PEMERINTAH memulai pembangunan fondasi spiritual ibu kota baru melalui Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) kemarin.
Masjid ini kini menjadi pusat pembinaan dan literasi keagamaan bagi pondok pesantren, musala, dan masjid di sekitar ibu kota.
Tim pengelola masjid menyalurkan mushaf Al-Qur’an langsung ke lembaga pendidikan dan fasilitas ibadah di sekitar kawasan inti IKN. Mereka mengatur rute, jadwal pengiriman, dan daftar penerima untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar.
Aktivitas ini juga menjadi uji coba logistik ibu kota baru, memeriksa efektivitas koordinasi antara masjid, pemerintah, dan pihak terkait.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan peran strategis Masjid Negara IKN. “Kami memastikan setiap lembaga pendidikan agama di ibu kota baru menerima mushaf dan layanan pendukung secara tepat waktu,” ujar Nasaruddin.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan pemerintah membangun karakter dan literasi keagamaan sejak awal. “Masjid Negara bukan hanya gedung ibadah. Kami membangun fondasi spiritual yang kuat agar setiap aktivitas pendidikan dan ibadah berjalan terstruktur,” katanya.
Masjid juga menjalankan program rutin untuk santri dan pengurus, termasuk kajian literasi keagamaan, pendidikan agama, dan kegiatan sosial warga sekitar. Tim pengelola memimpin setiap kegiatan untuk memastikan masjid berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan pusat aktivitas spiritual yang berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan pemerintah membangun fondasi spiritual IKN secara nyata, bukan sekadar simbolik. Semua aktivitas dimonitor agar dampak pada pendidikan, literasi, dan karakter keagamaan terlihat sejak hari pertama operasional.
Sebagai informasi tambahan, Kementerian Agama menerima dua ton kurma dari Kerajaan Arab Saudi dan 1.000 mushaf Al-Qur’an. Dari jumlah itu, Dharma Wanita Persatuan menyumbang 400 mushaf, dan SinarMas menyumbang 600 mushaf.
Kemenag menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara, pengelola masjid, pondok pesantren, pekerja konstruksi, dan unsur wilayah IKN.
Menteri Agama menegaskan Kemenag siap mencetak mushaf tambahan jika jumlah mushaf belum mencukupi. Tim Kemenag menyiapkan kurma dan mushaf untuk distribusi merata ke seluruh masjid, musala, dan pondok pesantren di IKN, mendukung kegiatan pendidikan dan ibadah Masjid Negara.
Distribusi mushaf dan kurma menegaskan peran Masjid Negara IKN sebagai pusat pembinaan dan literasi keagamaan aktif, sekaligus memperkuat fondasi spiritual ibu kota baru sejak hari pertama operasional. (***)