Peristiwa

Demo Tuntut Masalah PTPN VII di Kantor Gubernur, Mahasiswa Ancam Kerahkan 7 Ribu Massa

foto : Istimewa

Sumselterkini.co.id, Palembang – Ratusan mahasiswa Uninversitas Sriwijaya [Unsri] kembali melakukan aksi demo di Kantor Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel]. Mereka mempertanyakan tim khusus yang dibentuk Gubernur Sumsel Herman Deru terkait penanganan masalah buruh dan tani dengan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir.

Dalam demo tersebut, juga diikuti oleh puluhan petani yang berasal dari Cinta Manis. Di tengah aksi, mahasiswa sempat terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian serta Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di dalam aksi ini, namun akhirnya dapat diredam.

“Kami datang kesini untuk menutut agar tim khusus yang dibentuk dan dijanjikan oleh Gubernur Sumsel dulu itu hanya omong kosong saja tidak ada tindakan hingga saat ini. Mereka janji kemarin akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat tetapi itu hanya janji saja,” kata Dedi salah satu pewakilan buruh dan petani, Kamis [25/4/2019].

Menurutnya permasalahan buruh dan tani dengan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir yang telah berlangsung sejak 37 tahun.

Hingga kini belum ada solusinya, para peserta aksi,  tim Gugus Tugas yang dibentuk Herman Deru dinilai  ingkar janji yang berjanji hanya dua pekan untuk menyelsesaikan permasalahan ini. Namun, belum ada tindakan apapun dari tim Gugus Tugas tersebut.

Dedi mengatakan, mereka menuntut kepada Gubernur Sumsel untuk segera menyelesaikan permasalahan kasus ini dengan PTPN VII.

Apalagi, pertemuan dengan tim khusus yang dibentuk pada 1 April lalu hingga saat ini belum ada tindakan hanya janji belaka.

“Ada luas sengketa tanah 1.230 hektare tetapi yang dibayar itu hanya 109 hektare saja di Desa Sribandung dan Bentung, Kabupaten Ogan Ilir.Perusahaan juga tidak punya HGU selama 30 tahun ini. Jadi, sesuai intruksi Presiden Jokowi kalau tidak punya HGU tanah dan lahan itu dikembalikan kepada rakyat,” tegasnya.

Jika persoalan ini belum juga diselesaikan nantinya, lanjut Dedi, pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak yakni 7 ribu massa.

Wawan selaku Ketua aksi Mahasiswa menjelaskan jika pihaknya membantu masyarakat desa Betund dan Sribandung untuk memperoleh hak nya. “Kami Mengininkan segera adanya penyelesaian masalah lahan di dua desa ini. Selanjutnya kami meminta Gubernur untuk Menekan badan pertahanan Nasional melakukan pengukuran ulang tanah di PTPN VII paling lambat 5 mei, dan mengadakan forum tim gugus tugas yang di hadiri mahasiswa dan perwakilan petani paling lambat 30 april,” ringkasnya.

Pihaknya pun meminta agar Kepala Badan Linggkungan Hidup, Edward Chandra agar siap untuk turun dari jabaranya jika permasalahan ini tidak selesai.

“Atas tuntutan ini, didalam kesepakatan yang di tanda tangani bapak kepala BLH menyanggupi dan siap turun dari jabatanya,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ahmad Najib yang di dampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Edward Chandra, yang turun menemui para aksi berjanji akan langsung cepat tanggap memproses tuntutan dari aksi yang dilakukan Mahasiswa dan Petani. Bahkan, pihaknya tidak akan sampai tanggal 5 Mei untuk memproses tuntutan-tuntutan tersebut.

“Besok, Jumat (26/4/2019) kami akan datang langsung ke Cinta Manis untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

“Mudah- mudahan semua bisa permasalahan ini selesai. Pak Gubernur juga telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya.[**]

 

Penulis : One

 

Comments

Terpopuler

To Top