RAMADHAN selalu datang membawa dua suasana, hati yang ingin tenang dan dompet yang kadang ikut deg-degan. Begitu pula saat bulan puasa, isu harga naik langsung berseliweran. Telur disebut merangkak, beras dikhawatirkan menipis, minyak goreng jadi bahan obrolan. Padahal, belum tentu semuanya separah yang dibayangkan.
Tahun ini, kabar baiknya cukup menenangkan. Pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok di Palembang tetap aman menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Artinya, tak ada alasan untuk panik selama ramadan. Yang dibutuhkan justru strategi belanja yang rapi, bukan drama troli penuh tanpa arah.
Agar Ramadan tetap khusyuk tanpa bikin pengeluaran melonjak, ini tujuh tips sederhana yang bisa langsung dipraktikkan.
1. Buat daftar, bukan asumsi
Anda kendalikan rencana makan dari awal. Susun menu sahur dan buka puasa minimal untuk satu minggu. Hitung kebutuhan beras, lauk, minyak, gula, dan bahan pelengkap. Daftar belanja mencegah Anda membeli barang karena lapar mata.
2. Manfaatkan pasar murah resmi
Pasar murah digelar di 18 kecamatan dengan harga lebih terjangkau. Beras SPHP 5 kilogram Rp57 ribu, telur Rp27 ribu per kilogram, minyak goreng Rp14.700 per liter, daging kerbau beku Rp91 ribu per kilogram, hingga tepung terigu Rp10 ribu.
Tersedia juga voucher Rp10 ribu dari Bank Sumsel Babel dan Bank Palembang sebanyak 250 lembar per hari cukup menunjukkan KTP. Datang lebih awal agar peluang lebih besar.
3. Belanja sesuai kebutuhan, bukan ketakutan
Beberapa komoditas memang mengalami penyesuaian harga seperti telur. Namun kondisi itu masih terkendali. Membeli berlebihan justru memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat.
4. Siapkan menu alternatif cerdas
Anda bisa mengganti bahan yang naik dengan pilihan lain yang tetap bergizi. Variasi menu membantu menjaga anggaran sekaligus membuat sajian lebih beragam.
5. Simpan bahan dengan teknik tepat
Gunakan wadah tertutup untuk bahan kering, simpan sayuran dengan cara benar, dan atur stok berdasarkan masa kedaluwarsa. Pengelolaan stok yang baik mengurangi pemborosan.
6. Pisahkan anggaran Ramadan sejak awal
Tentukan batas belanja konsumsi dan sisihkan untuk zakat serta kebutuhan hari raya. Perencanaan membuat pengeluaran tetap terkontrol hingga akhir bulan.
7. Saring informasi sebelum percaya
Pastikan informasi harga dan ketersediaan barang berasal dari sumber resmi. Keputusan yang diambil berdasarkan data lebih menenangkan dibanding keputusan karena isu.
Dengan langkah ini, warga bisa menjalani Ramadan tanpa tekanan belanja berlebihan. Stabilitas tidak hanya dijaga pemerintah, tetapi juga oleh perilaku konsumsi masyarakat sendiri.
Di lapangan, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa kemarin turun langsung memantau pasar murah di Ilir Timur 3 untuk memastikan distribusi berjalan baik.
Ia menegaskan pemerintah kota terus menjaga komunikasi dengan distributor dan memperkuat koordinasi bersama Bulog agar pasokan beras dan bahan pokok strategis tetap tersedia sepanjang Ramadan.
Menurutnya, kestabilan harga bukan hanya soal angka di papan pasar, tetapi soal rasa aman masyarakat saat berbelanja. Ia memastikan pemerintah akan terus mengawasi pergerakan harga di lapangan dan mengambil langkah cepat jika ada indikasi lonjakan tidak wajar.
Pemerintah ingin warga fokus beribadah tanpa dihantui kecemasan soal kebutuhan dapur. Dengan stok yang terpantau dan distribusi yang dijaga, ia optimistis daya beli masyarakat tetap terpelihara hingga Idul Fitri nanti.
Pesan itu menutup kegelisahan tahunan. Ramadan seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan kepanikan.
Jika pemerintah menjaga pasokan dan warga belanja dengan bijak, suasana bulan suci bisa benar-benar terasa ringan di hati dan ramah di dompet warga. (***)