Pendidikan

Rencana Madrasah Terpadu di IKN Bisa Jadi Model Kota Pendidikan

foto : kemenag

IBU Kota Nusantara (IKN) direncanakan memiliki Madrasah Terpadu seluas 21 hektare yang bukan sekadar sekolah, tetapi bagian dari perencanaan kota modern.

Kompleks ini akan menggabungkan ruang kelas, asrama, fasilitas olahraga, dan masjid, menciptakan lingkungan belajar yang juga menjadi pusat aktivitas sosial bagi keluarga ASN dan warga sekitar.

Konsep ini menekankan integrasi fasilitas publik dan pendidikan dalam satu kawasan. Anak-anak dapat belajar, berolahraga, dan tinggal di area yang sama, sementara orang tua dan ASN memiliki akses cepat ke kantor, rumah susun, dan layanan kesehatan.

Pendekatan ini dirancang untuk membentuk pola hidup terpadu dan efisien, berbeda dari sekolah konvensional yang terpisah dari hunian dan fasilitas publik.

Madrasah akan mengimplementasikan kurikulum terpadu yang menggabungkan pembelajaran akademik, pendidikan agama, dan program ekstrakurikuler. Selain meningkatkan kompetensi siswa, pendekatan ini juga bertujuan membangun karakter, kemandirian, dan interaksi sosial di tingkat komunitas.

Asrama menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar siswa dari berbagai latar belakang.

Pemerintah menilai proyek ini sebagai eksperimen dalam urban planning. Integrasi sekolah dengan fasilitas ASN dan layanan publik memungkinkan kota baru ini beroperasi secara efisien, sekaligus menciptakan komunitas yang kohesif.

Langkah ini juga bisa menjadi model bagi pengembangan kota baru lain di Indonesia, di mana pendidikan dan tata kota berjalan beriringan.

Selain perencanaan fisik, madrasah terpadu di IKN juga menjadi bagian dari strategi digitalisasi Kemenag. Infrastruktur modern memungkinkan koordinasi vertikal dari pusat ke daerah lebih cepat dan responsif. ASN dan tenaga pendidikan dapat bekerja lebih efektif, sementara sekolah dapat memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar.

Pembangunan diperkirakan berlangsung beberapa tahun, dengan fokus pada kualitas fasilitas, standar keselamatan, dan keberlanjutan. Setiap tahap mengikuti regulasi pendidikan nasional agar lingkungan belajar nyaman, aman, dan mendukung prestasi akademik siswa.

Menanggapi rencana ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, “Dengan fasilitas ini, Kemenag bisa mengelola seluruh unit vertikal dari pusat sampai daerah tanpa harus terpusat di Jakarta,” pada Jumat, 20 Februari 2026.

Jika terealisasi, Madrasah Terpadu di IKN bukan hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga simbol integrasi pendidikan, komunitas, dan perencanaan kota. Kompleks ini diharapkan bisa membentuk pola hidup baru yang menggabungkan efisiensi, kualitas pendidikan, dan interaksi sosial, menjadikannya contoh bagi kota-kota baru di masa depan.(***)

To Top