Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 909
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH mengatakan “Air tenang menghanyutkan” Nah,  di Sumatera Selatan, airnya memang tenang… tapi tanah gambutnya sedang menjerit. Sumsel punya lahan gambut seluas 2,092 juta hektare, atau sekitar 24% dari total wilayah, sepertiga dari meja makanmu kalau diganti tanah gambut itu luasnya!. Sayangnya, sebagian besar ekosistem ini butuh pemulihan serius. Tidak cukup sekadar menabur doa dan berharap hujan turun tepat waktu. Di sinilah teknologi dan kolaborasi internasional masuk, bagaikan superhero yang datang tepat di saat genting.

Baru-baru ini, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan National Institute of Forest Science (NIFoS) Korea Selatan dan Korean Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) menggelar The 4th International Workshop on the Peatland Restoration for Sustainable Development.

Sekilas terdengar seperti seminar akademik biasa pakai jas, mik, dan slide PowerPoint berjajar rapi. Tapi jangan salah, ini lebih mirip laboratorium inovasi dan arena superhero modern Korea membawa teknologi canggih untuk memantau dan memulihkan lahan gambut yang kritis.

Teknologi pemantauan gambut ini bukan main-main, bayangkan drone yang beterbangan seperti burung hantu cerdas, memindai tiap inci gambut, mengukur kelembapan, menilai kerusakan, hingga mendeteksi titik rawan kebakaran. Kalau dulu petugas harus jalan kaki berhari-hari sambil tersedak kabut asap, sekarang cukup duduk di depan layar sambil menyeruput kopi panas dan semua data tersaji rapi. Praktik ini mirip GPS buat petani tidak tersesat, tidak salah langkah, dan hasilnya bisa dipantau secara real-time.

Tapi bukan cuma soal teknologi. NIFoS juga membagikan praktik restorasi gambut yang terbukti efektif di Korea. Misalnya, metode penanaman kembali vegetasi asli, pengaturan air agar lahan tetap lembap, hingga cara membuat kanal kecil yang “mengatur mood” tanah gambut. Bisa dibilang, gambut Sumsel diajarin yoga diajari bernapas, rileks, dan menahan panas saat musim kemarau.

Dan hebatnya, workshop ini bukan hanya untuk ilmuwan senior atau pejabat berpangkat tinggi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum ikut nimbrung. Ada ide-ide kreatif yang muncul dari mereka, sistem monitoring berbasis aplikasi, pemetaan interaktif, hingga inovasi edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah. Rasanya seperti kolaborasi antara mentor yang bijak, murid yang kreatif, dan teknologi yang super canggih kombinasi yang pas untuk menaklukkan tantangan besar.

Sekarang mari kita bicara moralnya teknologi dan kolaborasi internasional bukan hanya sekadar jargon keren di seminar. Mereka adalah jembatan antara masalah serius dan solusi nyata.

Gambut yang rusak bukan hanya soal tanah yang kering dan api yang mengamuk, ia juga soal emisi gas rumah kaca, kehilangan keanekaragaman hayati, dan risiko ekonomi bagi masyarakat lokal. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa seperti domino satu rubuh, semua ikut ambruk.

Di sinilah nilai pepatah lain muncul “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Sumsel tidak harus berjuang sendiri. Dengan tangan Korea yang menyalurkan teknologi, pengalaman, dan ilmu, serta semangat generasi muda lokal, beban yang berat bisa terasa lebih ringan. Bahkan tantangan sebesar lahan gambut Sumsel pun bisa dikelola dengan tepat.

Yang lucu tapi serius, kadang teknologi tinggi pun butuh sentuhan lokal. Drone bisa memantau, sensor bisa mendeteksi, tapi keputusan final tetap butuh pengetahuan lokal, kapan musim hujan datang, di mana titik lembap alami, dan kebiasaan masyarakat sekitar. Tanpa pemahaman ini, teknologi sehebat apapun bisa jadi “alat mahal yang tidur di gudang.” Jadi, kolaborasi bukan cuma soal mengimpor teknologi, tapi memadukannya dengan kearifan lokal sebuah sinergi yang sejati.

Di ujung cerita, kita belajar satu hal penting menjaga dan memulihkan ekosistem gambut bukan sekadar proyek lingkungan. Ini tentang masa depan Sumsel, kesehatan bumi, dan kesempatan generasi muda untuk ikut ambil bagian.

Jika teknologi Korea bertemu semangat lokal, dan ilmuwan bertemu masyarakat, hasilnya bukan hanya workshop sukses, tapi perubahan nyata di lapangan. Gambut bisa pulih, emisi bisa berkurang, dan Sumsel bisa jadi contoh bagi provinsi lain.

Oleh sebab itu, jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Teknologi boleh canggih, ilmuwan boleh pintar, tapi kolaborasi dan semangat lokal adalah kunci. Seperti kata pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Kalau sedikit inovasi digabungkan dengan sedikit teknologi dan banyak semangat, lama-lama kita bisa memulihkan jutaan hektare gambut.

Korea dan Sumsel sudah membuktikan, kalau bersinergi, tantangan besar pun bisa ditaklukkan. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, lahan gambut yang dulu rapuh bisa berdiri tegak, sehat, dan siap menyambut generasi berikutnya. Karena pada akhirnya, bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi pinjaman dari anak-cucu kita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    INOVASI penyaluran bantuan sosial alias bansos terus digeber. Tujuan utamanya adalah agar bansos tersebut tepat sasaran. Nah terobosan baru itu diperkenalkan Kementerian Sosial lewat  aplikasi bernama “Cek Bansos.” Sesuai namanya, aplikasi ini digunakan untuk mengecek bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Di aplikasi ini kita bisa mengecek mulai dari cek penerima, usul, hingga sanggah. Untuk meningkatkan […]

  • Tampung Aspirasi, Wawako Ngantor di Kelurahan I Ulu, Sebut 2Masalah Ini Jadi Aduan Warganya, Semoga Bisa Terwujud Segera !

    Tampung Aspirasi, Wawako Ngantor di Kelurahan I Ulu, Sebut 2Masalah Ini Jadi Aduan Warganya, Semoga Bisa Terwujud Segera !

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    KOMITMEN Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam merubah kehidupan masyarakat untuk lebih nyaman nampaknya masih terus dilakukan. Disela-sela kesibukannya, nampak Wakil Walikota Palembang dua periode tersebut menyempatkan diri untuk ngantor di Kelurahan Satu Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Satu. Hal tersebut sengaja dilakukan bukan tanpa alasan, kunjungan tersebut dilakukan guna menyerap aspirasi masyarakat melalui Ketua RT […]

  • Jangan Lengah, Agar Tidak Masuk Zona Merah!

    Jangan Lengah, Agar Tidak Masuk Zona Merah!

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.186
    • 0Komentar

    DATA zona risiko daerah per 22 Desember 2020 menunjukan hanya ada 12 Kabupaten/Kota yang tidak terdampak ataupun memiliki kasus baru. Sedangkan ada 378 Kabupaten/Kota yang berada di Zona Oranye atau berisiko sedang, dan 60 Kabupaten/Kota di Zona Merah. Waspada, jangan lengah! Jangan sampai akhir tahun menjadi ajang lemburnya virus penyebab COVID-19. Mari songsong 2021 dengan […]

  • kedatangan-vaksin-sinovac-covid

    Lima Juta Vaksin Tiba di Tanah Air, TNI-Polri Terus Lakukan Serbuan Vaksinasi

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19. Pada siang hari ini, sejumlah 5.000.000 dosis vaksin COVID-19 produksi Sinovac dalam bentuk jadi tiba di tanah air.

  • Dukung Akselerasi Transformasi Digital Butuh SDM Unggul

    Dukung Akselerasi Transformasi Digital Butuh SDM Unggul

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo menjelaskan akselerasi transformasi digital membutuhkan SDM unggul dengan keahlian yang dibutuhkan industri digital seperti Big Data Analytics, Cybersecurity, Cloud Computing, Web Developer, Cyber Operations, Data Analyst, Digital Marketing, Graphic Designer, IT Perbankan, IT Project Management dan Smart City. “Selain itu, kawan-kawan kita di dunia industri khususnya industri digital ini tidak hanya membutuhkan […]

  • Sekda Serahkan Tiga SK Kepala OPD

    Sekda Serahkan Tiga SK Kepala OPD

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Plt ini dilakukan untuk memperlancar kinerja pembangunan dan mengisi kekosongan jabatan yang terjadi karena pejabat sebelumnya telah pensiun.

expand_less
WordPress Archive MasterStudy LMS Mobile App – Flutter v.3 iOS & Android MasteryKit – Business Coach Elementor Template Kit Matar — Mental Health Therapy Elementor Template Kit Material | White Label WordPress Admin Theme Materialize – Material Design Multipurpose WordPress Theme Mato – Movie Studios and Filmmakers WordPress Theme Matour – Tour & Travel Agency FSE WordPress Theme MauiKit – Xaml UI templates for .NET MAUI Maven – Business Agency Elementor Template Kit Max Mega Menu Pro