Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » CATATAN PINGGIR : Petugas Damkar dari Padamkan Api sampai Nenangkan Emak Panik

CATATAN PINGGIR : Petugas Damkar dari Padamkan Api sampai Nenangkan Emak Panik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 912
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi. Sementara sebagian warga Palembang masih rebahan sambil ngucek-ngucek mata, di Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Palembang, kopi sudah tinggal ampas, sepatu bot sudah rapi berjajar, dan suara HT (handy talky) mulai berisik kayak grup WhatsApp keluarga saat musim kirim ucapan Lebaran.

Hari itu, Kamis, 10 Mei 2025, bukan hari biasa. Selain masih suasana halal bihalal, Wali Kota Palembang Ratu Dewa datang langsung ke markas Damkar, bukan buat inspeksi semprot air, tapi untuk bersalaman dan memberikan penghargaan setulus hati. Di tengah aroma nasi goreng kantin dan dengungan AC tua, Pak Wali menyampaikan rasa bangganya kepada para petugas Damkar yang tetap siaga selama Ramadan hingga Idul Fitri. “Saya kasih apresiasi yang setinggi-tingginya. Mereka ini pejuang 24 jam. Dari urusan kebakaran sampai pelepasan cincin anak-anak yang iseng,” ujar Ratu Dewa sambil senyum lebar dan semangat layaknya motivator acara pagi.

Tak sampai sejam setelah Pak Wali pulang, bunyi sirene darurat kecil meraung. Bukan panggilan kebakaran, tapi laporan dari ibu-ibu di kawasan Bukit Kecil anaknya memasukkan cincin ke jari telunjuk, dan sekarang jarinya udah merah kayak tomat keramas.

Petugas yang berangkat, Bang Indra dan Bang Yandi, langsung gas. “Pekerjaan ini udah biasa. Tapi tetap deg-degan tiap kali liat ibu-ibu panik,” kata Bang Indra sambil nyengir.

Di lokasi, mereka gak bawa alat berat. Cukup satu set alat pemotong mini, pelumas, dan rayuan lembut ala Paman Gober. Setelah 15 menit operasi penyelamatan jari, si anak sukses lepas dari nasib jadi Wolverine gagal. Semua tepuk tangan, ibu anak peluk-pelukan, petugas pamit dengan senyum seperti baru nyelamatin dunia.

Belum sempat makan siang, laporan lain masuk “Ada biawak nyasar ke kamar tidur warga.” Lokasinya di kawasan Plaju. Tanpa pikir panjang, dua petugas meluncur. Sesampainya di rumah, si pemilik nyaris manjat lemari karena takut, dan biawaknya malah santai di bawah meja rias, seolah lagi nunggu makeup artist. “Biawak ini udah tua, Pak. Gak agresif. Tapi baunya ya, ampun,” ujar petugas sambil cekikikan.

Dalam waktu 10 menit, biawak berhasil dijinakkan dan dimasukkan ke karung. Bukan ditangkap pakai kekerasan, tapi pakai kesabaran dan teknik khusus yang biasa dipakai buat nangkep mantan tenang, sabar, dan jangan banyak gerak.

Tak lama berselang, giliran laporan kebakaran di salah satu rumah di Talang Betutu. Penyebabnya: colokan listrik ditumpuk-tumpuk sampai kayak nasi tumpeng, dan kipas angin dibiarkan menyala 24 jam non-stop sejak malam takbiran.

Mobil Damkar pun meluncur dengan iring-iringan seperti kirab pengantin. Hanya saja, pengantinnya adalah tim penyelamat yang siap nyemplung ke rumah berasap, bukan bawa mahar dan seserahan.

“Panasnya luar biasa, Pak. Tapi alhamdulillah, gak ada korban,” ujar Bang Riza, komandan regu, sambil ngelap keringat dengan tisu basah yang entah kenapa aromanya kayak daun pandan.

Menjelang maghrib, petugas balik ke posko. Sebagian lelah, sebagian mulai bersiap untuk shift malam. Ada yang nyuci selang, ada yang makan mie rebus, ada yang main catur sambil tidur. Hidup mereka gak glamor, gak viral, dan jarang masuk FYP. Tapi hari itu, mereka mendapat satu hal yang jarang mereka rasakan  dihargai.

Wali Kota Ratu Dewa bilang, “tugas Damkar itu gak sepele. Mulia, bahkan sering kali mereka datang lebih dulu dari rasa panik kita.”

Dan memang betul. Mereka bukan cuma pemadam api. Tapi pemadam panik, pemadam drama, bahkan pemadam urusan domestik warga. Maka tak heran kalau Kepala Dinas Kemas Haikal sedang perjuangkan penambahan tunjangan dan formasi. Karena kerja sebanyak ini, dengan personel yang kurang, ya ibarat masak gulai pakai rice cooker bisa, tapi nyusahin semua.

Jangan cuma inget Damkar pas dapur kebakar. Mereka ada juga saat kita butuh melepaskan cincin, menangkap biawak, atau sekadar memastikan hidup tetap aman dan nyaman. Mereka adalah pasukan merah yang tak kenal lelah, bahkan ketika toples sagon udah kosong dan amplop THR tinggal isi janji.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Lakalantas Didomonaso Tingkat SLTA, Menhub: : Sayangi Nyawa Kalian & Disiplin Berlalu Lintas

    Korban Lakalantas Didomonaso Tingkat SLTA, Menhub: : Sayangi Nyawa Kalian & Disiplin Berlalu Lintas

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    KEMENHUB menyebutkan korban kecelakaan terbesar di Indonesia pada tahun lalu  berdasarkan tingkat pendidikan, banyak terjadi pada kalangan SLTA, sebanyak 80.641 orang, SLTP (17.699 orang), dan SD (12.557 orang). Sedangkan, untuk tingkat pendidikan D3 (770 orang), S1 (3.751 orang), dan S2 (136 orang). Korban kecelakaan berlalu lintas di jalan raya didominasi oleh usia produktif antara 20 sampai dengan 29 […]

  • Gubernur Minta Kepala Daerah Jeli Baca Potensi Wilayah Guna Tingkatkan PAD

    Gubernur Minta Kepala Daerah Jeli Baca Potensi Wilayah Guna Tingkatkan PAD

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru minta kepada daerah supaya jeli membaca potensi yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD. Dan tidak tergiur dengan potensi daerah lain  yang bisa membuat lalai akan potensi daerahnya. “Kita tau, OKU Timur ini memiliki potensi bidang pertanian, perkebunan dan kultural. Ini harus terus dimaksimalkan oleh para penerus estafet kepemimpinan OKU Timur,” […]

  • patung-ikan-belido

    Wow, Patung Ikan Belido Senilai Rp3,3 Miliar Hiasi BKB

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.219
    • 0Komentar

    Patung ikan Belido dibuat di Kabupaten Boyolali,  Jawa Tengah oleh seorang seniman asli Boyolali, dan hari ini rencananya akan dipasang oleh kontraktor yang ditunjuk PTBA. Patung Balido memilik berat 2 ton ini menambah lagi icon Kota Palembang,  karena Balida merupakan ikan yang langkah saat ini.

  • Gubernur Sampaikan Langsung Bantuan dari Presiden Jokowi Untuk Korban Kebakaran

    Gubernur Sampaikan Langsung Bantuan dari Presiden Jokowi Untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru menyampaikan langsung bantuan dari Presiden Joko Widodo untuk para korban kebakaran di Palembang. Di bawah guyuran hujan gerimis Gubernur Sumsel H. menemui para korban kebakaran yang menghanguskan 18 rumah di Lorong Mess Garuda RT 34 dan RT 35, Kecamatan Bukit Kecil, (Samping Pasar Gubah), Selasa (26/01/2021) siang.  Gubernur dalam […]

  • Reses Masa Sidang I, Begini Hasilnya Kata Wakil Ketua Komisi IV Partai Gerindra DPRD OKI

    Reses Masa Sidang I, Begini Hasilnya Kata Wakil Ketua Komisi IV Partai Gerindra DPRD OKI

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2021 telah melaksanakan reses masa sidang I, untuk secara langsung menjaring aspirasi masyarakat. Senin (22/02/2021). Seperti halnya yang dilakukan Anggota DPRD sekaligus politisi Partai Gerindra, Maryani, yang melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihnya (Dapil) 5 yaitu Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya guna menyerap […]

  • Kasus Varian Baru Harus Jadi Peringatan Bagi Masyarakat

    Kasus Varian Baru Harus Jadi Peringatan Bagi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    PENEMUAN kasus Omicron pertama menjadi peringatan bahwa kita harus tetap waspada dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan, tanpa perlu khawatir berlebihan. Protokol kesehatan (prokes) menjadi sarana pencegahan yang mudah dan murah untuk dilakukan masyarakat. “Kondisi kasus yang cenderung baik seyogyanya tidak membuat kita abai dan lengah menerapkan protokol kesehatan. Mengingat besarnya dampak yang terjadi akibat lonjakan […]

expand_less
WordPress Archive Memento – Photography & Blog Elementor Template Kit Memoir – Tumblog Style WordPress Theme Memoir – Wedding Event & Party Organizer Elementor Template Kit Memoreel – Photography Template Kit Memory – Wedding Photography Elementor Template Kits Menda – Ecommerce WordPress Themes Menica – Wedding Elementor Template Kit Mental — Art & Portfolio WordPress Theme Mental Care – Therapy & Counseling Psychologist WordPress Theme Mentor Icon Pack for Codestar Framework