Pendidikan

Drama Musikal Menguak Perjalanan Hidup Ratu Dewa

ist

SENI panggung kembali menjadi medium bercerita yang jujur dan menyentuh. Melalui sebuah drama musikal, perjalanan hidup Ratu Dewa Wali Kota Palembang diangkat ke atas panggung dengan pendekatan artistik yang humanis. Bukan glorifikasi, bukan pula kampanye terselubung, melainkan upaya menghadirkan kisah hidup dalam bahasa seni yang mudah diterima lintas generasi.

Drama musikal ini merangkai potongan perjalanan hidup Ratu Dewa melalui musik, dialog, dan visual dramatik. Setiap adegan disusun seperti mozaik, memperlihatkan fase-fase kehidupan yang membentuk karakter, nilai, dan pandangan hidupnya. Penonton diajak memahami bahwa di balik jabatan publik, ada proses panjang yang dilalui dengan kerja keras dan pengabdian.

Pementasan ini tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga ruang refleksi. Kisah-kisah yang disajikan menggambarkan dinamika kehidupan sosial, tantangan kepemimpinan, serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Semua dikemas simbolik, tanpa menggurui, namun tetap menyisakan pesan yang kuat.

Drama musikal dipilih sebagai medium karena mampu menyatukan emosi dan narasi dalam satu tarikan napas. Musik menjadi pengantar suasana, dialog memperkuat pesan, sementara tata artistik memperkaya imajinasi penonton. Pendekatan ini membuat kisah hidup Ratu Dewa tidak terasa kaku, melainkan mengalir dan dekat dengan realitas masyarakat.

Setiap elemen panggung bekerja saling melengkapi. Gerak aktor, komposisi musik, hingga pencahayaan disusun untuk mendukung alur cerita. Hasilnya, penonton tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan, tetapi ikut larut dalam perjalanan yang disajikan.

Menariknya, drama musikal ini tidak menyajikan biografi secara mentah. Kisah hidup Ratu Dewa diinterpretasikan ulang melalui sudut pandang seni, dengan penekanan pada nilai-nilai universal seperti ketekunan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Pendekatan ini membuat cerita terasa relevan, bahkan bagi mereka yang tidak mengikuti dinamika politik lokal.

Dengan cara ini, pementasan justru membuka ruang dialog antara seni dan publik. Penonton bebas menafsirkan pesan yang disampaikan, tanpa merasa diarahkan atau dipaksa menerima sudut pandang tertentu.

Pementasan drama musikal ini juga menjadi bukti bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Kolaborasi seniman, musisi, dan pekerja panggung menunjukkan bagaimana karya seni dapat menjadi medium dokumentasi sosial yang bernilai.

Lebih dari itu, pertunjukan ini memperkaya khazanah seni dan budaya Palembang. Kisah lokal diangkat dengan pendekatan kreatif, membuktikan bahwa cerita daerah mampu berbicara di panggung yang lebih luas.

Drama musikal yang menguak perjalanan hidup Ratu Dewa akhirnya berdiri sebagai karya seni yang utuh. Ia tidak hanya bercerita tentang satu tokoh, tetapi juga tentang proses, nilai, dan perjalanan manusia dalam menghadapi kehidupan. Sebuah pertunjukan yang mengajak penonton berpikir, merasakan, dan pulang dengan renungan.(***)

To Top