Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Generasi Muda Belajar Diplomasi Langsung dari Menlu

Generasi Muda Belajar Diplomasi Langsung dari Menlu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIPLOMASI Indonesia kini bukan sekadar urusan kantor atau pertemuan formal. Bagi generasi muda, diplomasi bisa dipelajari melalui pengalaman langsung yang menggabungkan teori dan praktik.

Kementerian Luar Negeri belum lama ini menyelenggarakan program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri, diikuti 27 mahasiswa dari 9 universitas.

Program ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta tentang peran Indonesia dalam dinamika geopolitik global.

Sebanyak 18 mahasiswa dan 9 dosen pendamping mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari tur Gedung Pancasila, di mana mereka menyaksikan sejarah dan simbol diplomasi Indonesia, hingga Bincang Bersama Menteri Luar Negeri Sugiono yang berlangsung interaktif.

Diskusi mengangkat isu politik luar negeri Indonesia, perkembangan geopolitik global, relevansi ASEAN, serta peran pemuda dalam membentuk arah kebijakan.

Menlu menekankan, “Dalam 10-20 tahun ke depan, kalianlah para pemuda yang akan membentuk diskursus foreign policy Indonesia. Perluas perspektif, bangun jejaring, dan siapkan diri menjadi bagian dari pengambil kebijakan.”

Peserta juga mengunjungi Gedung Layanan Publik dan Pelindungan WNI untuk memperoleh pemahaman konkret mengenai fungsi konsuler Kemlu, proses penanganan masalah warga negara, serta koordinasi lintas negara dalam melindungi WNI.

Sesi terakhir, Meet the Diplomats, menghadirkan diplomat muda berbagi pengalaman karier, tantangan di lapangan, dan kiat membangun kompetensi diplomasi. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang peluang, skill, dan jejaring yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam kebijakan luar negeri.

Pengalaman langsung ini penting karena memperluas perspektif global peserta, membangun jejaring lintas universitas dan dengan diplomat muda, meningkatkan literasi diplomasi, dan mendorong partisipasi aktif di organisasi mahasiswa serta program internasional.

Mahasiswa tidak hanya membaca teori di kampus, tetapi merasakan praktik diplomasi secara nyata, yang menjadikan proses belajar lebih hidup dan relevan. Urbanisasi dan perkembangan dunia digital menuntut generasi muda memahami dinamika global dan siap beradaptasi terhadap tantangan baru.

Program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri membuktikan diplomasi tidak harus kering dan formal. Interaksi langsung, pengalaman praktis, serta sharing diplomat muda menjadikan mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan global dan menjadi agen perubahan.

Menteri Luar Negeri Sugiono dilaman resmi kemlu menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk arah kebijakan luar negeri Indonesia, sementara Ketua Baznas Kota Palembang M. Ridwan Nawawi menekankan kolaborasi lintas disiplin sebagai kunci memperkuat literasi global dan kapasitas diplomasi generasi muda.

Dengan pengalaman edukatif langsung seperti ini, mahasiswa bukan hanya memahami teori diplomasi, tetapi juga mendapatkan pencerahan praktis yang membentuk pemimpin adaptif, visioner, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia di masa depan.

Program ini menunjukkan diplomasi bisa diakses, dipelajari, dan dijalankan oleh generasi muda, sehingga menjadi pengalaman edukatif yang nyata, inspiratif, dan berdampak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapan Harus Pakai Masker?

    Kapan Harus Pakai Masker?

    • calendar_month Rabu, 21 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    SEMUA orang wajib pakai masker agar terhindar dari penularan COVID-19. Tapi kapan sih sebenarnya kita harus pakai masker? Kenakan masker dengan benar saat kita sedang mengalami gejala serupa COVID-19, terutama bila sudah curiga namun belum melakukan tes. Kalau kita termasuk kelompok berisiko tinggi, seperti lansia atau memiliki komorbid (penyakit penyerta), baiknya juga mengenakan masker saat […]

  • Dinilai Berjasa dalam Atasi Masalah Kebakaran Hutan, Peneliti Asal Jerman Prof. Johann Goldammer Peroleh Bintang Jasa Utama dari Presiden RI

    Dinilai Berjasa dalam Atasi Masalah Kebakaran Hutan, Peneliti Asal Jerman Prof. Johann Goldammer Peroleh Bintang Jasa Utama dari Presiden RI

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    PENELITI asal Jerman Prof. Johann Goldammer, Direktur Global Fire Monitoring Center (GFMC) menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo karena dinilai berjasa dalam mengatasi masalah kebakaran hutan [karhutla]. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong menyerahkan Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo kepada peneliti asal Jerman tersebut di Paviliun Indonesia pada COP 26 Climate Change […]

  • BEM FH Unsri Kecam Penembakan di Selandia Baru

    BEM FH Unsri Kecam Penembakan di Selandia Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.438
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) mengutuk keras aksi penembakan keji di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, kemarin. Ahmad Latif Anshori, Kepala Politik dan Kajian Strategis, BEM FH Unsri mengungkapkan, pihaknya mengutuk keras kejadian terorisme biadab ini yang telah merenggut banyak nyawa di dua Masjid di Selandia Baru “Kami BEM FH […]

  • Gubernur Alex Noerdin Melepas Jamaah Calon Haji Kloter Pertama

    Gubernur Alex Noerdin Melepas Jamaah Calon Haji Kloter Pertama

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.753
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melepas Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Palembang Tahun 1438 H Tahun 2017 M Kloter Pertama di Gedung Serbaguna Asrama Haji, Jumat (4/8).

  • “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

    “Daerah Jangan Hidup dari Warisan, Saatnya Kerja Pakai Otak”

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 471
    • 0Komentar

    ADA tipe orang yang hidupnya tenang karena punya sawah warisan, ada juga yang hidupnya maju karena sekolahnya tinggi. Ya..keduanya sah-saja aja, tapi masalah muncul kalau sawah warisan dipamerkan tiap hari. Sementara ilmunya tak pernah diasah, kurang lebih, begitulah gambaran pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada para kepala daerah kemarin. Di Batam, saat menutup Rakernas […]

  • Gubernur : Capaian STIE & STIH jadi Universitas tidak gampang

    Gubernur : Capaian STIE & STIH jadi Universitas tidak gampang

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    SEKOLAH Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) melakukan penyesuaian status menjadi Universitas, di Gedung Kesenian  Dayang Rindu, Kamis (14/7) siang. Dalam kesempatan itu Gubernur Herman mengatakan, capaian yang dilakukan STIE dan STIH Serasan menjadi universitas adalah capaian yang tidak gampang. Sebab di awal berdiri tentu tidak mudah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Apalagi […]

expand_less
WordPress Archive Crossway – Startup Landing Page Template Crowdngo – Fundraising Charity WordPress Theme CROX Esports & Gaming Elementor Template Kit CROX | Esports & Gaming WordPress Theme Crptiam – Cryptocurrency WordPress Theme Crust – Multipurpose WordPress Theme Crux – A modern and lightweight WooCommerce theme Cryptcio – Innovative WordPress Theme Cryptcon | ICO, NFT And Crypto WordPress Theme Cryptech – ICO and Cryptocurrency WordPress Theme