Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Nikah Massal Palembang – Ramai-ramai Cari Buku Nikah, Kayak Lagi Promo Beli 1 Gratis 1

Nikah Massal Palembang – Ramai-ramai Cari Buku Nikah, Kayak Lagi Promo Beli 1 Gratis 1

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 1.486
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, ada pemandangan unik yang bikin senyum-senyum geli sekaligus angkat topi, sebanyak 50 pasang pengantin ikut nikah massal. Kalau biasanya nikah itu urusannya dua orang plus penghulu, kali ini rame-rame kayak acara konser. Bedanya, tiket masuknya bukan gelang festival, tapi berkas fotokopi KTP, KK, dan saksi yang rela ikut duduk lama.

Dari 50 pasang itu, 49 harus ikut Sidang Isbat, alias sidang buat melegalkan pernikahan yang udah duluan akad tapi belum punya buku nikah resmi. Nah, ada 1 pasang pengantin baru yang langsung nikah tanpa lewat jalur “sidang”. Jadinya unik, kayak acara nikah massal ini punya dua jalur regular isbat dan fresh wedding edition.

Bayangkan suasananya, satu ruangan penuh pasangan deg-degan, ada yang udah 10 tahun hidup bareng tapi baru sekarang ketemu hakim, ada yang rambutnya udah ubanan tapi senyum-senyum manis kaya abege mau dilamar. Semua duduk rapi, nunggu dipanggil satu-satu. Dari jauh, suasananya mirip kayak antrian CPNS, bedanya yang dicari bukan SK PNS, tapi buku nikah.

Lucunya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Palembang, Ichsanul Akmal, bilang kalau “semua dimulai dari buku nikah”
Kalimat ini sekilas serius banget, tapi kalau dipikir-pikir, memang bener, buku nikah itu ibarat kartu member all access.

Bayangin mau bikin akta kelahiran anak, harus ada buku nikah. Mau ngurus warisan, lagi-lagi buku nikah. Mau daftar sekolah anak biar nggak ribet, buku nikah. Bahkan kadang, buat syarat bikin rekening keluarga pun suka ditanya “Mana buku nikahnya, Pak?”.

Jadi jangan heran kalau nikah massal ini serasa kayak promo beli 1 gratis 1. Dulu udah akad (beli 1), sekarang dapat buku nikah resmi (gratis 1), tinggal kurang bonus mug cantik atau voucher belanja.

Sidang isbat ini mirip audisi ajang pencarian bakat, karena hakim jadi juri, pasangan maju satu-satu,

Ditanya: “Betul ini pasangan Anda?”

Pasangan jawab kompak: “Sah, Pak Hakim!”

Kalau cocok, hakim ketok palu, kalau nggak cocok, mungkin harus nyanyi dulu biar meyakinkan. Untungnya ini bukan Indonesian Idol, jadi nggak ada yang disuruh teriak nada tinggi.

Dan lucunya, setelah sidang, pasangan langsung senyum lega, ada yang sampai posting di media sosial. “Akhirnya sah secara negara. Buku nikah in my hand, kayak pegang tiket konser Coldplay, cuma ini bisa dipakai seumur hidup”.

Dari 50 pasangan, hanya 1 pasangan pengantin baru yang nggak ikut sidang, mereka ibarat murid baru di sekolah yang langsung dapat buku paket tanpa ribet. Sementara 49 pasang sibuk ngurus berkas, mereka tinggal dandan cantik dan ganteng, duduk manis, langsung akad.

Pasti di dalam hati mereka mikir “Syukurlah kita baru nikah, kalau ikut sidang, bisa-bisa deg-degan kayak disidang skripsi”

Acara ini juga sering jadi ajang reuni tak terduga, bayangin aja kalau ada pasangan ketemu tetangganya di sana. “Loh, Bu, ternyata sama ya, baru ngurus buku nikah sekarang?”

“Iya, Pak, malu juga sebenarnya, tapi yang penting sekarang sah”.

Bahkan bisa aja ada yang ketemu mantan, gimana rasanya?, lagi nunggu giliran sidang, eh duduknya sebelahan sama mantan yang juga baru mau isbat, itu deg-degannya dobel, bukan karena hakim, tapi takut salah sebut nama pasangan.

Di balik semua kelucuan ini, sebenarnya acara nikah massal punya makna besar. Banyak pasangan di masyarakat yang dulu nikah sederhana tanpa administrasi resmi. Entah karena keterbatasan biaya, kurang akses informasi, atau merasa cukup “sah” secara agama.

Masalahnya, ketika tidak ada buku nikah, muncul banyak kendala, misalnya anak kesulitan urus akta lahir, tidak punya perlindungan hukum kalau ada masalah waris, susah akses layanan tertentu dari pemerintah, dan makanya, program nikah massal plus  sidang isbat ini bukan cuma acara seremonial, tapi juga bentuk pencerahan hukum, pemerintah hadir untuk bilang “Ayo, jangan takut. Negara ini siap ngurusin legalitas, supaya hidup kalian lebih gampang”.

Jadi  oleh karena itu, cinta itu penting, tapi legalitas lebih penting, kalau cuma nikah siri tanpa buku nikah, cinta bisa tetap jalan, tapi anak dan pasangan bisa kesulitan di kemudian hari. Buku nikah bukan sekadar kertas, maksudnya dia adalah bukti yang membuat keluarga kita punya payung hukum. Jadi, jangan disepelekan dan Pemerintah plus masyarakat sama dengan sinergi. Pemerintah bikin program, masyarakat antusias daftar. Hasilnya? 50 pasang lebih tenang, anak-anak mereka lebih terlindungi.

Nikah massal di Palembang ini sukses jadi tontonan sekaligus tuntunan, dari luar keliatan kocak, rame-rame kayak promo belanja, ada yang deg-degan kayak audisi, sampai ada yang paling santai karena baru nikah. Tapi di balik itu semua, ada pesan serius legalitas pernikahan itu penting.

Jadi, kalau ada yang masih ogah-ogahan urus buku nikah, ingatlah “Cinta bisa bikin kenyang hati, tapi buku nikah bikin kenyang dompet dan aman masa depan”.

Selamat buat 50 pasangan yang sah secara negara dan agama, semoga rumah tangga mereka adem ayem. Dan buat yang belum punya pasangan? Tenang aja, kalau nanti ada nikah massal lagi, siapa tahu kamu bisa ikut, asal jangan cuma buat nyari promo gratisan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ente Mau Nikah !, Kemanag Tawarkan Layanan Daftar Nikah Secara Daring, Ini Cara Daftar Akunnya..

    Ente Mau Nikah !, Kemanag Tawarkan Layanan Daftar Nikah Secara Daring, Ini Cara Daftar Akunnya..

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Layanan berbasis digital terus menjalar di kantor layanan publik, salah satunya di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebagai kantor layanan keagamaan di tingkat kecamatan, KUA telah menyediakan layanan daftar nikah secara daring. Kepala Subdit Mutu Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jajang Ridwan mengatakan, mendaftar nikah lewat daring jauh […]

  • Urai kemacetan, kata Pj Walikota Palembang

    Urai kemacetan, kata Pj Walikota Palembang

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang untuk memecah kemacetan di berbagai wilayah di jam-jam sibuk. Diantaranya, diberlakukannya Contaflow di kawasan Jalan Kol. H. Burlian atau lebih tepatnya dari jalan di depan RS Siti Fatimah hingga ke depan Korem.   “Ini masih akan kita kaji ulang keefektifannya,” kata Pj Walikota Palembang Ucok A. Darmenta saat […]

  • MTQ ke XXX, 20 peserta KTIQ siap hasilkan karya tulis terbaik di babak penyisihan

    MTQ ke XXX, 20 peserta KTIQ siap hasilkan karya tulis terbaik di babak penyisihan

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pelaksanaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXX tingkat Provinsi Sumatera Selatan di kabupaten Musi Banyuasin berjalan dengan sangat baik dan lancar, Sabtu (04/05/2024). Sejumlah cabang yang diperlombakan hari ini di masing-masing venue sesuai dengan jadwal salah satunya lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Lomba karya tulis tersebut digelar di Auditorium Pemkab Muba […]

  • Pastikan Progres Jalan Penghubung, Gubernur Laksanakan Peninjauan

    Pastikan Progres Jalan Penghubung, Gubernur Laksanakan Peninjauan

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    DISELA kunjungan kerjanya di Kabupaten OKU Timur pada Jum’at (15/4), Gubernur Sumsel H Herman Deru secara spontanitas meninjau sejumlah infrastruktur  jalan  dan  jembatan. Salah satunya ruas jalan penghubung antara Kabupaten OKU Timur yang terletak di Desa Campang Tiga Kecamatan Cempaka dan Kabupaten Ogan Ilir di Desa Muara Kuang. Dimana jalan dengan panjang puluhan kilometer tersebut […]

  • Palembang petakan dan evaluasi kinerja guru

    Palembang petakan dan evaluasi kinerja guru

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Seiring dengan perkembangan zaman, setiap instansi dituntut untuk menggunakan platform kekinian atau secara digitalisasi untuk memetakan dan mengevaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang. Salah satu upaya yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Adrianus Amri untuk memetakan dan mengevaluasi guru dan tenaga kependidikan tersebut, pihaknya menggelar […]

  • Subholding Gas Pertamina Targetkan 17.570 Pelanggan Baru Gas Bumi di Wilayah Deli Serdang & Medan

    Subholding Gas Pertamina Targetkan 17.570 Pelanggan Baru Gas Bumi di Wilayah Deli Serdang & Medan

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina akan memperluas jaringan infrastruktur gas bumi di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan sekitarnya yang dapat dinikmati oleh masyarakat untuk keperluan rumah tangga dan pelanggan kecil. Memasuki tahun 2022, PGN Sales and Region 1 wilayah Sumatera & Kepulauan Riau (SOR 1), sudah aktif melakukan sosialisasi produk gas bumi, […]

expand_less
WordPress Archive The Artist – Clean Responsive Portfolio WordPress The DMCS – WooCommerce Theme The Event Calender for AMP The Events Calendar Pro Community Events Addon The Events Calendar Pro Community Tickets Addon The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar The Events Calendar PRO WordPress Plugin The Events Calendar Shortcode and Templates Pro – WordPress Plugin