuan memastikan ibadah berlangsung tertib, aman, dan tetap menegakkan toleransi dan kerukunan.

Dengan kalender keagamaan padat di 2026, Menag berharap pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat memanfaatkan momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menghormati perbedaan.

Pesannya sederhana tapi penting, rayakan hari besar dengan damai dan jadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. (***)

To Top