Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

“Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 642
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SDM kita diibaratkan makanan, maka banyak yang masih mentah, ada pula yang setengah matang, tapi sudah disajikan di atas piring industri yang panas, alhasil, bukan malah enak disantap, tapi malah bikin industri kenyang dengan kekhawatiran.

Inilah yang coba disoroti Menaker Yassierli dalam Forum Executive Breakfast Meeting, bukan forum sarapan bubur ayam biasa, tapi forum penuh gizi wacana.

Ia tak sekadar melemparkan data, namun  juga perumpamaan, seperti juru masak yang tahu bahwa dapurnya perlu dibersihkan dulu sebelum masak nasi goreng prestasi.

Masalah kita bukan tidak punya dapur, tapi kadang bumbunya gak lengkap, apinya kecil, dan chef-nya belum dapat pelatihan. Itulah kira-kira gambaran kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) kita yang sebenarnya punya potensi menjadi ‘kompor gas’ pencetak tenaga kerja unggulan. Ya itu tadi, masih banyak BLK yang lebih mirip warung kopi sore hari ramai, tapi isinya ngobrol doang.

Indonesia masih berkutat di level produktivitas kerja yang jeblok, bahkan dibanding beberapa tetangga kita di ASEAN. Kalau Vietnam sudah naik motor Ninja, kita masih belajar naik sepeda roda tiga pakai pelatihan singkat. Masalahnya bukan sekadar soal kemauan, tapi soal kemampuan. Bukan tidak mau kerja, tapi tak tahu mesti kerja apa, bagaimana, dan di mana.

Coba bandingkan dengan Jerman, misalnya, negara itu punya dual vocational training sistem pelatihan ganda antara teori dan praktik yang dijalankan bareng industri.

Di Indonesia? BLK kita kadang pelatihannya menjahit, tapi yang dibutuhkan industri malah operator mesin CNC. Jadinya? Mismatch, kayak bawa pisang ke lomba makan kerupuk.

Apa kabar BLK kita?, kata Menaker, baru 140 ribu orang yang bisa disentuh setiap tahun, padahal kita butuh jutaan.  ibarat punya gayung kecil tapi mau mandiin gajah, niatnya bagus, tapi basahnya tak seberapa.

Kabar baiknya, Menaker sudah memikirkan transformasi, akan ada pelatihan industri 4.0, creative skills, smart healthcare, sampai green jobs. Wah…  seperti upgrade warteg jadi restoran fusion!. Tapi jangan cuma menunya yang keren, pelayannya juga harus terlatih. Perlu pengawasan serius agar pelatihan ini tepat sasaran dan tidak hanya jadi ‘panggung opera’ pelatihan basa-basi.

Yassierli juga menyindir hubungan industrial yang masih kaku dan transaksional, seperti hubungan mantan yang masih ngambek. Padahal semangat kita seharusnya gotong royong, bukan gotong ‘untung sendiri’. Model hubungan industrial Pancasila yang ditawarkan adalah angin segar tak sekadar menyatukan kepentingan buruh dan pengusaha, tapi membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguatkan.

Negara seperti Denmark sudah membuktikan bahwa hubungan industrial yang solid dan partisipatif mampu menciptakan tenaga kerja sejahtera, industri maju, dan stabilitas sosial, mereka tidak hanya fokus pada upah, tapi juga pelatihan berkelanjutan, perlindungan kerja, dan komunikasi terbuka.

Koperasi juga disentil, banyak yang gagal bukan karena izin, tapi karena pengurusnya bingung bedakan antara cash flow dan cashew nuts.

SDM Koperasi

Kemnaker ingin memperkuat SDM koperasi, dan itu langkah cerdas, sebab koperasi bisa jadi mesin pencipta kerja, bukan hanya tempat simpan-pinjam rasa keluarga.

Perlu kita ingat, menciptakan lapangan kerja itu seperti menanam pohon. Tak cukup dengan menabur benih (investasi), tapi harus disiram (pelatihan), dipupuk (pendampingan), dan dijaga dari hama (regulasi ngawur). Kemnaker memang di posisi hilir, tapi kalau hilirnya mandek, air di hulu juga mubazir.

Jangan biarkan BLK jadi museum pelatihan, koperasi jadi tempat ngopi, dan produktivitas cuma jadi judul seminar. Transformasi harus dikawal bersama. Negara hadir bukan sekadar lewat regulasi, tapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh sampai dapur rakyat.

Tenaga kerja Indonesia bukan malas, mereka hanya belum diberi akses belajar yang tepat, informasi yang merata, dan jembatan ke dunia kerja yang relevan. Kemnaker memang bukan tukang sulap, tapi kalau komitmennya kuat, kolaborasinya nyata, dan humornya tetap hidup, maka masa depan ketenagakerjaan kita bisa lebih cerah dari wajah HRD saat lihat CV bersih.

Mari bangun optimisme, karena seperti kata pepatah “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi negara besar ditentukan oleh kualitas tenaga kerjanya”.

Jangan takut bersaing di era robot dan AI. Mesin memang bisa kerja tanpa lelah, tapi hanya manusia yang bisa kerja sambil tertawa dan minum kopi.

Saatnya BLK bukan sekadar singkatan dari Balai Latihan Kerja, tapi jadi tempat Belajar, Lulus, Kerja!, kita bukan bangsa pemalas, hanya perlu ‘kompor’ dan resep yang tepat, masa depan tenaga kerja Indonesia pakai harus  api semangat dan bumbu inovasi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCA Pusri 2025, Buka Jalan Cerah Bagi Mahasiswa

    PCA Pusri 2025, Buka Jalan Cerah Bagi Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.115
    • 0Komentar

    ADA satu hal yang sering bikin mahasiswa menatap langit sambil garuk kepala tanpa gatal, yaitu masa depan.Nggak percaya kan?  tapi yang jelas masa depan itu mirip – mirip sinyal WiFi karena kadang kuat, kadang hilang, kadang muncul tulisan “connected but no internet”. Tapi tahun ini, ada satu program yang datang sebagai “provider premium” buat masa […]

  • HUT RI, Sebangat Baru Bangkit dari Pandemi

    HUT RI, Sebangat Baru Bangkit dari Pandemi

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.608
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) penurunan bendera merah putih di Istana Gubernur Griya Agung Palembang, Rabu (17/8). Adapun Komandan Upacara Letkol Inf Hery Eko Prabowo lulusan Akademi Militer tahun 2003 yang merupakan Komandan Batalion Infanteri Raider 200/Bhakti Negara. Sedangkan pembawa baki, Reva Adeana Aurelia pelajar asal SMA Negeri 13 […]

  • Warga Palembang diimbau untuk tidak sungkan urus IKD – dokumen administrasi kependudukan

    Warga Palembang diimbau untuk tidak sungkan urus IKD – dokumen administrasi kependudukan

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Progres pendataan dokumen administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang menunjukkan hasil yang signifikan.   Hal ini diapresiasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.   “Pencapaian Palembang sudah di atas 90 persen untuk beberapa dokumen administrasi kependudukan,” ujar Perencana Ahli Madya Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan […]

  • Batik Komar, Surga Batik di Bandung Bikin Menteri Penasaran

    Batik Komar, Surga Batik di Bandung Bikin Menteri Penasaran

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Ada yang beda dari kunjungan kerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana kali ini. Bukan sekadar rapat atau potong pita, beliau malah nyemplung langsung ke dunia batik di “Rumah Batik Komar”, Bandung. Nah, kira-kira hasil batiknya bisa dipajang atau bakal disimpan rapat-rapat ya? Widiyanti yang dikenal dekat dengan dunia pariwisata ini penasaran dengan proses […]

  • Ini Manfaat Safari Ramadhan Ala Bupati Muba

    Ini Manfaat Safari Ramadhan Ala Bupati Muba

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 971
    • 0Komentar

      Sekayu – Safari Ramadhan 1440 H Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] resmi dibuka Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, di Masjid Jami An’nur Sekayu,Selasa (7/5/2019). Dalam kegiatan itu, juga resmi di Launching Perda No 1 tentang Pengelolaan Zakat dan Infaq di Masjid Jami An’nur Sekayu. Bupati Muba Dodi Reza Alex memaparkan dirinya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Muba memanfaatkan Safari Ramadhan  menjadi […]

  • PON Akan Berlangsung Sesuai Jadwal, Menko Polhukam Pastikan Kendala Teknis Jelang PON XX Segera Rampung

    PON Akan Berlangsung Sesuai Jadwal, Menko Polhukam Pastikan Kendala Teknis Jelang PON XX Segera Rampung

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

      PERSIAPAN pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON XX) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Papua yang akan digelar pada Oktober dan November 2021 telah memasuki tahap akhir. Usai rapat koordinasi terkait persiapan PON di kantor Kemenko Polhukam Kamis (19/8), Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan sejumlah permasalahan terkait dengan permasalahan lahan area venue, saat ini […]

expand_less
WordPress Archive MyDoctor – Doctor On Demand Elementor Template Kit MyGrace – Churches and Charity WordPress Theme MyHome Real Estate WordPress MYKD – eSports and Gaming NFT WordPress Theme MyListing – Directory & Listing WordPress Theme Mylo – Creative Agency & Portfolio Template Kit MyMedi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Mynx Addons for Elementor Mynx – WordPress Templates Library Myour – CV Resume WordPress Theme