Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Tesso Nilo Bukan Sawitlandia, Saat Gajah, Harimau & Hati Nurani Bersatu

Tesso Nilo Bukan Sawitlandia, Saat Gajah, Harimau & Hati Nurani Bersatu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 599
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU hutan bisa curhat, mungkin Taman Nasional Tesso Nilo sudah nangis pakai daun pisang sebagai tisu. Bayangkan, dari 81.793 hektare luasnya, sekitar 70.000 hektare sudah berubah jadi kebun sawit. Lah, gajah sama harimau Sumatera mau tinggal di mana? Masa mereka disuruh jadi pemetik sawit freelance?

Ini bukan sinetron dilema di Rimba Raya, tapi kisah nyata tentang bagaimana ekosistem hutan tropis dataran rendah terakhir di Sumatera Tengah sedang merintih.

Untunglah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, bukan tipe bos yang cuma duduk manis di kantor sambil minum kopi organik. Beliau turun langsung ke lapangan, lihat dari udara, ngobrol sama warga, dan bilang dengan lantang “Restorasi bukan cuma nanam pohon, tapi menata ulang kehidupan”

Wah, kalimatnya cocok jadi lirik lagu atau quote motivasi di belakang buku catatan, dan bener juga, hutan bukan cuma soal pepohonan, tapi tempat tinggal satwa, sumber penghidupan warga, dan paru-paru dunia yang tersisa.

Upaya restorasi ekosistem ini bukan operasi militer yang galak, tapi pendekatannya persuasif dan berkeadilan. Pemerintah ngerti kok, ada masyarakat yang udah lama hidup di sana.

Bukan kayak pendatang baru yang bawa cangkul langsung tebas pohon. Tapi kalau ada yang nekat menunggangi situasi buat kepentingan ilegal? Nah, hukum tetap berjalan, karena seperti kata pepatah tua dari kampung sebelah, “Jangan mentang-mentang duduk di atas kerbau, lantas kau pikir tak bisa diciduk oleh hukum.”

Langkah Menteri Hanif ini, jujur aja, mirip kisah heroik di film, tapi bukan pakai jubah, melainkan pakai rompi lapangan dan wajah serius.

Beliau bahkan pimpin rapat lintas sektor malam harinya, kayak superhero yang habis patroli, langsung rapat koordinasi sama Avengers-nya KLH, Gubernur, DPRD, TNI, sampai pengelola taman nasional. Hasilnya? Dibentuklah Tim Restorasi Terpadu dengan prinsip satu peta, satu data, satu strategi. Mantap jiwa!

Kalau mau belajar tentang restorasi yang nggak asal-asalan, mari tengok negara lain Kosta Rika, negara kecil ini dulunya kehilangan hampir 75% hutannya. Namun dengan program pembayaran jasa lingkungan dan pelibatan masyarakat, sekarang hutan mereka tumbuh lagi hingga menutupi lebih dari 50% wilayahnya. Keren? Iya. Bisa ditiru? Bisa banget!

India (Sundarbans), pemerintah lokal dan organisasi masyarakat ikut melindungi hutan bakau, bahkan dengan pelatihan ibu-ibu rumah tangga untuk jadi penjaga hutan. Jadi, jangan salah, emak-emak juga bisa jadi pahlawan ekosistem!.

Desa Wonosadi di Gunung Kidul, Yogyakarta, warga secara swadaya menanam dan menjaga hutan, lalu bikin ekowisata kecil-kecilan. Hutan kembali lebat, ekonomi warga juga naik. Jadi, restorasi itu bukan mimpi, asal ada niat dan semangat gotong royong.

Pemerintah juga nggak asal restorasi tanpa solusi, skema agroforestri adaptif disiapkan warga boleh berkebun, tapi tetap jaga fungsi ekologis hutan. Semacam pacaran sehat antara ekonomi dan lingkungan.

Harapannya, dari bekas kebun sawit bisa tumbuh kopi, kakao, madu hutan, bahkan jamur tiram. Kan nggak seru kalau hutan cuma punya satu komoditas kayak sawit, harus variatif, kayak isi toples lebaran.

Kita nggak bisa lagi pura-pura tidur di tenda kemah sambil bilang cinta alam, tapi diam saat hutan dibabat. Restorasi ekosistem bukan urusan KLH doang, tapi panggilan batin kita semua. Karena kalau hutan habis, banjir datang, suhu naik, dan akhirnya kita cuma bisa update status “Kenapa dunia makin panas ya?”

Ayo bantu dengan cara yang kita bisa tanam pohon, adopsi pohon, edukasi anak cucu, atau cukup jangan jadi penyebar hoaks soal “harimau nyamar jadi manusia”, karena seperti kata pepatah, “Kalau kita jaga hutan hari ini, hutan akan menjaga kita esok hari dari polusi, dari kekeringan, dan dari kehilangan akal sehat”

Tesso Nilo bukan tempat buat ditanamkan ambisi. Tapi tempat kita memanen nurani.

Kalau Menteri udah turun, harimau udah berdoa, gajah udah nari lambat, masa kita masih rebahan nunggu hutan pulih sendiri?

Ayo, jangan cuma jadi netizen. Jadilah bagian dari penyelamat rimba. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, nanti keburu harimaunya pindah ke apartemen.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek TRC Dilaksanakan

    Bimtek TRC Dilaksanakan

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam penanganan darurat tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP)  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi dibuka pada Selasa (23/3). Bimtek dibuka oleh Plt. Deputi bidang Penanganan Darurat, Dody Ruswandi, secara daring. Tujuan diadakannya Bimtek ini selaras dengan arahan Presiden RI […]

  • Audiensi Dengan Mendes PDTT, Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa Terhadap Kades

    Audiensi Dengan Mendes PDTT, Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa Terhadap Kades

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Sigit memastikan, seluruh personel kepolisian bakal melakukan pendampingan dan edukasi kepada Kepala Desa (Kades) terkait dengan penggunaan dana desa. “Ada edukasi oleh Polri kepada para […]

  • Jasindo Kembangkan Asuransi untuk Pecinta Olahraga dan Musik

    Jasindo Kembangkan Asuransi untuk Pecinta Olahraga dan Musik

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    TINGGI minat terhadap olahraga dan entertainment di tengah masyarakat, membuat PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mengembangkan produk baru bernama Fit Fun Insurance. Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia, Diwe Novara, selama pandemi Covid 19 minat masyarakat terhadap olahraga dan entertainment semakin tinggi. Hasil survei nasional Alvara Research Center menunjukkan bahwa 72,9% […]

  • Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    HARI ini, Rabu [6/5/2020] penderita positif COVID-19 di Sumsel semakin meningkat dratis dari sebelumnya kemarin tercatat 199 kasus, kini hari ini bertambah 11 kasus sehingga total menjadi 210 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, SKm saat video conference, sore ini, mengatakan, 11 orang yang positif Covid-19 dari Palembang tujuh orang. Kemudian, […]

  • Saksi Kriminal di Sumsel Masih Dihantui Ancaman, Kantor LPSK di Palembang Mulai Didorong Berdiri

    Saksi Kriminal di Sumsel Masih Dihantui Ancaman, Kantor LPSK di Palembang Mulai Didorong Berdiri

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Keberanian seseorang untuk menjadi saksi dalam perkara pidana tidak selalu berakhir mudah. Di Sumatera Selatan (Sumsel), ancaman dan teror dari pihak yang berkepentingan dalam sebuah perkara disebut masih menjadi salah satu alasan warga memilih mundur dan enggan memberikan kesaksian. Kondisi inilah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel sehingga mendorong penguatan perlindungan bagi saksi dan korban […]

  • KINI, MASYARAKAT BISA MILIKI LEBIH BANYAK UPK 75 TAHUN RI UNTUK BERTRANSAKSI

    KINI, MASYARAKAT BISA MILIKI LEBIH BANYAK UPK 75 TAHUN RI UNTUK BERTRANSAKSI

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.667
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) membuka kesempatan bagi masyarakat memiliki sebanyak-banyaknya Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) dengan menerapkan syarat 1 KTP berlaku untuk penukaran maksimal 100 lembar UPK 75 Tahun RI per hari. Oleh karena itu, masyarakat yang telah melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI dapat kembali dan terus melakukan penukaran. UPK […]

expand_less
WordPress Archive Gamezone | Video Gaming Blog & Esports Store WordPress Theme Gamger – Gaming Gear WooCommerce Theme GamiPress Admin Emails GamiPress Anniversaries GamiPress Badgr GamiPress Birthdays GamiPress BuddyBoss Notifications GamiPress BuddyPress Notifications GamiPress Conditional Emails GamiPress Conditional Notifications