Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Peci Hitam Menuju Panggung Perubahan

Peci Hitam Menuju Panggung Perubahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 708
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang bilang reuni itu cuma ajang pamer cincin akik dan nostalgia zaman ngaji sambil cuci piring, sepertinya perlu ikut Silatnas Alumni Al Ihya Ulumaddin edisi Sungai Lilin kemarin.

Di situ, bukan cuma kisah jaman santri yang dibuka kembali, tapi juga niat besar untuk menjahit masa depan umat dengan benang ukhuwah yang makin kokoh, pakai mesin jahit industri, bukan tangan kosong.

Wakil Bupati Muba, yang biasa dipanggil Kiayi Rohman, hadir bukan sekadar formalitas, beliau datang dengan gaya santri tulen peci hitam, baju koko putih, celana hitam, kayak mau jadi imam salat Id, tapi niatnya ternyata jauh lebih besar.

Ia datang sebagai simbol pemerintah yang tak mau sekadar duduk di kursi empuk kantor kabupaten, tapi mau duduk bersila bareng alumni pesantren yang hatinya sejuk meski kipas angin cuma satu.

Dalam sambutannya, Pak Wabup nggak bicara pakai bahasa protokoler yang bikin ngantuk, tapi pakai bahasa hati yang bikin santri mengangguk. Ia menyebut bahwa reuni ini bukan cuma ajang nostalgia, tapi ajang “kumpul-kumpul yang berfaedah”. Ibarat ketupat, di luar kelihatannya biasa, tapi di dalamnya padat makna dan bikin kenyang.

“Kalau ingin rezeki lancar dan umur panjang, ya rajin-rajin silaturahmi,” kata beliau, mengutip sabda Rasulullah SAW. Dan betul juga, silaturahmi itu ibarat oli mesin, kalau sering dicek, hubungan antarsesama bisa tetap mulus tanpa macet emosional.

Pak Rohman juga mengingatkan pesantren bukan sekadar tempat orang belajar ngaji dan tidur berjejer kayak sarden.

Pesantren itu semacam pabrik karakter, tempat anak muda ditempa jadi manusia yang tahan banting, ikhlas ngangkat ember air, dan jago ngatur hidup meski tanpa Google Calendar.

Alumni pesantren itu punya modal besar ilmu agama, plus soft skill seperti sabar menghadapi antrean kamar mandi dan taktik rebutan gorengan saat buka puasa. Itu bekal penting buat jadi pemimpin masa depan kalau perlu, jadi menteri yang ngerti hukum fikih sekaligus bisa baca laporan keuangan tanpa manggil konsultan.

Yang menarik, Wabup ngajak alumni buat nggak berhenti di nostalgia ajang buat kolaborasi, alumni pesantren bisa jadi penjahit sosial menyambung yang retak, menambal yang bolong, dan menjahit harapan umat dengan benang keberanian dan jarum niat baik.

Kalau selama ini alumni cuma ngisi pengajian tujuh bulanan, sekarang saatnya ikut rapat pembangunan daerah syukur-syukur duduk di kursi DPR, tapi tetap bawa sajadah.

Pepatah bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ surau didirikan”.  Alumni pesantren punya tanggung jawab moral untuk jadi matahari kecil di lingkungannya, menyinari tanpa membakar, menghangatkan tanpa mengeringkan harapan orang kecil.

Pihak Forum Alumni juga sumringah bukan main, bukan karena acara sukses dapat sponsor atau konsumsi lancar, tapi karena ada kehadiran pemimpin daerah yang benar-benar hadir secara ruhani, bukan sekadar titip salam. Kehadiran Wabup dianggap seperti datangnya air sumur di tengah kemarau panjang, menyejukkan dan membangkitkan semangat.

Karena mari kita jujur, tak semua pemimpin mau turun ke acara begini, banyak yang sibuk meresmikan proyek atau foto di taman kota. Tapi Kiayi Rohman datang dan itu bukan cuma datang secara jasad, tapi juga hati, dan seperti kata pepatah Betawi, “Orang dateng bawa niat, bukan bawa syarat”

Silatnas ini bukan sekadar reuni, tapi semacam lokomotif kecil yang mulai menggerakkan gerbong-gerbong perubahan. Pesantren, yang dulu dianggap kuno dan hanya cocok buat belajar kitab kuning, kini mulai bangkit sebagai pusat kaderisasi umat dan agen perubahan sosial. Alumni yang dulu takut bicara di depan umum, sekarang bisa jadi moderator diskusi kebangsaan.

Kalau boleh saya simpulkan dengan perumpamaan alumni pesantren itu seperti biji kopi. Ia perlu disangrai, digiling, dan diseduh, baru bisa jadi secangkir kebijaksanaan yang menghangatkan negeri ini.

Dukung, agar Silatnas ke depan tidak hanya jadi agenda tahunan, tapi gerakan panjang, karena negeri ini butuh lebih banyak santri yang tak cuma pintar mengaji, tapi juga bisa mengelola negeri.

Toh, kalau yang lain sibuk rebutan jabatan, santri bisa datang dengan ketenangan dan niat tulus, mereka “ingin berbuat baik. Titik”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patut jadi contoh, gotong royong petani sawit, bangun masjid megah senilai Rp7 miliar, Alhamdulillah, semoga makmur

    Patut jadi contoh, gotong royong petani sawit, bangun masjid megah senilai Rp7 miliar, Alhamdulillah, semoga makmur

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Patut jadi contoh, dengan gotong- royong petani sawit, bisa membangun masjid yang megah senilai Rp7 miliar. Gotong- royong dengan kekuatan sedekah, infak menjadi solusi  warga di Desa Sumber Hidup Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten OKI, karena apa yang mereka cita-citakan terealisasi. Kini Masjid Al Muhajirin itu diresmikan  Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar, kemarin. Masjid […]

  • Trabas Hutan Muba

    Trabas Hutan Muba

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi ajak offroader trabas hutan melalui kegiatan yang bertajuk Trabas Alam Serasan Sekate ke-4 (TASS), Sabtu (17/12/2022).   “Selamat datang kepada seluruh peserta dan rekan-rekan pecinta offroad, kegiatan ini bertujuan untuk memeperkenalkan kondisi geografis di kabupaten Muba,” ucapnya melepas para peserta di Lapangan Bola Kaki […]

  • Sudah 54 Kali OMC, Hujan Belum Merata, Sumsel Kembali Gelar Sholat Istisqa

    Sudah 54 Kali OMC, Hujan Belum Merata, Sumsel Kembali Gelar Sholat Istisqa

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sudah dilakukan 54 kali, tetapi hujan belum turun merata di Sumatera Selatan (Sumsel).  Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menggelar Sholat Istisqa untuk  kali keduanya sebagai ikhtiar menghadapi kemarau dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih mengancam sejumlah wilayah. Sholat meminta hujan itu berlangsung di Halaman Griya […]

  • Peringati Hari Oeang ke-73 Pemkab Muba Gelar Senam Massal

    Peringati Hari Oeang ke-73 Pemkab Muba Gelar Senam Massal

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    DALAM rangka memperingati Hari Orang Republik Indonesia ke 73 yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2019. Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyelenggarakan senam massal bersama, di Lapangan Water Front Sekayu, Jumat (1/11/2019). Diikuti Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sekayu Agung […]

  • Tiga Anak Tenggelam di Sungai Musi, Dicari Dua Hari, Korban Terakhir Ditemukan Hanya 10 Meter dari Titik Awal

    Tiga Anak Tenggelam di Sungai Musi, Dicari Dua Hari, Korban Terakhir Ditemukan Hanya 10 Meter dari Titik Awal

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.COM – Pencarian tiga anak yang tenggelam di Sungai Musi, Palembang, berakhir setelah korban terakhir ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (31/8/2026). Korban berinisial AHO (11) ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di perairan Plaza 7 Ulu Kampung Kapitan. Yang membuat pencarian ini menjadi perhatian, posisi korban ditemukan hanya sekitar 10 meter dari titik awal kejadian. Penemuan […]

  • Bybit Dinobatkan sebagai Pertukaran Crypto Terbaik Oleh CED 2022

    Bybit Dinobatkan sebagai Pertukaran Crypto Terbaik Oleh CED 2022

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    DUBAI, UEA -Bybit, pertukaran mata uang kripto dengan pertumbuhan tercepat, memenangkan Penghargaan Pertukaran Kripto Terbaik di Crypto Expo Dubai (CED) 2022 pada hari Kamis. Sekarang bursa ketiga yang paling banyak dikunjungi dalam hal lalu lintas web , Bybit memiliki lebih dari dua kali lipat basis penggunanya sejak terakhir kali berpartisipasi dalam CED enam bulan lalu. […]

expand_less
WordPress Archive Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme Sanito – Sanitizing and Cleaning WordPress Theme SanJose – Landing Page Santoni – Blog & Magazine Elementor Template Kit Sanubari – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Sanzo | Responsive WooCommerce WordPress Theme Saonara – Ajax Powered Multi-Concept WordPress Theme Sara – WooCommerce WordPress Market Theme