Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 830
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, pelantikan itu bisa macam-macam bentuknya dari yang serius pakai toga sampai yang santai pakai sandal jepit di balai RW. Tapi Senin kemarin, pelantikan Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang digelar di Rumah Dinas Wali kota, [Rumah Aspirasi],  tempat yang biasanya dipakai rapat pejabat dan menampung keluhan proyek molor bahkan keluhan warga Palembang,   kini berubah jadi panggung pemuda dan semangat berpeci, kalau biasanya tamu datang pakai proposal, kali ini datang pakai niat.

Temanya cukup berat “Maju Bersama Membangun Palembang Sejahtera”. Beratnya itu setara kalimat motivasi di belakang truk kelihatan gagah, tapi nggak semua orang paham artinya, sampai tukang gorengan di depan rumah dinas pun sejenak menatap langit, membayangkan Palembang yang trotoarnya rapi, gorong-gorongnya nggak cuma tempat nyangkut sandal, dan lampu merahnya nggak perlu ditunggu dua kali Ramadan baru ganti.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir dengan gaya khas pejabat era digital, dengan senyum minimalis, jas licin, dan kalimat pembuka yang tidak terlalu panjang agar tak disangka khutbah Jumat. Tapi di tengah pidato yang awalnya datar seperti nasi uduk dingin, Dewa tiba-tiba melempar nostalgia.

“Saya pertama kali mengenal Pemuda Muhammadiyah tahun 1980,” katanya.
Langsung suasana jadi syahdu. Tahun 1980, Bung! Tahun dimana rambut masih lebat kayak semak-semak di kebun tetangga, BBM masih semurah sabun batang, dan hoaks belum berbentuk meme tapi gosip dari tetangga yang suka nyapu sambil nguping.

Dewa tidak sekadar menyebut angka tahun, ia seperti membuka pintu mesin waktu, ke masa ketika radio adalah segalanya, celana cutbray berjaya, dan anak muda bisa bangga hanya dengan jadi panitia lomba 17-an.

Katanya, Pemuda Muhammadiyah itu berintelektual dan berjiwa kebangsaan, kalimat yang terdengar seperti pujian, tapi dalamnya kayak sindiran halus buat generasi sekarang yang lebih hafal nama-nama skincare daripada pasal AD/ART organisasi.

Acara ini melantik 35 orang, sebuah jumlah yang cukup buat bikin tim sepak bola, plus ofisial, cadangan, tukang galon, dan grup WA internal yang isinya lebih banyak stiker ketawa daripada notulen rapat. Mereka berdiri gagah, sebagian semangat, sebagian lagi menyembunyikan bingungnya di balik peci mungkin dalam hati bertanya “Kapan makan siangnya?”

Ketua terpilih periode 2024–2028, Krisna Aditya, tampil seperti mahasiswa semester lima habis PKL, kalem, hemat kata, dan tetap menjaga posisi tangan di perut agar terlihat siap tapi nggak tegang. “Kami akan fokus pada pengkaderan yang berjenjang”, ucapnya.
Kalimat itu artinya siapa pun yang mau naik jadi pengurus nggak bisa cuma bermodal rajin upload quotes, tapi harus ikut proses yang jelas dari dicuci, digosok, baru dijemur di forum musyawarah.

“Kami juga akan mensolidkan Pemuda Muhammadiyah di Palembang”, tambahnya.
Sebuah misi yang tampaknya lebih sulit daripada nyatuin grup alumni SD, karena di zaman sekarang, yang solid itu cuma gorengan kalo kelamaan digoreng. Tapi ya, niat baik harus dirawat, seperti kata pepatah lama “Jika ingin berdiri tegak, jangan saling sikut di tengah barisan”. Kalau nggak bisa saling dukung, ya minimal jangan saling tusuk dari belakang, apalagi pakai password Wi-Fi.

Janji paling bikin mata wali kota berbinar adalah “Pemuda Muhammadiyah siap mengawal program-program Pemkot”

Sebuah kalimat yang, dalam dunia nyata, artinya bisa luas, mulai dari ikut mendampingi, mengawasi, sampai sesekali mengingatkan kalau programnya udah mulai melenceng kayak arah panah kena angin ribut. Tapi begitulah pemuda ideal, bukan cuma ikut foto bareng pas launching, tapi ikut nyangkul ide, bantu angkut pikiran, bahkan jadi oposisi kalau perlu, asal jangan oposisi yang toxic kayak mantan yang belum move on.

Acara ditutup dengan salam-salaman, dokumentasi, dan obrolan ringan yang lebih banyak bercanda daripada bahas kerja. Tapi dari balik canda itu, ada rasa haru bahwa di tengah zaman yang lebih cepat berubah dari harga cabai, masih ada pemuda yang mau duduk serius, berdiskusi, dan siap jalan bareng.

Karena hari ini, jadi pemuda itu bukan cuma soal umur, tapi soal mau mikir dan bertindak, bukan cuma jago bikin poster, tapi siap turun ke lapangan meski bajunya belum disetrika.

Dan kelak, di tahun 2028, semoga mereka tak sekadar jadi catatan dalam SK, tapi jadi bukti nyata bahwa pemuda masih bisa jadi tulang punggung, bukan cuma tulang rusuk yang sibuk cari pasangan.

Di rumah dinas itulah sejarah kecil dicatat, bukan karena camilan enak atau lighting panggung, tapi karena sekelompok pemuda datang bukan untuk cari panggung, tapi untuk memikul amanah, dan seperti kata orang tua dulu. “Jangan takut jadi tua, takutlah kalau muda tapi nggak ngapa-ngapain”.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Hafidz Indonesia raih juara di MHQ Thailand

    2 Hafidz Indonesia raih juara di MHQ Thailand

    • calendar_month Minggu, 5 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Dua penghafal Al-Quran (hafidz) Indonesia berhasil meraih juara 1 dan 2 cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam gelaran Asean Qur’an Memorization Competition yang dihelat Muslim Association of Al-Qur’an Reader of Thailand.  Kompetisi MHQ ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2-4 Maret 2023, di Thailand. “Alhamdulillah dua hafidz (penghafal Qur’an) Indonesia berhasil meraih juara dalam gelaran […]

  • Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap 7 Raperda

    Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap 7 Raperda

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.477
    • 0Komentar

        DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar Rapat Paripurna  dengan Agenda Pandangan Umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap 7 Rancangan Peraturan Daerah, pada Rapat Paripurna XI (II) yang berlangsung di Gedung DPRD Sumsel, Senin (24/2/2020). Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzarekki mempersilahkan kepada juru bicara masing-masing fraksi menyampaikan pandangan […]

  • Presiden Harapkan, Perguruan Tinggi Harus Lahirkan Alumni Paripurna

    Presiden Harapkan, Perguruan Tinggi Harus Lahirkan Alumni Paripurna

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 636
    • 0Komentar

    PERGURUAN tinggi harus dapat melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh sehingga memiliki jasmani dan rohani yang sehat, serta budi pekerti dan visi kebangsaan yang baik. Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa tugas tersebut bukanlah tugas yang ringan bagi perguruan tinggi namun harus dapat dicapai. “Karena kalau enggak (tercapai), kebawa ke mana-mana anak-anak kita nantinya. Sekali lagi, […]

  • Sudah Divaksin COVID-19, Lakukan 5 Hal Berikut Ini

    Sudah Divaksin COVID-19, Lakukan 5 Hal Berikut Ini

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    Pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi COVID-19 hingga ke pelosok Indonesia. Hal ini dilakukan guna mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Bila Anda sudah menerima undangan divaksin COVID-19, tidak perlu khawatir. Berikut lima hal yang perlu dilakukan setelah disuntik vaksin. Tetap di tempat untuk observasi Setelah disuntik vaksin, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap […]

  • Tingkatan Profesionalisme,  Indonesia – India Latihan Perang Bersama

    Tingkatan Profesionalisme, Indonesia – India Latihan Perang Bersama

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.040
    • 0Komentar

    DALAM meningkatkan profesionalisme dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo (TOM) – 357 dan KRI Usman Harun (USH) – 359 menggelar Passing Exercise (Passex) dengan unsur-unsur Indian Navy yakni INS Sahyadri-F49 dan INS Kamorta-P28, di perairan Laut Jawa, Minggu (19/06/2022) Keempat kapal perang dua negara sahabat itu melaksanakan latihan dengan membentuk formasi Charlie lambung […]

  • RI Siapkan Penyelenggara Global Platform 2022

    RI Siapkan Penyelenggara Global Platform 2022

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.418
    • 0Komentar

    BNPB yang didukung kementerian dan lembaga terkait terus mempersiapkan penyelenggaraan Global Platform 2022 (GP 2022). Kegiatan internasional yang akan dilangsungkan di Provinsi Bali menjadi tantangan bersama mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga kini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus mempersiapkan secara detail penyelenggaraan […]

expand_less
WordPress Archive PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin PayWay API (Westpac) Gateway for WooCommerce PDF Creator for NEX-Forms PDF Embed – WordPress PDF Viewer plugin PDF Password Protect PDF Product Catalog for WooCommerce PDF Viewer – Addon For Elementor