Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Survei Jakpat: 78% Gen Z dan Milenial, Tertarik untuk Melakukan Zero Waste Movement

Survei Jakpat: 78% Gen Z dan Milenial, Tertarik untuk Melakukan Zero Waste Movement

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
  • visibility 1.314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id  – Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati, anak muda memiliki peran strategis dalam pencapaian target zero waste, zero emission. Terlebih, saat ini Indonesia memiliki 70,72% penduduk usia produktif, yang diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai masa keemasan di tahun 2045 mendatang.

 

Zero waste adalah konsep yang mengajak kita untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak untuk mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah. Sedangkan, zero emission atau nol emisi karbon adalah kondisi saat jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.

 

Jakpat melakukan survei yang melibatkan 990 generasi muda untuk mengetahui perspektif dan implementasi mereka terhadap zero waste movement. Survei yang terdiri dari Gen Z (40%) dan Milenial (60%) ini menunjukkan pemahaman mereka terhadap konsep zero waste, alasan-alasan yang mendasari mereka menerapkannya, keuntungan yang mereka rasakan, hingga kesulitan apa saja yang dihadapi saat mereka melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Hasil survei menyatakan 78% generasi muda tertarik untuk melakukan zero waste, bahkan 16% responden sudah melakukannya. Kurang dari 1 tahun menjadi durasi terbanyak bagi mereka yang tertarik dan sudah menerapkannya. Selain itu, durasi 3-5 tahun didominasi oleh laki-laki sebanyak 13% dan perempuan 8%.

 

Alasan Generasi Muda Tertarik dengan Zero Waste Movement 

Gen Z dan Milenial tampaknya menyadari pentingnya menjaga bumi sehingga mereka tertarik untuk mengimplementasikan zero waste movement. Hal ini dengan ditunjukkannya sebesar 94% yang memilih alasan ingin turut menjaga dan melestarikan bumi dengan mengurangi sampah, diikuti alasan menyelamatkan bumi dan bekal generasi mendatang sebesar 48%. 

 

Selain itu, tertarik dengan produk eco-friendly (22%), lingkungan menerapkannya (14%), terpapar berita lingkungan (11%), hingga terinspirasi influencer (6%) menjadi alasan generasi muda tertarik untuk menerapkan zero waste.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Head of Research Jakpat, Aska Primardi menilai bahwa  mayoritas generasi muda sebenarnya sudah sadar tentang pentingnya isu zero waste ini. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang sudah menerapkan aktivitas ini. Belajar dari sekelompok generasi muda yang sudah menerapkannya, terlihat bahwa salah satu alasan populernya adalah tren dari lingkungan sekitar yang sudah menerapkannya, dan juga inisiatif mengikuti apa yang dilakukan oleh teman. 

 

“Oleh karena itu, gerakan ini sejatinya tidak cukup hanya dengan menyebarkan informasi tentang pentingnya zero waste, tetapi harus diikuti juga dengan adanya program dari pihak terkait untuk memfasilitasi aktivitas zero waste mereka, ataupun yang paling ekstrem adalah hukuman/denda jika mereka tidak bisa melakukan hal ini,” jelas Aska. 

 

Penerapan Zero Waste Movement

Menggunakan tote bag saat berbelanja (55%), lalu menggunakan tumbler (55%), dan mengurangi penggunaan plastik (54%), menjadi tiga teratas sebagai bentuk dari implementasi zero waste yang mereka lakukan.

Selain itu, penerapannya juga melingkupi berbelanja sesuai kebutuhan saja (49%), menggunakan tempat makan sendiri saat membeli makanan (46%), hingga penggunaan produk eco-friendly (15%).

Jika dilihat dari segi Social Economic Status (SES), penggunaan produk eco-friendly paling banyak dilakukan oleh kalangan upper (21%), diikuti middle (13%), dan lower (10%).

 

Kesulitan Menerapkan Zero Waste Movement

Sulit menemukan waste bank terdekat menjadi kesulitan terbesar yang dirasakan. Waste bank sendiri merupakan fasilitas atau program dimana seseorang dapat menyetorkan sampah daur ulang seperti kertas, plastik, gelas dan lainnya yang akan ditukarkan dengan rewards.

Selain itu, keluarga atau lingkungan yang tidak mendukung penerapan zero waste menjadi alasan kedua yang dirasakan oleh generasi muda sebagai kesulitan, hal ini tampaknya dipengaruhi oleh sebagian besar dari mereka yang masih tinggal bersama orangtuanya. 

Apa saja manfaat yang generasi muda rasakan saat sudah menerapkan zero waste? Dari mana mereka menemukan informasi lebih jauh untuk mendukung penerapannya? Apa saja yang menjadi faktor bagi mereka yang tidak tertarik menerapkan? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Young Generation and Zero Waste Movement” pada tautan berikut: https://blog.jakpat.net/young-generation-and-zero-waste-movement.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspor Pupuk Terbuka, Kebutuhan Petani Tetap Prioritas

    Ekspor Pupuk Terbuka, Kebutuhan Petani Tetap Prioritas

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PELUANG ekspor pupuk Indonesia mulai terbuka di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok dunia, meski demikian hingga kini, pemerintah dan pelaku industri menegaskan belum ada keputusan final menyusul arah kebijakan itu masih pada tahap perhitungan dan penjajakan, dengan satu garis tegas, yaitu kebutuhan petani dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Direktur Utama PT Pupuk […]

  • “Sombong”

    “Sombong”

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.073
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Sombong” adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan sikap atau perilaku seseorang yang merasa lebih baik, lebih penting, atau lebih superior daripada orang lain. Seseorang yang sombong cenderung memamerkan kelebihan-kelebihannya, meremehkan orang lain, atau merasa bahwa dirinya lebih berharga daripada orang lain. Sikap sombong sering kali dianggap negatif dalam hubungan sosial karena […]

  • Wujudkan Layanan Emergency yang Prima, Pemkab Muba Bangun Gedung IGD Baru RSUD Bayung Lencir 

    Wujudkan Layanan Emergency yang Prima, Pemkab Muba Bangun Gedung IGD Baru RSUD Bayung Lencir 

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik termasuk layanan emergency yang prima kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan masifnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit  maupun puskesmas. Kali ini Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan meresmikan pelayanan IGD pada RSUD Baung Lencir, Kamis (28/12/2023). “Alhamdulillah, telah berdiri megah Gedung Instalasi […]

  • Harga Karet & Sawit Naik Bikin Gairah Petani Muba

    Harga Karet & Sawit Naik Bikin Gairah Petani Muba

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    PETANI sawit dan karet di Kecamatan Tungkal Jaya, Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Sungai Lilin Muba bergairah. Apalagi industri hulu dan hilir terus digencarkan Pemkab Muba. Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan kemajuan di Muba tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, namun seluruh masyarakat Muba turut merasakannya dan menikmatinya. “Tentu untuk menopang ini kita harus terus […]

  • Erick Thohir Apresiasi FASI XI Nasional Sukses, Ini Ciptakan Generasi Penerus Yang Beriman

    Erick Thohir Apresiasi FASI XI Nasional Sukses, Ini Ciptakan Generasi Penerus Yang Beriman

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    KETUA Umum Masyarakat Ekonomi Syariah yang juga merupakan Menteri BUMN RI H. Erick Thohir dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi Ketum DPP BKPRMI, Said Aldi al Idrus dan Ketua BPKPRMI Sumsel Firdaus secara resmi menutup Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) XI Tingkat Nasional Tahun 2022 yang ditandai dengan penekanan  tombol sirine bertempat […]

  • Jumat Barokah untuk Kakek Komaruddin,Rumahnya Tak Layak Huni, Becek & Berada di Gank Sempit Itu Dikunjungi Wawako Bersama Baznas, Aksi Kemanusiaan, Kami Siap Bantu

    Jumat Barokah untuk Kakek Komaruddin,Rumahnya Tak Layak Huni, Becek & Berada di Gank Sempit Itu Dikunjungi Wawako Bersama Baznas, Aksi Kemanusiaan, Kami Siap Bantu

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    MENELUSURI gang sempit selebar satu setengah meter dan sedikit becek ke rumah Komarudin (77), warga Jalan Aiptu Wahab Lorong Sawah Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring. Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda bersama Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang berserta beberapa pengurus dari Muhammadiyah Palembang melihat langsung kondisi rumah Komarudin berukuran sekitar 4×6 berpapan kayu yang reyok […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Co-Authors Plus Integration SearchWP Custom Results Order SearchWP Diagnostics SearchWP DirectoryPress Integration SearchWP Dutch Keyword Stemmer SearchWP EDD Integration SearchWP Enable Media Replace Integration SearchWP Exclude UI SearchWP Fuzzy Matches SearchWP German Keyword Stemmer