Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Peci Hitam Menuju Panggung Perubahan

Peci Hitam Menuju Panggung Perubahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 716
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang bilang reuni itu cuma ajang pamer cincin akik dan nostalgia zaman ngaji sambil cuci piring, sepertinya perlu ikut Silatnas Alumni Al Ihya Ulumaddin edisi Sungai Lilin kemarin.

Di situ, bukan cuma kisah jaman santri yang dibuka kembali, tapi juga niat besar untuk menjahit masa depan umat dengan benang ukhuwah yang makin kokoh, pakai mesin jahit industri, bukan tangan kosong.

Wakil Bupati Muba, yang biasa dipanggil Kiayi Rohman, hadir bukan sekadar formalitas, beliau datang dengan gaya santri tulen peci hitam, baju koko putih, celana hitam, kayak mau jadi imam salat Id, tapi niatnya ternyata jauh lebih besar.

Ia datang sebagai simbol pemerintah yang tak mau sekadar duduk di kursi empuk kantor kabupaten, tapi mau duduk bersila bareng alumni pesantren yang hatinya sejuk meski kipas angin cuma satu.

Dalam sambutannya, Pak Wabup nggak bicara pakai bahasa protokoler yang bikin ngantuk, tapi pakai bahasa hati yang bikin santri mengangguk. Ia menyebut bahwa reuni ini bukan cuma ajang nostalgia, tapi ajang “kumpul-kumpul yang berfaedah”. Ibarat ketupat, di luar kelihatannya biasa, tapi di dalamnya padat makna dan bikin kenyang.

“Kalau ingin rezeki lancar dan umur panjang, ya rajin-rajin silaturahmi,” kata beliau, mengutip sabda Rasulullah SAW. Dan betul juga, silaturahmi itu ibarat oli mesin, kalau sering dicek, hubungan antarsesama bisa tetap mulus tanpa macet emosional.

Pak Rohman juga mengingatkan pesantren bukan sekadar tempat orang belajar ngaji dan tidur berjejer kayak sarden.

Pesantren itu semacam pabrik karakter, tempat anak muda ditempa jadi manusia yang tahan banting, ikhlas ngangkat ember air, dan jago ngatur hidup meski tanpa Google Calendar.

Alumni pesantren itu punya modal besar ilmu agama, plus soft skill seperti sabar menghadapi antrean kamar mandi dan taktik rebutan gorengan saat buka puasa. Itu bekal penting buat jadi pemimpin masa depan kalau perlu, jadi menteri yang ngerti hukum fikih sekaligus bisa baca laporan keuangan tanpa manggil konsultan.

Yang menarik, Wabup ngajak alumni buat nggak berhenti di nostalgia ajang buat kolaborasi, alumni pesantren bisa jadi penjahit sosial menyambung yang retak, menambal yang bolong, dan menjahit harapan umat dengan benang keberanian dan jarum niat baik.

Kalau selama ini alumni cuma ngisi pengajian tujuh bulanan, sekarang saatnya ikut rapat pembangunan daerah syukur-syukur duduk di kursi DPR, tapi tetap bawa sajadah.

Pepatah bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ surau didirikan”.  Alumni pesantren punya tanggung jawab moral untuk jadi matahari kecil di lingkungannya, menyinari tanpa membakar, menghangatkan tanpa mengeringkan harapan orang kecil.

Pihak Forum Alumni juga sumringah bukan main, bukan karena acara sukses dapat sponsor atau konsumsi lancar, tapi karena ada kehadiran pemimpin daerah yang benar-benar hadir secara ruhani, bukan sekadar titip salam. Kehadiran Wabup dianggap seperti datangnya air sumur di tengah kemarau panjang, menyejukkan dan membangkitkan semangat.

Karena mari kita jujur, tak semua pemimpin mau turun ke acara begini, banyak yang sibuk meresmikan proyek atau foto di taman kota. Tapi Kiayi Rohman datang dan itu bukan cuma datang secara jasad, tapi juga hati, dan seperti kata pepatah Betawi, “Orang dateng bawa niat, bukan bawa syarat”

Silatnas ini bukan sekadar reuni, tapi semacam lokomotif kecil yang mulai menggerakkan gerbong-gerbong perubahan. Pesantren, yang dulu dianggap kuno dan hanya cocok buat belajar kitab kuning, kini mulai bangkit sebagai pusat kaderisasi umat dan agen perubahan sosial. Alumni yang dulu takut bicara di depan umum, sekarang bisa jadi moderator diskusi kebangsaan.

Kalau boleh saya simpulkan dengan perumpamaan alumni pesantren itu seperti biji kopi. Ia perlu disangrai, digiling, dan diseduh, baru bisa jadi secangkir kebijaksanaan yang menghangatkan negeri ini.

Dukung, agar Silatnas ke depan tidak hanya jadi agenda tahunan, tapi gerakan panjang, karena negeri ini butuh lebih banyak santri yang tak cuma pintar mengaji, tapi juga bisa mengelola negeri.

Toh, kalau yang lain sibuk rebutan jabatan, santri bisa datang dengan ketenangan dan niat tulus, mereka “ingin berbuat baik. Titik”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mawardi Yahya Minta RSI Siti Khadijah Makin Profesional

    Mawardi Yahya Minta RSI Siti Khadijah Makin Profesional

    • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.946
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI hari ulang tahun yang ke – 40, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khadijah menggelar upacara bendera dipusatkan di lapangan RSI Siti Khadijah, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya bertindak sebagai pembina upacara, pada Jumat (28/2/2020). Dalam amanatnya pada upacara bendera, Wagub Mawardi berharap RSI Siti Khadijah dapat terus meningkatkan pelayanan kepada […]

  • Pupuknya Aman, Alsintan Juga Ada, Tinggal Petani Tingkatkan Hasil Produksinya

    Pupuknya Aman, Alsintan Juga Ada, Tinggal Petani Tingkatkan Hasil Produksinya

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    MESKIPUN dihadapi pandemi COVID-19 namun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP akan berupaya semaksimal mungkin dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak guna memastikan pasokan operasional agar pupuk petani di Muba tetap terjamin. Dalam rangkaian Penyerahan dan Monitong Bantuan Alsintan […]

  • Masih Ada Cerita

    Masih Ada Cerita

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    KUNTUM  bunga mekar menyambut pagi Mencoba mengawali hari ceria kembali Dia kan bertanya pada dirinya sendiri Sanggupkah ia melewati hari ini Siang berganti mengubah pagi Mentari telah meninggi saatnya menyinari duniawi Tetesan keringat bercampur pekat aroma-aroma khas pejalan kaki Melewati sepanjang jalan kenangan yang berarti Tak kan terganti Sore ini ia pun kembali Lagi-lagi melewati […]

  • Momentum UMKM Pertamina Menuju Pasar Internasional

    Momentum UMKM Pertamina Menuju Pasar Internasional

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.383
    • 0Komentar

      PT Pertamina (Persero) terus mendorong UMKM binaannya menuju pasar internasional, salah satu upayanya melalui partisipasi pada Side Event SME’s HUB ASEAN SUMMIT yang digelar pada  9 – 13 Mei 2023 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).   SME’s HUB ASEAN Summit merupakan side event ASEAN SUMMIT yang secara khusus menjadi ajang […]

  • Kepala Daerah Harus Gencarkan Promosi Wisata

    Kepala Daerah Harus Gencarkan Promosi Wisata

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.547
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  memberikan dukungan penuh agenda kegiatan promosi wisata   balapan sepeda bertajuk Internasional Ranau Grand Fondo yang akan digelar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dalam waktu dekat. Dukungan tersebut diungkapkan Gubernur saat memimpin rapat terbatas (ratas) dengan agenda persiapan Internasional Ranau Grand Fondo bersama dengan perwakilan Kementerian […]

  • Dari Bayi Ngempeng hingga Bisa Debat, ASTERKUMBANG Urus Semua, Kecuali PR Matematika

    Dari Bayi Ngempeng hingga Bisa Debat, ASTERKUMBANG Urus Semua, Kecuali PR Matematika

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    KALAU dulu, orang tua cuma modal doa dan minyak kayu putih buat memastikan anaknya tumbuh sehat, sekarang zamannya udah beda. Anak-anak zaman now bukan cuma perlu imunisasi, tapi juga pantauan tumbuh kembang yang lebih canggih dari fitur kamera iPhone terbaru. Untungnya, Palembang sekarang punya jurus pamungkas bernama ASTERKUMBANG,  bukan nama serangga dari Planet Bekasi, tapi […]

expand_less
WordPress Archive Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme Sanito – Sanitizing and Cleaning WordPress Theme SanJose – Landing Page Santoni – Blog & Magazine Elementor Template Kit Sanubari – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Sanzo | Responsive WooCommerce WordPress Theme Saonara – Ajax Powered Multi-Concept WordPress Theme Sara – WooCommerce WordPress Market Theme