Sumselterkini.co.id, – Lebaran emang selalu ditunggu-tunggu, meski masih jauh, tapi tahun ini ada dua PR gede yang gak bisa dianggap sepele, yakni cuaca ekstrem yang siap bikin ribet dan harga-harga yang mulai naik pelan-pelan.
Bukan cuma soal beli baju baru atau nyiapin THR, tapi juga soal gimana masyarakat bisa tetap nyaman, aman, dan gak terlalu kebebanan sama situasi ini.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyimak arahan Mendagri RI, M. Tito Karnavian tentang Penanganan Inflasi di Daerah Tahun 2025 dirangkaikan dengan Pembahasan Antisipasi Cuaca Ekstrem Periode Idul Fitri 1446 Η secara virtual di Sumsel Command Center, Senin, (10/3/2025).
Karena dua hal ini bisa ngeganggu persiapan dan euforia Lebaran, makanya beliau langsung gaspol! Senin (10/3/2025), bareng jajaran ikut Rapat. Gak mau buang waktu, rakor ini jadi ajang buat nyusun strategi biar Sumsel tetap aman dari dampak cuaca ekstrem sekaligus memastikan inflasi gak makin liar. Karena kalau dua masalah ini gak ditangani dari sekarang, bisa-bisa Lebaran tahun ini malah penuh drama!
Di forum itu, Mendagri M. Tito Karnavian gak main-main. Beliau wanti-wanti pemerintah daerah biar gak santai-santai dalam menghadapi potensi bencana dan gejolak harga.
“Masyarakat jangan dibiarkan sendiri. BMKG udah kasih kode soal cuaca ekstrem, sekarang tugas kita buat sigap. Gak boleh nunggu sampai ada korban, semua harus gercep (gerak cepat)! Segera koordinasi sama Forkopimda, siapkan mitigasi bencana, dan pastikan setiap daerah punya langkah antisipatif,” tegasnya.
Pesannya jelas, negara harus hadir, jangan sampai rakyat sendirian menghadapi situasi yang makin gak menentu ini.
Selain ancaman cuaca ekstrem, harga-harga juga mulai gerak naik. Data terbaru nunjukin indeks harga di minggu pertama Maret 2025 mengalami kenaikan. Nah, kalau ini gak segera ditangani, bisa-bisa daya beli masyarakat makin tergerus, dan Lebaran yang seharusnya jadi momen bahagia malah berubah jadi beban berat. Tito pun menegaskan kalau Pemda harus pasang mata dan kuping buat menganalisis penyebab kenaikan ini.
“Cari tahu apa penyebabnya, terus ambil langkah konkret supaya harga-harga tetap stabil. Kalau perlu intervensi, segera lakukan biar rakyat gak makin terbebani,” tambahnya.
BMKG juga udah kasih peringatan serius. Dari prediksi mereka, Maret sampai Mei 2025 bakal jadi periode yang cukup mengkhawatirkan. Hujan deras diprediksi masih bakal rajin mengguyur beberapa wilayah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Artinya? Banjir, longsor, dan gangguan transportasi bisa terjadi kapan aja. Apalagi, Mei nanti bakal jadi masa peralihan ke musim kemarau, yang berarti kondisi cuaca bakal gak menentu. Ini jelas berpengaruh ke banyak sektor, mulai dari pertanian, logistik, sampai transportasi. Dan yang paling krusial, dampaknya bisa berimbas ke stok dan harga pangan, terutama pas momen mudik dan Lebaran.
Tapi tenang, Rakor ini bukan cuma ajang curhat soal masalah yang ada. Pemerintah pusat dan daerah udah siap ngegas dengan berbagai strategi buat mengantisipasi situasi ini. Ada pembahasan tentang pengendalian inflasi, ketersediaan bantuan buat daerah yang terdampak bencana, sampai langkah-langkah buat menjaga stok pangan tetap aman. Intinya, Sumsel gak mau kecolongan. Semua pihak bakal bahu-membahu supaya Lebaran tetap kondusif, gak ada bencana besar, harga-harga tetap terkendali, dan masyarakat bisa merayakan dengan tenang tanpa khawatir dompet jebol.
Jadi, siap hadapi Lebaran dengan cuaca ekstrem & harga naik? Jangan panik, tetap waspada, dan pastikan kita semua saling jaga!.[***]