Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Tanpa Sidak, Wali Kota Palembang Tetap Bisa “Masuk” ke Kelurahan

Tanpa Sidak, Wali Kota Palembang Tetap Bisa “Masuk” ke Kelurahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 1.021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAR kata sidak, biasa jadi momok bagi para ASN, apalagi benar-benar orang nomor satu di daerahnya datang, kerja lagi nyantai biasanya wajah langsung tegang, sepatu mengkilap mendadak sibuk, dan meja kerja yang tiba-tiba kinclong seperti mobil baru yang dicuci dengan cairan pembersih.

Bahkan ASN yang biasanya santai, mendadak lari kecil. Yang ngopi, langsung ganti posisi jadi pegang map. Yang lagi makan pempek, refleks diselipkan ke laci. Begitulah sidak, hadir sebentar, efeknya lama… setidaknya sampai wali kota pulang.

Tapi era-nya memang berubah, Palembang juga ikut beranjak. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, tampaknya sadar betul satu hal, sidak fisik ke 107 kelurahan itu bukan cuma melelahkan, tapi juga mustahil. Bukan karena malas, tapi karena waktu wali kota itu bukan karet, apalagi kerupuk.

Akhirnya  lahir jurus baru, yaitu tanpa sidak, wali kota tetap bisa “masuk” ke kelurahan, tapi masuknya bukan pakai pintu, tapi lewat kamera. Bukan lewat lorong, tapi lewat server. Bukan lewat sepatu pantofel, tapi lewat ponsel di genggaman.

Di sinilah digitalisasi mengambil peran. Kominfo bukan lagi sekadar dinas yang urus WiFi lemot atau password lupa. Kominfo naik kelas,  karena dari yang penting ada internet, menjadi mata dan telinga pimpinan daerah. CCTV, server, dan Command Center bukan lagi pajangan teknologi, melainkan  alat pengawas perilaku.

Misalnya nih,  ada seorang lurah sedang duduk di balik meja, dan saat itu jam masih menunjukkan waktu kerja. Di atas meja, bukan berkas pelayanan, tapi sepiring nasi dan sebungkus pempek. Biasanya aman. Tapi kini, ada kemungkinan di layar ponsel wali kota, adegan itu sedang tayang live. Tidak ada teriakan, juga tidak ada marah-marah. Tapi efek psikologisnya lebih sangat nendang “Oh…., kita sedang dilihat.” entah pak walinya ketawa atau bakal marah ya?

Namun inilah esensi perubahan, bukan soal kamera, tapi soal kesadaran, oleh karena itu digitalisasi yang ditekankan Ratu Dewa sebenarnya bukan barang baru. Banyak daerah punya CCTV, punya server, bahkan punya Command Center.

Palembang mencoba membalik logika,  CCTV bukan sekadar alat keamanan, tapi alat kedisiplinan. Command Center bukan hanya ruang canggih, tapi pusat kendali pelayanan publik. ASN dan non-ASN tidak lagi hanya hadir, tapi siap diawasi, dan di situlah letak perubahan mentalitas.

Karena jujur saja, masalah pelayanan publik bukan kurang pintar, tapi sering kurang peduli. Bukan tidak tahu aturan, tapi terlalu nyaman melanggar kebiasaan kecil. Pulang cepat sedikit. Makan sebentar saat warga menunggu. Main ponsel sambil pelayanan. Hal-hal kecil yang kalau dikumpulkan, jadi gunung kekecewaan warga.

Pusat integrasi aplikasi

Dengan demikian, sistem online dan pemantauan real-time, alasan klasik mulai rontok satu per satu, tidak bisa lagi bilang, “Pak, tadi pegawainya tidak ada,” karena kamera bicara jujur. Tidak bisa lagi bilang, “Pelayanan sudah maksimal,” kalau layar memperlihatkan sebaliknya.

Menariknya, pendekatan ini tidak melulu represif. Tidak semua soal hukuman. Justru di balik kamera, ada pesan edukatif bekerjalah seolah-olah selalu dilihat, meski tidak ada yang datang. Ini soal membangun budaya kerja baru, bukan sekadar menakut-nakuti.

Di sisi lain, Kominfo juga didorong menjadi pusat integrasi aplikasi. Ini penting. Selama ini, banyak dinas jalan sendiri-sendiri. Aplikasi ada banyak, tapi data tercerai-berai. Seperti warung pempek yang enak-enak, tapi tidak satu pun punya sambal yang sama. Dengan integrasi, data menjadi satu bahasa, satu arah, dan satu tujuan, yaitu pelayanan publik yang cepat dan transparan.

Bagi warga, dampaknya jelas. Pelayanan lebih sigap. Pegawai lebih sadar posisi. Aspirasi lebih mudah disampaikan lewat kanal digital. Rumah Aspirasi bukan lagi sekadar nama, tapi jalur komunikasi nyata antara pemerintah dan masyarakat.

Tentu, teknologi bukan dewa. Kamera bisa rusak. Server bisa down. Tapi arah kebijakan ini memberi pesan kuat Palembang tidak mau jalan di tempat. Birokrasi tidak lagi boleh alergi diawasi. ASN tidak lagi bisa bersembunyi di balik alasan klasik.

Pada akhirnya, ini bukan cerita tentang wali kota yang mengintip pegawai. Ini cerita tentang perubahan cara memimpin, yaitu dari hadir fisik ke hadir sistemik, lalu sidak dadakan ke pengawasan berkelanjutan serta dari takut ketahuan ke sadar tanggung jawab.

Oleh karena itu, jika semua ini konsisten dijalankan, maka kelurahan bukan lagi tempat yang hidup hanya saat ada sidak, tapi hidup setiap hari untuk melayani. Karena seperti pepatah lama yang relevan di era digital “Tong kosong nyaring bunyinya, tapi kerja nyata akan terlihat meski tanpa suara.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Satu Minggu, BPBD Dirikan Posko Operasi Pencarian Korban Hilang Akibat Erupsi Semeru

    Target Satu Minggu, BPBD Dirikan Posko Operasi Pencarian Korban Hilang Akibat Erupsi Semeru

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.389
    • 0Komentar

    HARI ke-4 paska erupsi Gunung Semeru, tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian warga hilang. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) di bawah koordinasi Basarnas ini menargetkan waktu pencarian korban selama satu minggu. Hal tersebut disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Irwan Subekti dalam konferensi pers pada hari ini, Selasa (7/12). Irwan Subekti yang juga menjadi […]

  • Penyerangan Koramil, Ketua DPR Minta Usut Tuntas Tewasnya Empat Prajurit TNI di Papua Barat

    Penyerangan Koramil, Ketua DPR Minta Usut Tuntas Tewasnya Empat Prajurit TNI di Papua Barat

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyatakan bela sungkawa mendalam kepada keluarga empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam tugas di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Ia pun mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan segera mengusut tuntas insiden penyerangan Pos Koramil Kisor di Kampung Kisor, Distrik Aifat […]

  • Palembang Ingin Makanan yang di Jual di Pasar Tradisional & Mall Wajib Perhatikan 3 Hal Ini

    Palembang Ingin Makanan yang di Jual di Pasar Tradisional & Mall Wajib Perhatikan 3 Hal Ini

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang ingin makanan yang di jual baik di Pasar Tradisional maupun Mall  harus sehat, aman dan tidak menggunakan zat berbahaya. Hal itu disampaikan Walikota Palembang Harnojoyo  saat memberikan penghargaan secara langsung kepada Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atas kinerja mereka, kemarin. ” Kedepan kita akan terus […]

  • Gandeng MCC Kembangkan Infrastruktur Sumsel

    Gandeng MCC Kembangkan Infrastruktur Sumsel

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menerima Tim Due Diligence Program Compact 2 oleh Millennium Challenge Corporation (MCC) di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (28/3/2022). Audiensi itu dalam rangka diskusi pengembangan infrastruktur di Sumsel, salah satunya LRT Sumsel. “Mengenai LRT, kita ingin melakukan penyelamatan aset dan mentrigger LRT menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat. Butuh upaya […]

  • Dibanding 2 Tahun Lalu, Capaian Laba Bersih PTBA Tbk Meningkat 231 %

    Dibanding 2 Tahun Lalu, Capaian Laba Bersih PTBA Tbk Meningkat 231 %

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.392
    • 0Komentar

    PT Bukit Asam Tbk mencatat laba bersih meningkat signifikan mencapai 231 % dibanding dua tahun sebelumnya. Anggota dari holding BUMN Pertambangan MIND ID itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 7.91 triliun,[231%] dari capaian tahun 2020 sebesar Rp2,39 triliun dengan pendapatan usaha mencapai Rp 29.26 triliun atau naik sebesar 69% dari tahun sebelumnya sebesar Rp17,33 […]

  • Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    DALAM meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN dan non ASN di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menggandeng Indonesia Brain Camp (IBC). Kerjasa yang tertuang dalam bentuk MoU Pemkab Muba dengan IBC, di Opproom Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021). Kesepakatan ini juga diteruskan dengan preview dan praktik metode belajar […]

expand_less
WordPress Archive McCan – Portfolio WordPress Theme Me Voy – Photography Portfolio WordPress Theme Measurement Tile Area for WooCommerce Meatezy – Meat Shop & Butcher Elementor Template Kit Meatlers – Butcher Meat Shop WordPress Theme Mecha – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Med Pets – Veterinarian Elementor Template Kit Meddaz – SaaS Medical Elementor Template Kit MedGlow – Healthcare & Medical WordPress Theme Medi – Medical Clinic WordPress Theme