Pendidikan

Tekanan Waktu dan Digital Jadi Tantangan Gen Z Pelajar

ist

Sumselterkini.co.id – Ratusan pelajar dari 24 provinsi di Indonesia, termasuk peserta sekolah menengah yang merupakan generasi Z, menghadapi tantangan menyeimbangkan sekolah, tugas akademik, dan aktivitas organisasi.

Mereka mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan yang menekankan kolaborasi, manajemen waktu, dan pengembangan kepemimpinan, sambil menghadapi arus informasi digital yang cepat. Workshop dan diskusi dirancang untuk memberi strategi praktis agar pelajar tetap produktif dan menjaga kesehatan mental.

Kegiatan berlangsung sejak 10 Februari 2026, kemarin dengan rangkaian sesi hingga beberapa hari ke depan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, khususnya di Gedung Aula BPSDMD Sumsel.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Zepriansyah, kegiatan ini penting karena pelajar Gen Z menghadapi tekanan waktu akibat sekolah full day dan tuntutan digital. Workshop dan sesi diskusi bertujuan membantu pelajar mengembangkan keterampilan manajemen waktu, kolaborasi, dan kepemimpinan, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi era modern.

Peserta mengikuti sesi interaktif, termasuk diskusi kelompok, workshop, dan simulasi kegiatan kepemudaan. Menurut Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel, Zulkarnain, SE., MM, pendekatan ini membantu pelajar memanfaatkan waktu secara efektif, tetap kreatif, dan belajar bekerja sama dalam tim. Deputi Kemenpora, Rokhmi Vita Kusuma, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat jati diri dan karakter pelajar.

Fenomena ini mencerminkan tantangan yang lebih luas di seluruh Indonesia pelajar Gen Z harus menyeimbangkan tekanan akademik, kegiatan sosial, dan arus digital. Observasi panitia menunjukkan banyak peserta menggunakan jadwal harian dan strategi praktis agar tetap fokus, produktif, dan menjaga kesehatan mental.

Sebelumnya Kota Palembang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XXXIII Pelajar Islam Indonesia (PII) pada 10–15 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari 24 provinsi, dengan agenda utama pemilihan ketua umum PB PII dan evaluasi kinerja organisasi periode sebelumnya.

Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menekankan pentingnya menyiapkan kader berkarakter yang siap menghadapi era digital, sementara pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kemenpora mendukung kegiatan ini sebagai momentum membangun calon pemimpin masa depan.

Muktamar PII menjadi latar kegiatan, namun isu utama yang muncul tetap tekanan Gen Z dalam mengatur waktu, menghadapi arus digital, dan tetap produktif, fenomena yang kini menjadi sorotan penting di Indonesia.(***)

To Top