PULUHAN anak dan pemuda di Palembang mengikuti kelas kepemimpinan dan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama (NU) bersama Pemerintah Kota Palembang. Program ini melatih mereka mengelola masjid, merancang usaha komunitas, dan meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan di acara perjalanan NU selama satu abad.
Para marbot membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, sementara ustadz dan ustadzah memimpin diskusi kepemimpinan dan manajemen sosial. Pemuda NU memfasilitasi proyek kecil yang menolong warga kurang mampu dan mengajarkan cara mengelola bantuan sosial. Aktivitas ini menunjukkan NU menggabungkan dakwah dengan pendidikan praktis dan gerakan sosial yang nyata.
Program ini mendorong anak-anak dan remaja mengikuti kegiatan pendidikan dan sosial secara rutin. Peserta mengembangkan keterampilan baru, mulai dari kepemimpinan hingga pengelolaan proyek komunitas. Mereka juga mempraktikkan literasi digital dan strategi inovasi untuk membantu masyarakat di sekitar pesantren dan masjid.
Pemerintah Kota Palembang mendukung program ini dengan memberikan insentif marbot, jaminan sosial bagi ustadz dan ustadzah, serta bantuan operasional untuk da’i dan da’iyah. Dukungan ini memperluas dampak program, sehingga lebih banyak warga merasakan manfaatnya.
Ratusan tenaga pengajar dan pengurus masjid menyatakan program NU meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Kegiatan ini menekankan kolaborasi antara generasi muda, tokoh agama, dan pemerintah kota. Anak-anak dan pemuda mengikuti workshop kepemimpinan, kelas literasi digital, dan pelatihan kewirausahaan. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan semangat untuk menerapkan keterampilan yang mereka pelajari di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., menegaskan “Program ini membuktikan kolaborasi antara Pemerintah Kota dan NU mampu memberi manfaat nyata bagi generasi muda, marbot, ustadz, dan seluruh masyarakat. Kami berharap para peserta dapat menjadi pemimpin yang berakhlakul karimah dan berkontribusi nyata untuk Palembang yang sejahtera dan berkeadilan.”
Menurutnya perjalanan NU selama satu abad menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai Islam, memperkuat persatuan umat, dan menjadi pilar penting bagi keutuhan bangsa.
“NU membuktikan dakwah tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga melalui teladan, pendidikan, program sosial, dan pengabdian nyata kepada masyarakat. Kami berharap NU terus istiqomah, semakin kuat, dan selalu membawa manfaat bagi seluruh warga Palembang.”
Perayaan satu abad NU berlangsung di Gedung Graha Bandara Insani Talang Jambe akhir pekan lalu termasuk resepsi dan penganugerahan NU Sumsel Award.
Acara ini menegaskan nilai persatuan, pendidikan, dan gerakan sosial NU, sekaligus memperkuat komitmen organisasi Islam terbesar di Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan di Palembang. (***)