Musik & Film

Di Masa Pandemi, Rocker Legendaris, Ustazillah, Rilis Lagu Rindu

NAMA Steel Warrior puluhan tahun bertahan menghiasi blantika music cadas Palembang. Bahkan, sempat menembus panggung ibukota dan menelurkan album setelah enam tahun bergonta-ganti nama.
Kini, di masa pandemi, Uztazillah, vokalis Steel Warior, merilis lagu terbarunya. Menurut Mang Us Gilen, panggilan akrabnya, lagu baru itu bru berupa singel.
“Judulnya Rindu, menggambarkan kerinduan terhadap sosok orang tua. Sosok orang tua, yang terasa kehilangan saat mereka sudah tiada. Itylah, kerinduan yang kami alami. Yang mungkin juga dialami oleh orang lain,” ujarnya.
Berawal dari melepas seragam putih abu-abu, pelajar SMAN 4 Palembang ini justru menamatkan sekolahnya di daerah jalur 8, Musi Banyuasin.
Mungkin karena kenakalan usia remaja, Ustazilah alias Us Gilen memang kemudian menempuh bangku sekolah di daerah perairan. “Itu masa lalu. Setamat sekolah, saya bersama kawan-kawan membentuk band. Saat itu, tidak mudah mudah seperti saat ini. Modalnya, ilmu CK (cari kawan,red). Ada yang punya gitar bas, gitar melodi, drum, keyboard. Dan saya modal suara,” ujar lelaki berambut gondrong kelahiran Tanjung Sejaro. Ogan Ilir ini ketika ditemui di bisnis kuliner nya di kawasan Panca Usaha Palembang.
Waktu di bangku sekolah dasar di SD 117 Palembang putra pasangan M Ilyas Usman dan Bimayah ini belum memperlihatkan bakat olah suaranya. Namun ketika melanjutkan di SMP Veteran, suami dari Elnawati ini mulai belajar secara otodidak.
Setamat SMA 1988, dia bertemu kawan-kawan se ide. Jadilah band pertama mereka Oktas. BUbar lalu membentuk Galapiko. Bertahan seumur jagung, lalu menjelma Galapiko. Sampai akhirnya, menjelma menjadi Silver Band.
Baru di tahun 1994, terbentulah Steel Warrior, yang kala itu personelnya ada gatot, Ade, Dedi Mongol, Burhan, Iwan, dan Fadil Indra di Keyboard.
“Hingga kini, personelnya masih kokoh bertahan. Kecuali Fadil Indra yang kemudian hijrah dan menentap di Jakarta. Berbagai festival rock kami ikuti. Diantaranya, tiga tahun berturut-turut manggung di Festival Log Zelebour, yang diadakan di Palembang maupun Lampung. Sempat masuk sepuLuh besar. Walaupun belum bisa jadi jawara,” cerita lelaki kelahiran 3 September 1966 yang masih terlihat gagah ini.
Hingga akhirnya ayah dari Rehan Abdi Chaniago, M Rizki, Rega Alamin Chaniago, dam Rido Chaniago ini, bisa ,menembus dapur rekaman. Album yang dirilis 1994 ini kemudian di-launching 1995. Mereka berada di bawah studio Irama Tara.
Sepuluh lagu pun menyapa penggemarnya dalam album Terlupakan. Ini merupaan album pertama danterakhirnya. Setelah itu, memang mereka tidak masuk dapur rekaman lagi, karena amsing-masing personel punya kesukan masing-masing.
Lagu-lagu dalam album pertama dan terakhir itu, diantaranya Gadisku, Terlupakan, Belum Berlalu, Tak Mungkin Terjadi, Cerita Kita, Never diews One, Hari ini, dan Anak Jalanan. “Semuanya genre rock,” papar Ustazilah yang karena penampilan dan hobinya bermusik sering dipanggil Gile. Oleh dirinya, namanya menjadi Us Gilen. Gilen itu berasal dari panggilan Gile ditambah n yang identik juga dengan vokalis Deep Purple Ian Gilan yang memang merupakan idolanya. (**)sir

Comments

Terpopuler

To Top