Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Tewasnya Petambang Diduga Lalai, PT Bukit Asam (PT BA) Dipolisikan

Tewasnya Petambang Diduga Lalai, PT Bukit Asam (PT BA) Dipolisikan

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
  • visibility 3.301
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

*Jasad Korban Belum Ditemukan

TEWASNYA seorang pegawai tambang di lokasi PT Bukit Asam (PT BA) tbk beberapa waktu lalu, membuat perusahAan tambang plat merah ini dilaporkan ke Polda Sumsel. Ikut juga dilaporkan PT TAMA, yang merupakan sub konnya.
Adalah pengurus Laskar Pemuda Sumsel Bersatu (LPSB) yang melaporkan hal tersebut ke Polda Sumsel.
Ini disampaikan Selasa (3/10/2020) saat mereka beraudiensi dengan Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar S, yang mewakili Kapolda Sumsel. Dalam hal ini , turut mendampingi Kanit III Subdit I Kamneg dan Kanit V Subdit I Kamneg.
Dalam audiensinya, Febri Zulian, Direktur Eksekutif LPSB menyampaikan laporan hasil pemantauannya terhadap kejadian/tragedi yang terjadi di kabupaten Muara enim tepatnya di Tambang Air Laya IUP PT.BA dan Subkon perusahaanya bernama PT.PAMA. Saat itu telah terjadi kecelakaan tambang yang mengakibatkan tewasnya seorang korban bernama Federik Hansen Sagala yang merupakan operator PT.PAMA . Juga beberapa alat berat tertimbun longsor di antaranya excavator PC 400 , 1 unit excavator PC 850 serta 1 unit dozer 375.
“Dalam kejadian tersebut kami kenilai bahwa ada beberapa dugaan unsur kelalaian oleh pihak perusahaan tambang, pengawas dan KTT PT.BA serta penanggung jawab PT.PAMA Persada Nusantara Job Side Tanjung enim. Sehingga perlu diadakan penelusuran dan penyelidikan lebih mendalam oleh pihak kepolisian. Besar harapan kami Polda Sumsel baik Dirkrimsus dan Dirkrimum Polda Sumsel dapat menemukan fakta-fakta pelanggaran hukum atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Dirkrimum dalam hal ini mewakili Kapolda Sumsel dalam menjawab hal tersebut, menegaskan akan menindaklanjuti laporan itu. “Kami dari Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel sesuai dengan ketentuan yang berlaku akan terjun ke lapangan dan kemarin juga kami sudah mengambil keterangan dari sembilan orang di lokasi dan saat ini masih dalam tahap lidik,” jelasnya.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik dari LPSB sebagai penyambung lidah rakyat untuk menyampaikan aspirasi demikian. Intinya adalah kami akan fokus mendalami pasal-pasal kecelakaan kerja di area tambang PT.BA & PT PAMA (SUBKON) di lokasi Air Laya tersebut dan akan menindak tegas serta melanjutkan ke tingkat sidik untuk semua bentuk pelanggaran. Terutama jika memang terdapat bukti-bukti serta fakta pelanggaran pidana terutama dalam pasal-pasal kecelakaan kerja,” jelasnya.
Masih Evakuasi
Manajer Humas, Komunikasi dan Adminsitrasi Korporat PT BA Iko Gusman ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa saat ini perusahaan masih fokus melakukan evakuasi akibat kejadian longsor di Tambang Air Laya Barat, Kamis (1/10/2020).
“Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA, Tim BASARNAS serta Tim Pendukung lainnya terus berupaya bekerja keras dan fokus siang dan malam dalam proses evakuasi,” jelasnya via Whatsap.
Sesuai prosedur, menurutnya, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang.
Selain itu juga perusahaan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tambang guna memastikan keamanan operasional tambang karena keselamatan dan keamanan para pekerja adalah prioritas utama perusahaan.
Dari waktu longsor yang menimbunkan korban dan peralatan di TKP, hingga Rabu (4/11/2020) jenazah korban dan peralatan yang tertimbun belum berhasil dievakuasi.
Berdasarkan data yang dihimpun Smselterkini.co,id, beberapa waktu yang lalu, tepatnya Senin (27/1/2020) seorang pekerja PT BA, Hartono (39) juga tewas dan dua lainnya luka-luka. Kecelakaan terjadi di area Belt Conveyor TLS 3 Tambang IUP Bangko Barat PT Bukit Asam. Ketiga korban tercatat sebagai karyawan PT Permata Enim Lestari (PEL).
Sementara korban pekerja tambang ilegal juga ditemukan di lokasi milik tambang rakyat. Peristiwa ini mewaskan 11 pekerja tambang rakyat. Korban tewas tertimbun pada Selasa (21/10/2020).. Pada kasus ini, Polres Muaraenim sudah menetapkan tiga tersangka. Yakni, penambang atau pekerja yang selamat.”
(**)sir
Tewasnya seorang pegawai tambang di lokasi PT Bukit Asam (PT BA) beberapa waktu lalu, membuat perusahan tambang plat merah ini dilaporkan ke Polda Sumsel. Ikut juga dilaporkan PT TAMA, yang merupakan sub konnya.
Adalah pengurus Laskar Pemuda Sumsel Bbersatu (LPSB) yang melaporkan hal tersebut ke Polda Sumsel.
Ini disampaikan Selasa (3/10/2020) saat mereka beraudiensi dengan Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar S, yang mewakili Kapolda Sumsel. Dalam hal ini , turut mendampingi Kanit III Subdit I Kamneg dan Kanit V Subdit I Kamneg.
Dalam audiensinya, Febri Zulian, Direktur Eksekutif LPSB menyampaikan laporan hasil pemantauannya terhadap kejadian/tragedi yang terjadi di kabupaten Muara enim tepatnya di Tambang Air Laya IUP PT.BA dan Subkon perusahaanya bernama PT.PAMA. Saat itu telah terjadi kecelakaan tambang yang mengakibatkan tewasnya seorang korban bernama Federik Hansen Sagala yang merupakan operator PT.PAMA . Juga beberapa alat berat tertimbun longsor di antaranya excavator PC 400 , 1 unit excavator PC 850 serta 1 unit dozer 375.
“Dalam kejadian tersebut kami kenilai bahwa ada beberapa dugaan unsur kelalaian oleh pihak perusahaan tambang, pengawas dan KTT PT.BA serta penanggung jawab PT.PAMA Persada Nusantara Job Side Tanjung enim. Sehingga perlu diadakan penelusuran dan penyelidikan lebih mendalam oleh pihak kepolisian. Besar harapan kami Polda Sumsel baik Dirkrimsus dan Dirkrimum Polda Sumsel dapat menemukan fakta-fakta pelanggaran hukum atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Dirkrimum dalam hal ini mewakili Kapolda Sumsel dalam menjawab hal tersebut, menegaskan akan menindaklanjuti laporan itu. “Kami dari Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel sesuai dengan ketentuan yang berlaku akan terjun ke lapangan dan kemarin juga kami sudah mengambil keterangan dari sembilan orang di lokasi dan saat ini masih dalam tahap lidik,” jelasnya.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik dari LPSB sebagai penyambung lidah rakyat untuk menyampaikan aspirasi demikian. Intinya adalah kami akan fokus mendalami pasal-pasal kecelakaan kerja di area tambang PT.BA & PT PAMA (SUBKON) di lokasi Air Laya tersebut dan akan menindak tegas serta melanjutkan ke tingkat sidik untuk semua bentuk pelanggaran. Terutama jika memang terdapat bukti-bukti serta fakta pelanggaran pidana terutama dalam pasal-pasal kecelakaan kerja,” jelasnya.
Masih Evakuasi
Manajer Humas, Komunikasi dan Adminsitrasi Korporat PT BA Iko Gusman ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa saat ini perusahaan masih fokus melakukan evakuasi akibat kejadian longsor di Tambang Air Laya Barat, Kamis (1/10/2020).
“Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA, Tim BASARNAS serta Tim Pendukung lainnya terus berupaya bekerja keras dan fokus siang dan malam dalam proses evakuasi,” jelasnya via Whatsap.
Sesuai prosedur, menurutnya, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang.
Selain itu juga perusahaan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tambang guna memastikan keamanan operasional tambang karena keselamatan dan keamanan para pekerja adalah prioritas utama perusahaan.
Dari waktu longsor yang menimbunkan korban dan peralatan di TKP, hingga Rabu (4/11/2020) jenazah korban dan peralatan yang tertimbun belum berhasil dievakuasi.

Korban Lain

Berdasarkan data yang dihimpun Sumselterkini.co,id, beberapa waktu yang lalu, tepatnya Senin (27/1/2020) seorang pekerja, Hartono (39) juga tewas dan dua lainnya luka-luka. Kecelakaan terjadi di area Belt Conveyor TLS 3 Tambang IUP Bangko Barat PT Bukit Asam. Ketiga korban tercatat sebagai karyawan PT Permata Enim Lestari (PEL).
Sementara korban pekerja tambang ilegal, juga ditemukan di lokasi milik tambang rakyat. Peristiwa ini menewaskan 11 pekerja tambang rakyat. Korban tewas tertimbun pada Selasa (21/10/2020).. Pada kasus ini, Polres Muaraenim sudah menetapkan tiga tersangka. Yakni, penambang atau pekerja yang selamat.”
(**)sir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Kenalkan Pulau Kemaro, Pemprov Sumsel Wacanakan Gelar Even 

    Bantu Kenalkan Pulau Kemaro, Pemprov Sumsel Wacanakan Gelar Even 

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.742
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana untuk menjadikan Pulau Kamaro menjadi salah satu obyek wisata air.Rencana itu pun disambut positif Pemprov Sumsel. Respon tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru, ketika Walikota Palembang Harnojoyo berkonsultasi kepada gubernur. Bahkan ke duanya langsung turun memantau Pulau Kemaro, kemarin. “Kita akan bahas lagi grand desainnya. Apakah nantinya untuk wisata pantai atau […]

  • Meski Belum Masuk Musim Kemarau, Pemprov Mulai Siaga Karhutla

    Meski Belum Masuk Musim Kemarau, Pemprov Mulai Siaga Karhutla

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

     MESKI belum memasuki musim kemarau, namun upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan akan digalakkan. Diketahui biasanya musim kemarau masuk pada bulan Maret, sehingga untuk pencanangan antisipasi karhutla dilakukan sejak dini. Di Kebun Raya Sriwijaya, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (11/2), Gubernur Sumsel Herman Deru sudah memerintahkan OPD (organisasi perangkat […]

  • Menag Pertanyakan Indonesia Belum Diizinkan Masuk Arab Saudi, Padahal Kasus COVID Lebih Rendah dari Amerika

    Menag Pertanyakan Indonesia Belum Diizinkan Masuk Arab Saudi, Padahal Kasus COVID Lebih Rendah dari Amerika

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    OTORITAS penerbangan Saudi baru saja memberikan izin masuk untuk 11 negara, yaitu: Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swis. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengaku belum memahami kenapa Indonesia belum mendapat izin masuk. Menag belum tahu kriteria yang digunakan Saudi. “Penanganan Covid saya kira menjadi isu penting. Penanganan […]

  • Periode Januari –Desember 2019, Ekspor Sumsel Turun 7,21 Persen

    Periode Januari –Desember 2019, Ekspor Sumsel Turun 7,21 Persen

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    EKSPOR Provinsi Sumatera Selatan periode Januari – Desember 2019 sebesar US$ 4.065,63 juta turun 7,21 persen dibanding nilai ekspor periode Januari – Desember 2018 yang sebesar US$ 4.381,40 juta. Sementara nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Desember 2019 sebesar US$338,74 juta,  naik 3,81 persen dibandingkan dengan ekspor bulan November 2019 yang sebesar US$ 326,30 juta Mengutip situs resmi, Badan Pusat Statistik […]

  • Momen Sumpah Pemuda, Wabup Dorong Pemuda OKI Bersatu & Bangkit dengan Inovasi dan Kreativitas 

    Momen Sumpah Pemuda, Wabup Dorong Pemuda OKI Bersatu & Bangkit dengan Inovasi dan Kreativitas 

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI, H.M Dja’far Shodiq didampingi Sekretaris Daerah beserta segenap Forkompimda hadir secara langsung di acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020, sekaligus memberikan apresiasi atas Prestasi membanggakan yang ditorehkan Pemuda-Pemudi di Bumi Bende Seguguk (2/10/2020). Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 di Lingkungan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2020 dilaksanakan secara sederhana dengan […]

  • CEO Indonesia Development Achievement Foundation Apresiasi IPC Palembang

    CEO Indonesia Development Achievement Foundation Apresiasi IPC Palembang

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – CEO Indonesia Development Achievement Foundation, Yuli Nurlina, apresiasinya kinerja IPC Palembang dalam bidang Community Development dan CSR baik untuk sektor pendidikan, sarana dan prasarana umum, maupun sosial kemanusiaan di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya. Menurutnya, IPC Palembang adalah salah satu BUMN yang aktif dalam hal pelaksanaan kegiatan Community Development dan CSR baik. […]

expand_less
WordPress Archive Gruene – Digital Marketing WordPress Theme Grulf – Golf Club WordPress Theme Grund - Creative Digital Agency Elementor Template Kit Grunge WordPress Theme Grupo Chat – Chat Room & Private Chat – Video Chat & Audio Chat – AI Chat – PHP Group Chat Code Gröwla – Digital Agency & Studio WordPress Theme GSlider – Premium Gutenberg Slider Block For WordPress Gsquare – Real Estate Theme Gueni – Business Solution Elementor Template Kit Guidan – NonProfit Charity WordPress Theme