INFRASTRUKTUR itu bukan cuma soal tampak bagus di peta, tapi harus kuat menghadapi guncangan.
Hal itu disampaikan tegas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Selasa (10/2/2026).
Selama dua hari, AHY keliling meninjau proyek strategis, dari Rumah Susun Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Jembatan Tol Musi V, hingga pengawasan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Palembang.
Tujuannya jelas guna memastikan pembangunan aman, efektif, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Di Rapat Koordinasi Program Kerja 2026 bersama Gubernur Herman Deru dan kepala daerah 17 kabupaten/kota, AHY menekankan “Setiap proyek harus memperhitungkan risiko alam dan perubahan iklim. Pusat dan daerah harus kompak agar pembangunan tepat waktu tapi tetap berkualitas.”
Tidak hanya rapat, AHY juga turun lapangan melihat pembangunan infrastruktur di Sumsel.
Misalnya ia mengecek langsung kesiapan hunian mahasiswa di Unsri, memastikan standar keamanan dan kenyamanan terpenuhi.
Di Palembang, ia meninjau penerapan teknologi deteksi ODOL dan memperkuat pengawasan lapangan agar jalan tetap aman untuk semua pengguna.
Bahkan, AHY sempat hadir di wisuda ke-182 Unsri, memberi orasi motivasi singkat agar generasi muda ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan Jembatan Tol Musi V. AHY menegaskan, jembatan ini bukan sekadar jembatan biasa. “Ini proyek strategis yang mempercepat konektivitas Palembang dan sekitarnya, dirancang tahan lama, aman, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Singkatnya, AHY ingin memastikan setiap proyek infrastruktur memiliki tiga hal tahan risiko, efektif, dan memberi manfaat nyata.
Kalau pusat dan daerah bersinergi, pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu tapi juga berkelanjutan untuk masyarakat.(***)