Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Tahilalats ke Swiss, WIPO Ketawa: Kekayaan Intelektual Kita Bukan Cuma untuk Pajangan Rak!”

“Tahilalats ke Swiss, WIPO Ketawa: Kekayaan Intelektual Kita Bukan Cuma untuk Pajangan Rak!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang beda di Jenewa, Swiss, Kamis 17 Juli 2025 kemarin, bukan karena salju turun mendadak di tengah musim panas, tapi karena Menteri Ekonomi Kreatif kita, Teuku Riefky Harsya, naik panggung WIPO (World Intellectual Property Organization) ia bukan cuma bawa pidato, tapi juga bawa semangat, ide, dan… “komik Tahilalats!”.

Iya, betul, itu komik absurd yang isinya kadang bikin kita mikir keras sambil ngakak, sekarang dia jadi bintang tamu di pameran Internasional, siapa sangka komik yang dulu dianggap “nyeleneh dan nggak jelas” bisa tampil manis di kereta cepat Internasional?.

Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meremehkan kekayaan intelektual (KI), kalau kata pepatah itu “diam-diam ubi berisi”. begitu pula KI nggak kelihatan tapi penuh potensi yang bikin orang luar sana kaget.

Menteri Ekraf juga dengan suara mantap dan jaket nasionalisnya menyampaikan “KI itu bukan sekadar pelindung ide, tapi pendorong ekonomi kreatif dan digital, harus jadi insentif, bukan penghambat”.

Kalimatnya memang diplomatis rasanya, namun kayak orang tua yang bilang ke anaknya, “Nak, kamu boleh jadi youtuber, asal monetisasi-nya jelas dan hak cipta-nya aman”

Dalam pertemuan ke-66 WIPO itu, Indonesia juga nggak cuma duduk-duduk manis, juga tampil dengan bawa oleh-oleh  pameran “Local Roots, Global Reach”.

Pameran itu, bukan sekadar tempel batik dan tunjuk kerajinan rotan, tapi menampilkan kekuatan narasi  dari komik Tahilalats yang Go Internasional hingga  produk kreatif lainnya, membuktikan KI kita bukan sekadar stempel legalitas, tapi branding bangsa.

Kalau WIPO itu semacam forum Avengers-nya negara-negara pemegang hak kekayaan intelektual, maka Indonesia tampil sebagai Iron Man yang nyentrik tapi penuh inovasi.

Kita punya proyek DA (Development Agenda) on Creative Industries in the Digital Era, yang ternyata bukan proyek PHP (pemberi harapan palsu). Udah ada pelatihan, ada dukungan, ada bimbingan buat para kreator, keren khan!.

Masalahnya di Indonesia, kekayaan intelektual kadang cuma berhenti di atas kertas, didokumentasikan, disertifikatkan, terus… masuk laci.

Padahal seharusnya, kayak kata pepatah, “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah”. Nah, KI tanpa aplikasi bisnis itu ibarat tanaman bonsai bagus dilihat, tapi nggak bisa dimakan.

KI itu harus jadi mesin, bukan museum, bayangkan seandainya hak cipta lagu-lagu daerah kita dikelola secara digital dan tersambung ke streaming global. Atau batik daerah yang dilisensikan ke brand fashion Internasional, duitnya bukan main, ia ya..!

Oleh sebab itu, yang harus dilakukan negara adalah mengubah mindset dari “mendaftarkan” menjadi “mengembangkan”.

Pelatihan manajemen KI, dukungan kuratorial untuk produk kreatif lokal, sampai platform distribusi digital harus digarap total.

Selain itu, Kemenparekraf juga bisa menggandeng unicorn digital, universitas, dan komunitas kreatif buat bikin inkubator, biar kreator nggak cuma bisa gambar atau bikin lagu, tapi juga bisa hitung royalti dan tahu cara lindungi hak cipta dari tangan-tangan jail, baik dari luar negeri maupun dari tetangga sebelah yang suka nyontek template.

Apa yang dibawa Indonesia ke WIPO bukan sekadar materi pameran. Ini adalah pesan kekayaan intelektual itu bukan cuma milik si kaya dan si pintar, tapi milik semua orang yang punya ide dan karya.

Teuku Riefky bukan cuma bicara sebagai menteri, tapi sebagai perwakilan bangsa yang kreatif, kadang nyeleneh, tapi punya semangat kolaborasi dan strategi pembangunan nasional.

Kalau bisa kita simpulkan, KI itu seperti kopi asal diolah dengan benar, bisa jadi minuman mahal di kafe luar negeri. Tapi kalau dibiarkan mentah, ya cuma jadi biji gosong di karung goni.

Dengan langkah seperti ini, harusnya didukung terus agar kekayaan intelektual Indonesia bukan hanya jadi “harta karun” tersembunyi, tapi harus jadi franchise global yang membawa senyum ke wajah kreator lokal, dan tawa di wajah dunia kayak Tahilalats di kabin pesawat.

Karena siapa tahu, 10 tahun lagi, komik Sobat Misqueen atau film horor khas Indosiar kita tayang di Cannes atau Netflix, lengkap dengan subtitle “Based on a true local legend…”, dan kita, duduklah nyantai sambil nyeruput kopi, bisa bilang juga “Itu dulu tetangga gue yang suka gambar di warung” .[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bedah-rumah

    HUT RI – 72, Semen baturaja dan PT KAI Bedah Rumah Legiun Veteran

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    PT Semen Baturaja dan PT KAI melaksanakan bedah rumah legion veteran RI (LVRI), bedah rumah tersebut sebagai wujud rasa penghargaan BUMN kepada para veteran atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan rakyat.

  • OKI -BSB sepakat bantu pensiunan ASN agar mandiri

    OKI -BSB sepakat bantu pensiunan ASN agar mandiri

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) bersama Bank Sumsel Babel menandatangani kesepakatan bersama program purna ASN mandira. Program ini bertujuan membantu para pensiunan ASN agar tidak bergantung pada dana pensiun dan menjadi beban keluarga di masa purna tugas.   Kepala BKPP OKI Mauliddini SKM M.Si menjelaskan, program purna ASN mandira bertujuan memberikan […]

  • Usai Dilantik Pengurusan IMI, Bamsoet : Direktur Car Racing & Single Seater Racing Bidang Hubungan International dan Event International Mampu Boyong Banyak Even

    Usai Dilantik Pengurusan IMI, Bamsoet : Direktur Car Racing & Single Seater Racing Bidang Hubungan International dan Event International Mampu Boyong Banyak Even

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    PENGURUS Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat masa bakti 2021-2024 di gerbong kepemimpinan Bambang Soesatyo [Bamsoet] resmi dilantik, Rabu (10/2/2021) di Golden Ballroom The Sultan Hotel,Jakarta Pusat. Sejumlah nama pegiat otomotif turut masuk dalam kepengurusan IMI Pusat masa bakti 2021-2024 diantaranya Ananda Mikola, Rifat Sungkar, Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Andre Taulany, Matteo, Ahmad Sahroni, Pembina dan Penggerak […]

  • Bencana Tak Hambat Bangun TIK di NTT

    Bencana Tak Hambat Bangun TIK di NTT

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengunjungi Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin (12/04/2021) untuk memantau jaringan dan layanan jaringan telekomunikasi dan internet di daerah yang minggu lalu mengalami musibah bencana alam dan tanah longsor. Selain itu, Menkominfo juga meninjau distribusi bantuan yang telah dikirimkan minggu lalu. Menteri Johnny menegaskan pembangunan […]

  • Kata Pj Bupati Muba tanggapi Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah untuk Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dihadapan BPKP Sumsel

    Kata Pj Bupati Muba tanggapi Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah untuk Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dihadapan BPKP Sumsel

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat [Pj] Bupati Muba H Apriyadi Mahmud mengatakan, saat ini kondisi Pemkab Muba sedang menindaklanjuti audit BPK. Suka maupun tidak temuan ini harus segara ditindaklanjuti agara menjadi perbaikan untuk kedepannya. Pernyataan itu disampaikannya saat menerima Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan ini dalam rangka membahas Implementasi Sistem Pengendalian […]

  • Gubernur Ajak Ponpes Kembangkan Kualitas Pendidikan Agama, Untuk Tingkatkan Imtaq

    Gubernur Ajak Ponpes Kembangkan Kualitas Pendidikan Agama, Untuk Tingkatkan Imtaq

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru melakukan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Mansyaul Huda yang berada Dusun II Desa Lecah Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, Minggu (28/3) untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Peningkatan pesantren ini harus dibarengi juga dengan peningkatan mutu pendidikannya agar generasi penerus bangsa nantinya semakin berkualitas,” kata gubernur […]

expand_less
WordPress Archive Monalisa | Hotel & Resort WordPress Theme Monarch – Innovative WordPress Community Theme Moncler – Food Blog Elementor Template Kit Mondok | Hotel and Accommodations Theme with Booking Moneer – Cryptocurrency Elementor Template Kit Moneris Direct CA Gateway for WooCommerce Monity – CCTV & Security WordPress Theme Monkey Budget Planner Monkey VAT & TAX Calculator Monni – A Creative Multi-Concept Theme for Agencies and Freelancers