Sumselterkini.co.id, -Pembangunan hunian strategis Aeropolis, proyek seluas 1,6 hektare di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, sedang berlangsung.
Proyek ini mengadopsi Transport-Oriented Development (TOD), menghubungkan hunian pegawai bandara dengan simpul transportasi utama, meningkatkan mobilitas, dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan sekitarnya.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, mengatakan hunian dan transportasi harus berjalan seiring untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Pendekatan ini menciptakan klaster ekonomi baru, termasuk ritel, logistik, dan layanan pendukung, yang memastikan pertumbuhan kota lebih terstruktur dan efisien.
Proyek Aeropolis dijalankan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
Menurut Akhmad Bastari Yusak, Asisten III Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang, kolaborasi lintas tingkat mempercepat pembangunan dan menjaga keselarasan dengan tata ruang wilayah.
Pendekatan terpadu ini membuat proses pembangunan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Di samping Aeropolis, kawasan Talang Kelapa juga dikembangkan dengan konsep Kasiba dan Lisiba, menyiapkan infrastruktur dasar, fasilitas sosial, dan ruang publik secara terpadu.
Kawasan ini tidak hanya menambah kapasitas hunian, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Aeropolis dan Talang Kelapa menunjukkan tren baru pembangunan perkotaan. Hunian, transportasi, dan pusat ekonomi saling terintegrasi sehingga pertumbuhan kota tidak lagi acak.
Setiap proyek dirancang agar mobilitas, hunian, dan aktivitas ekonomi saling mendukung, menciptakan kota yang efisien dan siap menghadapi urbanisasi cepat.
Konsep TOD di Aeropolis menjadi contoh pembangunan modern yang memaksimalkan fungsi transportasi sambil memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Hunian strategis ini menyiapkan pola pertumbuhan kota yang lebih terencana, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Aeropolis kini menjadi simbol pembangunan terencana di Palembang, di mana hunian strategis, transportasi, dan ekonomi berjalan selaras.
Proyek ini menunjukkan bagaimana integrasi hunian dengan transportasi utama dapat menciptakan pola pertumbuhan kota yang efisien, terstruktur, dan berkelanjutan, siap menghadapi urbanisasi yang cepat. (***)