Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Santri, Pasukan Sunyi yang Tak Viral Tapi Vital Banget!

Santri, Pasukan Sunyi yang Tak Viral Tapi Vital Banget!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 2.747
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU Socrates hidup di zaman sekarang, mungkin dia udah pensiun jadi filsuf dan buka channel YouTube, karena di dunia yang serba konten ini, orang lebih suka nonton unboxing kehidupan orang lain daripada merenungi hidupnya sendiri. Tapi di tengah gegap gempita dunia maya, ada sekelompok manusia yang tetap hidup dengan mode silent, siapa dia?, yaitu para santri di Pondok Pesantren.

Nah, di tengah gegap gempita dunia maya saat ini, yang kadang lebih rame dari rapat RT menjelang Lebaran itu, masih ada “pasukan sunyi”, bahkan  diam-diam berjasa menjaga moral negeri. Mereka nggak bikin konten joget, nggak bikin podcast gosip, tapi kerjaannya bikin doa dan ilmu terus mengalir untuk para santri.

Begitulah kira-kira pesan yang disampaikan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, saat menjadi Inspektur Upacara Puncak Hari Santri 2025 di Kampus 3 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Palembang, Rabu (22/10).

Dalam amanatnya, Deru bilang, santri bukan cuma ahli agama, tapi juga pejuang bangsa. “Semangat Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tahun 1945 itu bukti nyata peran pesantren dan santri dalam sejarah bangsa,” katanya lantang, bikin para santri yang baris pun jadi makin tegak, meski matahari Palembang sudah mulai ngintip ganas dari balik awan.

Kalau dulu santri berjuang pakai bambu runcing, sekarang alat tempurnya beda yakni laptop, modem, dan akhlak digital. Mereka bukan cuma hafal kitab kuning, tapi juga bisa ngedit video dakwah, nulis caption islami, bahkan bisa bikin konten lucu yang tetap syar’i.

Ibarat pepatah lama, “air tenang menghanyutkan”, santri itu kelihatannya kalem, tapi kalau sudah bergerak, bisa bikin perubahan tanpa banyak cakap.

Tapi ya…., nggak semua orang sadar pentingnya peran santri, kadang santri itu kayak WiFi di rumah baru dicari kalau hilang sinyal moralnya. Begitu pula dengan  moral bangsa yang mulai buffering, barulah semua sadar, “Eh…., mana santri? kok, kayaknya negeri ini mulai lemot nuraninya?”

Oleh sebab itu, ingatlah pondok pesantren itu adalah benteng moral dan intelektual bangsa,  karena santri itu bukan cuma hafal dalil, tapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras, bahkan hal-hal yang sering hilang dari masyarakat yang terlalu sibuk cari “likes” dan “followers”.

Harapannya untuk santri harus jadi generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh secara sosial.

Wah….., kalau dipikir-pikir, itu kombinasi yang langka, bro…. sekarang banyak yang kuat sosial media tapi rapuh spiritual, atau cerdas akademik tapi lemah moral. Santri sebaliknya, mereka mungkin nggak punya centang biru, tapi hati mereka bersih tanpa filter.

Acara Hari Santri itu juga dimeriahkan oleh drumband anak-anak pondok, suaranya bukan cuma bikin telinga melek, tapi juga hati bergetar, soalnya di balik dentuman itu, ada semangat merdeka versi santri, ceria tapi tetap santun.

Kalau kata orang Palembang, “Pecah galas jugo dak apo-apo asalke semangat dak pecah”, artinya, semangat harus tetap utuh walau badan udah peluh.

Di barisan belakang, beberapa santri bahkan keliatan masih sempat senyum-senyum, mungkin ngebatin. “Andai suara beduk Magrib seceria drumband ini, pasti jamaah penuh tiap waktu.”

Santri itu ibarat akar pohon. Nggak kelihatan di permukaan, tapi tanpa mereka, pohon besar bernama bangsa ini bisa tumbang diterpa angin zaman. Mereka nggak butuh tepuk tangan, cukup keyakinan bahwa ilmu yang mereka pelajari hari ini akan jadi cahaya bagi masa depan negeri.

Sebagai menutup amanatnya dengan ajakan. “Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,”

Pesan itu sederhana tapi dalam, bro, karena di zaman yang serba cepat dan ribut ini, orang bijak tahu, yang berisik belum tentu benar, dan yang diam belum tentu kalah.

Santri memang jarang trending, tapi kalau mereka berhenti belajar dan berdoa, mungkin negeri ini trending, namun di kategori chaos nasional.

Oleh karena itu, benar kata pepatah “Tak semua pahlawan pakai jubah, ada yang pakai sarung dan peci”

Jadi, lain kali kalau lewat pesantren dan lihat santri lagi nyapu halaman, jangan cuma lewat sambil scroll HP, siapa tahu, doa mereka itu yang bikin hidup kita tetap damai dan rezeki nggak seret.

Karena di balik kesunyian mereka, ada kekuatan besar yang tak bisa di-upload  keikhlasan.

Dan di dunia yang semakin bising ini, keikhlasan itu mahal…bro, lebih mahal dari endorse-an selebgram yang katanya lagi diskon akhlak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumur Bor Masjid Sultan Agung, Wudhu Makin Nyaman

    Sumur Bor Masjid Sultan Agung, Wudhu Makin Nyaman

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BULAN Ramadan selalu ditunggu. Aroma takjil menyebar di gang, anak-anak bersiap belajar mengaji, dan masjid menjadi pusat aktivitas, tadarus, pengajian, sholat tarawih. Tapi coba pikirkan kalau air bersih terbatas. Wudhu harus antre, ember kosong, galon bolong, semua bisa bikin tarawih kurang khusuk. Untungnya, Masjid Sultan Agung di Kelurahan Satu Ilir, Palembang, kini memiliki sumur bor […]

  • Simak yuk ! Belajar memahami pribahasa & maksud dari “mulut lebih cepat dari pada pikiran” hingga beda dengan “tebar fitnah”

    Simak yuk ! Belajar memahami pribahasa & maksud dari “mulut lebih cepat dari pada pikiran” hingga beda dengan “tebar fitnah”

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Belajar yuk ! peribahasa terkait “mulut lebih” maksudnya, berikut ada petikan puisi, simak di bawah ini : Di antara gemuruh kata-kata yang terlontar, Mulut bertindak cepat, pikiran belum sempat, Seakan riak air di sungai yang tak terkendali, Mengalir deras tanpa henti, melampaui batas. Dalam laju kata yang tak terbendung, Kelepasan lidah memunculkan akibat […]

  • Musda IV DWP Sumsel

    Musda IV DWP Sumsel

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    SEKDA Sumsel Nasrun Umar secara resmi membuka Musyawarah Daerah IV tahun 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel di Griya Agung, Selasa (28/01/2020). Pembukaan Musda IV DWP Sumsel ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Nasrun Umar didampingi Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar, juga disaksikan Penasehat DWP Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, serta Fauziah Mawardi […]

  • Tambah 93 Kasus Baru, Total Positif Covid -19 di Sumsel  2.568 kasus, Palembang Sumbang 63 Kasus, WHO : Potensi Menular Lewat Udara

    Tambah 93 Kasus Baru, Total Positif Covid -19 di Sumsel  2.568 kasus, Palembang Sumbang 63 Kasus, WHO : Potensi Menular Lewat Udara

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    KASUS baru positif covid-19 di Sumsel bertambah 93 orang sehingga total menjadi 2.568 orang, sementara Palembang masih terbanyak menyumbang kasus baru mencapai 63 kasus. Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Prov. Sumsel, Yusri, jumat [10/7/2020]. Selain di Palembang kata dia, kasus baru ditemukan di OKI 1 orang, Banyuasin 9 orang, PALI […]

  • Ente punya balita ! sejak dini ajarin dong berhitung, ada tips mudah, siapa tahu berguna

    Ente punya balita ! sejak dini ajarin dong berhitung, ada tips mudah, siapa tahu berguna

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.841
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Balita umur 3-4 tahun jika diajari dengan serisu berhitung, InsyaAllah akan menghasilkan generasi yang berkualitas, dan pelajaran matematika sejenisnya bisa ia minati kelak. Bahkan mengajari balita menghitung juga sebenarnya  dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mendidik. Nah, berikut adalah beberapa tips untuk mengajari balita menghitung: Gunakan objek nyata: Gunakan benda-benda di sekitar mereka, seperti […]

  • Jurnalis Disuntik Vaksin, Masyarakat Pers Apresiasi Pemerintah

    Jurnalis Disuntik Vaksin, Masyarakat Pers Apresiasi Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    KALANGAN masyarakat pers Indonesia menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas upaya pemberian vaksin kepada para wartawan Indonesia dari berbagai macam organisasi media massa di tanah air. Pemberian suntikan vaksin diperlukan oleh karena wartawan adalah satu dari beberapa profesi yang tetap bekerja di lapangan pada masa pandemi ini. Industri pers juga […]

expand_less
WordPress Archive PlusAgency – Multipurpose Website CMS / Business CMS Pluto Clean Personal WordPress Masonry Blog Theme Pmotion – Animated GIF and Video Maker For WordPress Podgorica – Environment and Renewable Energy WordPress Theme Podium | Fashion Model Agency WordPress Theme Podium – Model Agency WordPress Theme Podzed – Podcaster & Radio Station Elementor Template Kit Pofily – Woocommerce Product Filters – SEO Product Filter Point Finder Directory | Directory & Listing WordPress Theme Point of Sale System for WooCommerce (POS Plugin)