Pendidikan

Rp47 Miliar Cair! Kado Akhir Tahun untuk Guru Palembang

ist

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu…

BEGITULAH sepenggal Hymne Guru ciptaan Sartono, yang bikin hati hangat sekaligus senyum-senyum sendiri. Singkat, tapi sakti lantaran Guru itu sehari-hari adalah penyelamat otak-otak kecil, menghadapi murid-murid yang kadang lebih kreatif bikin onar. Mereka tetap sabar, tetap membimbing, dan kadang menahan gelak tawa sendiri.

Sekarang sabar mereka dibayar nyata. Pemkot Palembang mencairkan Tunjangan Hari Raya dan Tunjangan Profesi Guru senilai Rp47,7 miliar di akhir 2025. Kalau uang itu ditumpuk di kantin gorengan ludes, kopi susu aman, kantin rame, dan mungkin lahir Festival Ngopi Guru Palembang versi resmi.

Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa Msi, bilang “Saya berharap dana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai penyemangat kerja bagi para guru. Ini wujud apresiasi kami kepada pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari membangun generasi cerdas Palembang.”

Kepala Dinas Pendidikan, Affan Prapanca, menambahkan “Hari ini kita memberikan pembayaran tunjangan THR dan Tambahan Penghasilan (Tamsil) bagi para guru. Total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp47.736.000.000. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus memberikan kualitas pendidikan terbaik.”

Dana ini menyasar sekitar 14.000 guru dari berbagai jenjang. Besaran tunjangan bervariasi, tergantung lama pengabdian, status sertifikasi, dan guru agama yang mendapat tambahan hingga 3 tahun. Jadi bukan sekadar THR ala kadarnya tapi paket lengkap akhir tahun yang bikin guru tersenyum sambil menghitung, “Berapa gorengan dan kopi susu yang bisa aku beli sekarang?”

Selain tunjangan, Pemkot Palembang juga menjalankan program Satu Sekolah, Satu Guru S2,” memastikan tiap sekolah punya minimal satu guru berpendidikan lanjutan. Jadi kalau ada murid nanya, “Pak, kenapa rumus ini begitu?” guru bisa jawab ilmiah, bukan cuma, “Karena guru bilang begitu.”

Kalau dibandingkan kota lain, misal Bandung atau Surabaya, tunjangan guru di sana biasanya Rp20 30 miliar untuk jumlah guru hampir sama. Palembang lumayan royal, ya! Bahkan kalau semua guru menyalurkan tunjangan ini untuk kopi susu dan gorengan di kantin… jangan heran kalau lahir lomba ngopi tercepat se-Sumsel!

Pencairan tunjangan juga bikin guru mikir, ini duit bisa dipakai untuk pelatihan, sertifikasi, atau alat bantu mengajar. Jangan sampai habis cuma buat gadget mahal, tapi ilmu tetap sama. Palembang memberi contoh nyata menghargai guru itu investasi, bukan biaya rutin.

Akhirnya… Rp47,7 miliar cair, guru senyum, murid belajar, kantin rame lagi, Palembang tutup tahun dengan penuh energi. Inilah kadonya..(***)

Terpopuler

To Top