Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Mari Sukseskan Pekan Olahraga Penyandang Cacat, Peparnas Papua Komitmen Mewujudkan Kesetaraan Atlet Disabilitas

Mari Sukseskan Pekan Olahraga Penyandang Cacat, Peparnas Papua Komitmen Mewujudkan Kesetaraan Atlet Disabilitas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
  • visibility 966
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MELALUI Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua membuktikan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan terhadap para penyandang disabilitas di Indonesia.

Hal ini mengingat, jumlah para penyandang disabilitas di tanah air, cukup banyak yakni mencapai 38 juta jiwa yang tersebar di seluruh pelosok daerah.

Dalam mendukung hal itu, Presiden telah menerbitkan dua Peraturan Presiden (Perpres) dan tujuh peraturan pemerintah sebagai turunan dari perundangan Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sehingga, para atlet mendapatkan kesetaraan yang sama dalam setiap mengikuti perhelatan ajang kompetisi olahraga berbagai tingkatan.

Aturan ini telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam kurun waktu waktu satu tahun yakni dari 2019 ke 2020. Untuk membuat perlakuan kesetaraan terhadap para atlet penyandang disabilitas segera dimplementasikan secara nyata.

“Presiden membuktikan komitmen kehormatan bagi kaum penyandang disabilitas itu dengan prinsip kesetaraan perlakuan pada atlet disabilitas di ajang paralimpiade saat ini,” ujar Staf Khusus Presiden Angkie Yuditia ketika berdialog secara virtual pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk Peparnas XVI: Kesetaraan dan Prestasi Disabilitas pada Senin (1/11/2021).

Merujuk dari aturan yang telah diterbitkan itu, kata dia, Presiden Joko Widodo memberikan perlakuan yang setara yakni dengan memberikan hadiah dengan nominal yang sama dengan atlet cabang olahraga (cabor) konvesional. Ketika atlet penyandang disabilitas menang dalam suatu ajang olahraga nasional maupun internasional ke depan.

“Pemerintah pusat terus memberikan perhatian yang setara terhadap kaum penyandang disabilitas,” katanya.

Seiring dengan perhelatan ajang ini, pihaknya juga terus mengakomodir para penyandang disabilitas untuk tetap produktif dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu dengan mendorong para penyandang disabilitas untuk menekuni cabor yang diperlombakan dalam ajang pesta olahraga rutin tingkat nasional yang diadakan setiap empat tahunan tersebut.

Ini penting dilakukan, mengingat menekuni suatu cabor merupakan hak para penyandang disabilitas yang dijamin kebebasannya dalam perundang-perundangan negara di dalam negeri. Dengan begitu, Indonesia akan memiliki sumber daya atlet penyandang disabilitas yang cukup banyak di masa-masa mendatang.

“Hal ini akan terus kami akomodir, agar tercapai target peningkatan jumlah penyandang disabilitas yang mengikuti kompetisi olahraga,” katanya.

Kemudian, pemerintah pusat juga akan menggandeng seluruh pemerintah daerah melalalui koordinasi secara intensif dalam mendorong pembinaan bagi atlet penyandang disabilitas. Dari setiap daerah akan muncul setiap muncul bibit-bibit baru atlet paralimpik yang berpeluang mengharumkan nama Indonesia di kancah-kancah internasional.

“Dapat memaksimalkan potensinya dan dapat berlatih sesuai dengan bakat yang dimiliki oleh penyandang disabilitas,” tuturnya.

Terkait dengan infrastruktur pendukung dalam perhelatan olahraga bagi penyandang disabilitas, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam membuat daerah penyelenggaraan yang ramah disabilitas. Indikasinya, pemerintah telah berkoordinasi secara intensif pada daerah terkait, untuk membuat wilayah tersebut terwujud dalam beberapa waktu belakangan.

Infrastruktur pendukung yang dimaksud ramah bagi penyandang disabilitas sensorik penyandang disabilitas motorik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas, dan penyandang disabilitas ganda.

Semua ini, didasari oleh Pasal 15, 97, 98, dan 99 dari perundangan Penyandang Disabilitas. Dalam Pasal 15 disebutkan hak-hak keolahragaan yang harus didapat oleh penyandang disabilitas. Pada Pasal 97 disebutkan adanya kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakan kemudahan infastruktur bagi disabilitas.

Pasal 98 dan 99 menyangkut kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakan bangunan gedung ramah disabilitas berikut fasilitas penunjang. Ini sekaligus menjadi salah satu persyaratan permohonan izin mendirikan bangunan serta harus ada audit fasilitas aksesibilitas dari setiap bangunan gedung. Ini disertai penerapan sanksi hukum bagi para pelanggar ketentuan di atas.

“Inilah yang terus disinergikan kepada instansi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Gelar Coaching Clinic SAKIP

    Pemkab Muba Gelar Coaching Clinic SAKIP

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Dalam rangka mengoptimalkan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Musi Banyuasin Pemkab Muba akhirnya melaksanakan kegiatan Coaching Clinic Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Perangkat Daerah Dalam Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (29/3/2019) di Hotel Grand Inna. Tercatat, ada sebanyak 59 Kepala Perangkat Daerah dan Camat, Para Staf Ahli […]

  • Pandemi Membaik, Benarkah PPKM Level 4 Dihapus

    Pandemi Membaik, Benarkah PPKM Level 4 Dihapus

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    BEREDAR di media sosial Facebook, sebuah tangkapan layar foto Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang disertai narasi “Indonesia terus membaik dari situasi pandemi Covid-19, sehingga PPKM level 4 harus dihapus”. Dilansir dari kompas.com, informasi mengenai PPKM level 4 dihapus adalah tidak benar. Faktanya, dalam Inmendagri Nomor 18 Tahun 2022 yang terbit pada Senin (21/3/2022), penetapan […]

  • Pendekatan Life Course berbasis Pendidikan Karakter ala Ki Hadjar Dewantara

    Pendekatan Life Course berbasis Pendidikan Karakter ala Ki Hadjar Dewantara

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.893
    • 0Komentar

    Sebagian besar orangtua menganggap pendidikan adalah tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan. Persepsi ini akhirnya menciptakan porsi yang tidak seimbang pada capaian tujuan pendidikan. Dimana aspek kognitif memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan aspek afektif dan psikomotor.

  • Puskesmas Tanjung Lubuk Diresmikan, Layanan Mirip Rumah Sakit Tipe D

    Puskesmas Tanjung Lubuk Diresmikan, Layanan Mirip Rumah Sakit Tipe D

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI, H. M. Dja’far Shodiq meresmikan pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tanjung Lubuk Kabupaten OKI  pada Rabu, (25/5). Puskesmas yang berdiri megah di pusat ibu kota kecamatan  ini miliki fasilitas lengkap setara Rumah Sakit (RS) tipe D. “Komitmen Pak Bupati (H. Iskandar, SE) di dukung Pak Gubernur (Herman Deru) untuk memberikan layanan kesehatan […]

  • Dorong Petani Karet Gabung UPPB Karet

    Dorong Petani Karet Gabung UPPB Karet

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Upaya-upaya Pemerintah Daerah Musi Banyuasin untuk mendongkrak harga karet di kalangan petani terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Muba dibawah kepemimpinan  Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Terus berupaya meningkatkan harga karet di daerahnya  selain Penerapan Aspal Karet ternyata Muba Paling Banyak UPPB karet di Sumsel ini. Sebut saja […]

  • Kemarau, Kerja Keras Muba Biar Gak Terjadi Karhutla Lagi, Diapresiasi Anggota Kehormatan IPDN, Dodi Terapkan Konsep Pentahelix Hingga Terbitkan Trilogi Buku Lingkungan

    Kemarau, Kerja Keras Muba Biar Gak Terjadi Karhutla Lagi, Diapresiasi Anggota Kehormatan IPDN, Dodi Terapkan Konsep Pentahelix Hingga Terbitkan Trilogi Buku Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.203
    • 0Komentar

    KONSEP Pentahelix Bupati Dodi Reza Atasi Karhutla Disoroti Guru Besar IPDN. Pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin sejak tiga tahun belakangan mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.  Pasalnya, berhasil menekan drastis jumlah hot spot dan insiden karhutla pasca karhutla yang besar pada 2015 lalu. “Tahun ini kita tetap kerja keras […]

expand_less
WordPress Archive Advanced Charts for WPBakery Page Builder Advanced Custom Fields Pro (ACF) Advanced Custom Fields – Component Field Addon Advanced Custom Fields Flexible Content Addon Advanced Custom Fields for WooCommerce Advanced Custom Fields Gallery Field Addon Advanced Custom Fields Multilingual Advanced Custom Fields Options Page Addon Advanced Custom Fields Repeater Field Addon Advanced File Management