INDONESIA semakin serius menembus panggung musik global, langkah strategis menggabungkan digital, budaya populer, dan diplomasi hiburan untuk membuka akses talenta lokal ke pasar internasional.
Sejumlah talenta musik Indonesia telah menembus industri hiburan Asia.
Dita Karang, Loudi, Carmen Hearts2Hearts, Kim VVUP, dan Vanesya sudah debut di grup idola di Korea, Malaysia, dan Taiwan. Selain itu, Grace (HUR+, Taiwan) dan Diva KLP48 (Malaysia) membuktikan kreativitas Indonesia diterima lintas budaya.
Kementerian Ekraf menyiapkan panggung pada perayaan Imlek Nasional dan program kolaboratif lainnya.
Panggung ini dimaksudkan sebagai batu loncatan bagi musisi Indonesia menarik perhatian industri hiburan internasional, sekaligus memperkenalkan budaya lokal melalui musik.
Selain itu, keterlibatan kreator digital menjadi kunci memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Kreator membangun jejaring, memfasilitasi promosi lintas negara, dan membuka peluang kerja sama industri. Strategi ini diharapkan memperluas jejaring, memperkuat promosi, dan membuka peluang bagi pelaku industri kreatif Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi Daniel Hermansyah, influencer sekaligus Direktur Chuseyo Digital, di Kantor Ekraf, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi kreatif untuk memperluas eksistensi musisi Indonesia di pasar hiburan Asia.
Irene Umar menegaskan komitmen penuh Kementerian Ekraf. “Kami senang menyediakan panggung semaksimal mungkin. Dengan pengalaman Chuseyo, kita dapat melihat segala kemungkinan lebih lanjut dalam kolaborasi kreatif.”
Daniel menambahkan, “Dengan dukungan penuh Ekraf dan pengalaman Chuseyo, anak muda Indonesia yang kreatif punya kesempatan besar untuk bersinar di panggung global. Kami ingin membuka semua peluang agar talenta lokal bisa menorehkan prestasi internasional.” (***)