Tips

5 Cara Membuat Masjid Ramah Lingkungan dan Komunitas

ist

MASJID Babussalam di Jalan Kancil Putih, Palembang, membuktikan bahwa ruang ibadah bisa menjadi pusat pembelajaran, kepedulian sosial, dan kolaborasi warga-pemerintah. Untuk mencapainya, komunitas setempat mengambil langkah nyata agar masjid nyaman, aman, dan bermakna bagi semua.

Banjir dulu menjadi tantangan utama. Kini, perbaikan drainase membuat halaman bebas genangan. Jamaah bisa datang tanpa khawatir. Warga membersihkan saluran air secara rutin, memeriksa jalur yang rawan genangan, dan memastikan halaman miring agar air mengalir sempurna. Hasilnya, masjid lebih nyaman dan aman.

Masjid juga memperhatikan fasilitas semua usia. Lampu terang, jalur aman, dan area belajar anak-anak meningkatkan pengalaman ibadah. Anak-anak belajar mengaji di ruang yang aman, lansia berjalan tanpa hambatan, dan difabel bisa bergerak nyaman. Semua ini membuktikan bahwa fasilitas sederhana mampu meningkatkan kualitas ibadah dan pendidikan.

Tradisi belajar mengaji diwariskan dari generasi lama ke generasi baru. Anak-anak rutin mengikuti kelas mengaji, sementara jamaah muda dan dewasa mengikuti pengajian. Warga melibatkan orang tua dan guru dalam proses belajar. Masjid bukan sekadar tempat salat, tapi laboratorium karakter, disiplin, dan kebersamaan.

Komunitas berperan aktif menjaga masjid. Warga membentuk kelompok kerja bakti, merawat fasilitas, dan menentukan kegiatan bersama. Semua orang merasa memiliki masjid. Kolaborasi ini menciptakan ruang hidup yang dinamis, di mana musyawarah, kegiatan sosial, dan pendidikan berjalan seiring.

Masjid Babussalam juga menjadi pusat kepedulian sosial. Warga rutin menyantuni anak yatim, mengadakan bakti sosial, dan melaksanakan program kebersihan lingkungan. Anak-anak terlibat langsung dalam aksi sosial. Aktivitas ini menanamkan nilai empati, tanggung jawab, dan solidaritas sejak dini.

Di akhir peresmian, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan dukungan pemerintah. Ia menyatakan, “Perbaikan drainase dan fasilitas ini adalah bentuk komitmen kami agar masyarakat bisa beribadah dengan nyaman, sekaligus menjaga kelestarian masjid sebagai pusat kegiatan sosial.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan masjid adalah hasil kolaborasi warga dan pemerintah.

Masjid Babussalam membuktikan bahwa ruang ibadah dapat menjadi pusat pembelajaran, tradisi, dan kepedulian sosial.

Dengan fasilitas nyaman, lingkungan bersih, partisipasi warga, dan kegiatan sosial, masjid ini menjadi contoh bagi komunitas lain untuk membangun solidaritas, pendidikan, dan kepedulian lingkungan. Setiap langkah kecil di komunitas bisa menghasilkan dampak besar, sekaligus menguatkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial. (***)

To Top