KEJADIAN warga diterkam hewan buas kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Kali ini korban Yanto(30) seorang warga Tanjung Lago dilaporkan hilang setelah diterkam buaya saat sedang membersihkan kerang hasil tangkapannya di Pulau tikus seberang pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) Kabupaten Banyuasin.
Menurut warga yang mengetahui kejadian tersebut, Heri, mengatakan pada jam 17.00 wib Hari Senin (8/6) Yanto pergi bersama rekannya Karno berlabuh di Pulau tikus seberang Tanjung Api-Api untuk mencari kerang.
“Setelah mendapatkan banyak hasil tangkapan, Yanto langsung membersihkan kerang tersebut dipinggiran sungai, tiba-tiba ada buaya yang menerkam dan langsung menyeret tubuh korban ke dalam air sementara rekannya yang masih diatas perahu tidak dapat berbuat banyak,” katanya.
Setelah melihat kejadian itu, rekannya langsung menghubungi keluarga nya dan Pol Airud Polda Sumsel untuk melakukan pencarian korban.
“Pencarian ini dimulai sejak senin, Namun hingga hari ini korban tak kunjung ditemukan,” terangnya.
Sementara menurut Pol Airud Polda Sumsel di lokasi kejadian sudah terpasang papan peringatan bahwa lokasi tersebut merupakan habitat buaya, jarak lokasi dari pemukiman terdekat menempuh waktu perjalanan 45 menit dengan perahu cepat.
“Sebetulnya para nelayan yang biasa menyusuri perairan mengetahui di situ habitat buaya karena kalau lewat pasti kelihatan buayanya, hanya saja mungkin kadang kurang berhati-hati, sebab dimana ada buaya maka disitu juga biasanya banyak kerang,” jelasnya.
Pihaknya telah mengirim tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, serangan itu menjadi peristiwa kedua kalinya konflik buaya dan manusia dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya konflik satwa dilindungi buaya muara juga menewaskan seorang nelayan di Sungai Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. [***]
Laporan: Desi/ Banyusin
