Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Ekraf Melaju Pesat, Tapi Daerah Tertinggal Masih Cemberut, Kisah Si Kue & Si Kota”

“Ekraf Melaju Pesat, Tapi Daerah Tertinggal Masih Cemberut, Kisah Si Kue & Si Kota”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 3.176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EKONOMI kreatif Indonesia sekarang ibarat anak muda yang lagi gaspol di jalan tol. Lampu hijau menyala di Jakarta dan Jawa Barat, klakson menderu, aspal mulus – semua nyaman, semua senang. Tapi begitu belok ke luar Jawa, jalanan masih berdebu, lubang di mana-mana, dan si anak muda cuma bisa ngegas di tempat yang aman.

Ya, begitulah kisah investasi ekonomi kreatif di negeri kita, Jakarta dan beberapa provinsi Jawa lagi pesta pora, sementara daerah lain cuma bisa menatap “kue” yang belum jatuh ke pangkuan mereka.

Dalam Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (4/11/2025), Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif luar biasa, tapi masih terkonsentrasi di DKI Jakarta dan wilayah Jawa. Ia menyebut bahwa investasi di Jakarta naik dari Rp 18,14 triliun menjadi Rp 25,97 triliun, menunjukkan bahwa kota ini tetap menjadi magnet bagi investor.

Riefky menegaskan “Ketika investasi semakin besar, berarti kinerjanya akan lebih banyak sebab para investor tak hanya mengejar pasar di Indonesia, tapi menuju regional bahkan kompetitif secara global”.

Bayangin seorang pelaku UMKM di daerah luar Jawa yang produknya keren banget, misal perajin batik di Sumatera atau perajin kerajinan tangan di Kalimantan, tapi investor masih lebih suka Jakarta.

Si UMKM cuma bisa mengangkat bahu sambil tersenyum, seperti pepatah Sunda “Leutik-leutik ku jalan, gedé ku niat”. Potensi bisa besar kalau niat dan strategi digabung, tapi kalau niat tanpa akses modal dan jaringan, ya gigit jari aja.

Menteri Ekraf menekankan bahwa fokus kementeriannya adalah memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif sehingga sektor ini bisa menjadi penopang kelas menengah. Pasalnya, sebanyak 9,5 juta orang kelas menengah turun kasta, dan ekonomi kreatif hadir sebagai penopang agar mereka tidak semakin jauh dari kesejahteraan.

Dengan kata lain, Ekraf ingin bukan hanya menciptakan peluang usaha, tapi juga menjadi jaring pengaman sosial.

Dalam rapat itu, Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar, menambahkan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya dengan bansos. Mereka menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat, penerima bansos bisa dilatih menjadi pekerja produktif satpam, office boy, montir, waiter, dan profesi lainnya.

Pegiat ekonomi kreatif diberi akses ruang kerja bersama, ruang pamer, dan pasar kreatif, contohnya Pos Bloc dan M Bloc Jakarta dan aktivasi aset BUMN dan pemerintah untuk pusat bisnis UMKM dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Bayangin humor kecilnya, seorang seniman digital dari Papua bikin karya NFT tapi server paling cepat ada di Jakarta. Dia harus zoom pakai sinyal seadanya sambil berdoa wifi tidak putus.

Atau pelaku UMKM di Sumatera Barat yang produknya luar biasa, tapi belum ada investor yang datang ke daerahnya. Lucu tapi sedih, kan?

Riefky juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif harus inklusif, bukan hanya di pusat kota besar. Dari 5 provinsi yang mengalami kenaikan investasi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur), investasi masih sangat terkonsentrasi di Jakarta dan Jawa, sementara provinsi lain belum terlalu tersentuh.

Kalau kita analogikan, ekonomi kreatif ini seperti kue lapis legit. Jakarta dan Jawa dapat lapis pertama, paling manis dan tebal. Provinsi lain baru dapat remah di pinggir loyang.

Lucu tapi sedih, idealnya kue harus dipotong rata, biar semua bisa merasakan manisnya. Kalau tidak, namanya bukan pertumbuhan inklusif, tapi pesta kota besar di atas kepala daerah tertinggal.

Dari sisi edukasi, Kemenko PM menekankan bahwa investasi saja tidak cukup. Infrastruktur, akses teknologi, dan pelatihan untuk pelaku kreatif di daerah harus ditingkatkan. Jika tidak, kreativitas lokal akan terbatas dan potensi ekonomi daerah tidak tersalurkan. Dengan kata lain, kreatif bukan sekadar ide, tapi perlu ruang, modal, dan jaringan untuk berkembang.

Dalam rapat itu, hadir pula menteri-menteri lain untuk mendukung orkestrasi nasional pengentasan kemiskinan melalui ekonomi kreatif Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto.

Ini menegaskan satu hal yaitu ekonomi kreatif bukan sekadar tanggung jawab Kemenparekraf, tapi instrumen koordinasi nasional yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Lampu hijau

Contoh negara lain bisa menjadi pelajaran, misalnya Vietnam, yang menyadari bahwa kota besar menarik investor, tapi pemerintahnya juga membangun creative hub di kota kecil agar distribusi pertumbuhan kreatif merata. Indonesia bisa meniru strategi ini jangan biarkan lampu hijau hanya untuk Jakarta-Jawa, tapi nyalakan juga untuk provinsi lain.

Jelas, jangan biarkan keberhasilan satu wilayah menutupi ketertinggalan wilayah lain. Ekonomi kreatif bukan sekadar angka di laporan resmi, tapi soal kesempatan yang merata, pertumbuhan inklusif, dan kesejahteraan masyarakat luas. Kita boleh ngakak melihat statistik melonjak, tapi tertawa saja tidak cukup kalau rezeki masih timpang.

Oleh sebab itu, Ekraf sudah melaju di jalurnya, tapi jalan tol yang dipakai masih terlalu sempit untuk seluruh negeri. Perlu ada cabang-cabang jalan di provinsi lain agar kreativitas bisa bergerak bebas, masyarakat mendapat manfaat, dan kemiskinan ekstrem bisa ditangani lebih efektif. Lampu hijau investasi harus menyala untuk semua daerah, bukan hanya pusat kota besar.

 Boleh  kita bangga, karena kue ekonomi kreatif mulai matang dan harum di Jakarta, tapi jangan sampai daerah lain cuma bisa mengendus aromanya. Kue harus dipotong adil, biar semua bisa makan sampai kenyang.

Hidup ini terlalu singkat untuk melihat orang lain makan enak sementara kita cuma ngiler dari jauh. Mari pastikan lampu hijau ekonomi kreatif merata, supaya semua bisa ikut gas pol, bukan cuma sebagian kecil yang nyaman di jalan tol.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh Kearifan Lokal Tangkal Teroris & Radikalisme

    Butuh Kearifan Lokal Tangkal Teroris & Radikalisme

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    DIREKTUR Pencegahan BNPT yang diwakili Kasubdit Teknologi Informasi, AKBP Astuti Idris mengatakan terorisme adalah tindak kejahatan luar biasa, terorisme bukan hanya merusak stabilitas negara namun juga sistem ekonomi dan lainnya. Menurutnya pelaku teroris tidak hanya membunuh manusia yang tidak berdosa, namun menghadirkan ketakutan bagi semua manusia. “Maka itu mari kita bersama-sama untuk mencegah terorisme begitu juga […]

  • Posyandukdes Dukcapil OKI Raih Penghargaan Mata Lokal

    Posyandukdes Dukcapil OKI Raih Penghargaan Mata Lokal

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    POS Pelayanan Administrasi Kependudukan Desa (Posyandukdes) yang baru digagas oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir mendapat penghargaan mata lokal tribun Group. Penghargaan diterima Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten OKI, Hendri, SH, MH. “Alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, inovasi pelayanan administrasi kependudukan ada yang mengapresiasi. Terima kasih kepada media […]

  • Ini Beneran,  Ada Lowongan Kerja di Pertamina Group, Berminat ! Buruan Daftar

    Ini Beneran, Ada Lowongan Kerja di Pertamina Group, Berminat ! Buruan Daftar

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    PERTAMINA Group membuka lowongan Bimbingan Profesi Sarjana (BPS) 2021 bagi lulusan S1/D4 dari berbagai jurusan. Rekrutmen BPS PERTAMINA 2021 berbeda dari tahun sebelumnya, disesuaikan dengan kebutuhan sesuai struktur organisasi baru terkait Holding & Subholding. Registrasi bagi para pelamar dibuka pada 18 – 22 Juni 2021. Para pelamar dapat melakukan registrasi di akun website karier Perusahaan https://recruitment.pertamina.com/ […]

  • Besok Pilkada Serentak di Sumsel, Gubernur : Mari Jaga Kondusifitas

    Besok Pilkada Serentak di Sumsel, Gubernur : Mari Jaga Kondusifitas

    • calendar_month Selasa, 26 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumsel Alex Noerdin memastikan pelaksanaan Pilkada 27 Juni berlangsung lancar dan aman. Hal itu diungkapkannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Polda Sumsel, Selasa (26/6/2018). Untuk itulah kata Alex semua pihak terkait diajak dalam rapat koordinasi pengamanan Pilkada Serentak 2018 yang membahas di dalamnya mengantisipasi masalah-masalah yang tidak di […]

  • Muba dipercaya Kemenpora Jadi Tuan Rumah Kejurnas Taekwondo se-Indonesia 2020

    Muba dipercaya Kemenpora Jadi Tuan Rumah Kejurnas Taekwondo se-Indonesia 2020

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musibanyuasin [Muba] dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional [Kerjurnas] Taekowondo se-Indonesia 2020, khusus kategori SKO atau PPLP/D. Pejabat PPK APBN Dispora Provinsi Sumsel, Hunce J.Hamzah didampingi Kabid Kebudayaan dan Olahraga Provinsi Sumsel, Isdarma telah membahas wacana persiapan perhelatan ini bersama Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin, Muhammad Fariz SSTP MM […]

  • Angin Segar Bagi JMSI, Dewan Pers Upayakan  Sebelum HPN JMSI Menjadi Konstituen

    Angin Segar Bagi JMSI, Dewan Pers Upayakan Sebelum HPN JMSI Menjadi Konstituen

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    KOMISIONER Dewan Pers Agung Dharma Jaya, membawa angin segar dalam Rakernas I Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat JMSI ini mengatakan bahwa diharapkan sebelum Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 JMSI sudah menjadi konstituen Dewan Pers. “Inshaa Allah, JMSI akan segera menjadi konstituen Dewan Pers. Semoga sebelum HPN tahun […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Member User Reviews Addon Ultimate Member User Tags Ultimate Member Verified Users Addon Ultimate Member WordPress Theme Ultimate Meme Generator – WordPress Plugin Ultimate Reviewer – Elementor & WPBakery Page Builder Addon Ultimate Reviewer WordPress Plugin For WPBakery Page Builder Ultimate Sliders Bundle – Layers, Parallax, Zoom Ultimate Smart Slider – WordPress Ultimate Social – Easy Social Share Buttons and Fan Counters for WordPress