Seni & Budaya

Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi : Bab 14, Misi Rahasia & Konflik Besar di Planet Nostalgia

ist

SETELAH perjalanan berhari-hari melewati asteroid yang mirip kerupuk dan nebula yang kayak asap gorengan, akhirnya pesawat antariksa Sarip mendarat dengan gaya dramatis di Planet Nostalgia. Planet yang konon katanya penuh kenangan dan cerita lama, bagaikan album foto yang belum pernah dibuka selama puluhan tahun.

Sarip membuka pintu pesawat, hirup udara Nostalgia yang baunya aneh tapi familiar.
“Wah, bau tanahnya kayak perpaduan antara gudeg, lumpia, dan baju kakek yang belum dicuci seminggu,” gumam Sarip sambil tersenyum geli.

Di sana sudah menunggu Pak RT versi alien yang badannya kecil, pakai kopiah, dan bersarung.
“Selamat datang, Sarip! Kami butuh bantuanmu, nih. Planet Nostalgia lagi galau berat, warga pada lupa cara tertawa dan malah sibuk mikirin masa depan yang bikin pusing kepala,” kata Pak RT.

Sarip garuk-garuk kepala. “Ini kayak emak-emak di pasar yang udah capek ngurusin anak, eh malah mikirin hutang listrik sama cicilan motor”

Pak RT pun mengajak Sarip ke alun-alun utama, di mana demo buruh lintas planet sedang berlangsung.“Lihat tuh, ada robot servis kopi mogok kerja, sama buruh alien yang mau mogok massal,” kata Pak RT.

Sarip nyengir, “Robot aja mogok kerja? Aku aja kadang mogok mandi.” Semua yang dengar ketawa ngakak.

Demo makin heboh ketika orasi dimulai. Sarip maju ke depan dan mulai pidato dengan gaya khasnya.

“Teman-teman alien dan robot sekalian! Apa jadinya kalau kita kehilangan rasa rindu? Kayak mie instan tanpa bumbu, hambar dan nggak bergizi! Kalau sampai lupa masa lalu, kita cuma jadi robot servis kopi stres yang nggak bisa ngopi enak!”

Warga pada tepuk tangan sambil tertawa.
Sarip lanjut, “Kita harus jaga sate kejujuran kita, walaupun itu artinya kita harus tahan godaan promo diskon es krim rindu di planet sebelah!”

Tiba-tiba dari kerumunan, seorang robot nyelonong maju, protes, “Sarip! Apa hak-hak robot di planet ini? Kenapa kita selalu dianggap mesin tanpa perasaan?”

Sarip bengong sejenak, “Waduh, ini robot mulai berpolitik, nih. Kalau gini terus, besok dia bakal jadi calon kepala desa.”

Suasana tambah kocak dan kacau, tapi Sarip berhasil menenangkan semua dengan jokes receh:
“Kalau ada yang protes, ingat, kita semua sama-sama butuh charger… eh, cinta!”

Akhirnya, Sarip diberi petunjuk ke gua rahasia yang hanya bisa dibuka dengan tawa tulus. Sarip mulai ngelawak dengan gombalan basi yang bikin warga pada ngakak sampai gua terbuka lebar.

Di dalam gua, Sarip menemukan es krim rindu, yang rasanya campuran manis, asin, dan sedikit pahit persis kayak hidup.

Sarip makan perlahan, mikir, “Ini bukan cuma es krim, ini es krim kenangan. Bikin kangen, tapi juga bikin kuat.”

Alarm pesawat berbunyi, waktunya pulang.

Sarip pamit dengan hati penuh rasa dan kepala penuh ide buat cerita pulang kampung.[***]/bersambung [BAB15 -Tamat]

Terpopuler

To Top