MUBA Terkini

Misi Muba Habisi Kemiskinan, Nggak Ada Mantra Sakti atau Jampi-jampi : Nyungsep dari 4,74% ke 0,47%

foto : ist

Sumselterkini.co.id, – Siapa bilang kemiskinan itu kayak mantan, susah dilupakan dan sulit dihilangkan? Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) justru membuktikan bahwa dengan tekad baja, strategi cerdas, dan program yang jempolan, kemiskinan ekstrem bisa disikat habis dalam waktu singkat! Biasanya butuh satu dekade buat nurunin angka kemiskinan yang signifikan, tapi Muba? Cukup dua tahun saja dan angka kemiskinan ekstrem langsung nyungsep dari 4,74% ke 0,47%.

Gimana nggak bikin daerah lain melongo? Ini bukan sekadar pencapaian biasa, tapi level cheat mode dalam urusan pengentasan kemiskinan!

Rahasia kesuksesan ini? Nggak ada mantra sakti atau jampi-jampi, tapi ada program top ‘Bantu Umak’! Ini bukan sekadar slogan buat pencitraan, tapi benar-benar eksekusi nyata di lapangan. Program ini nggak cuma soal bagi-bagi duit, tapi juga soal kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat kecil yang masih jungkir balik keluar dari garis kemiskinan. Tahun 2025, sebanyak 8.949 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp325.000 per KK. Memang sih, duit segini nggak bakal bikin langsung kaya raya, tapi setidaknya cukup buat beli kebutuhan pokok, bayar listrik, atau jajan cilok biar tetap semangat menghadapi hidup. Ibarat bensin buat motor, bantuan ini bisa bikin roda ekonomi warga tetap berputar dan nggak mogok di tengah jalan.

Acara bagi-bagi bantuan ini nggak main-main, lho! Bertempat di Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sekayu, pejabat tinggi Muba ikut turun tangan langsung. Dari Penjabat Bupati Muba H M Toha, Wakil Bupati Rohman, sampai pejabat daerah lainnya, semua memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang benar.

Pokoknya, nggak boleh ada drama uang nyasar, nggak boleh ada pungli, apalagi sampai raib entah ke mana. Bupati Muba sendiri udah wanti-wanti, uang ini bukan buat foya-foya, bukan buat top-up game online, atau beli barang yang nggak penting. Ini uang untuk bertahan hidup, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga agar dapur tetap ngebul. Kalau sampai ada yang coba-coba bermain curang, bisa-bisa kena ‘santet administratif’ alias teguran keras dari pimpinan daerah!

Eits, jangan salah paham! Ini bukan program sekali jadi terus selesai, lho. Ini bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Muba buat menekan angka kemiskinan ke level terendah, bahkan punya target ambisius: kemiskinan ekstrem 0%! Kalau ini berhasil, Muba bakal jadi role model nasional dalam urusan pengentasan kemiskinan. Bayangkan, dari yang dulu masih struggling, sekarang bisa jadi contoh buat daerah lain. Ini bukan sekadar program populis, tapi kebijakan konkret yang bertujuan buat benar-benar mengangkat kesejahteraan masyarakat dari akar.

Tapi, yang namanya keberhasilan nggak datang sendirian. Ada banyak orang yang kerja keras di balik layar, dari pejabat tinggi, camat, lurah, sampai perangkat desa yang gerak cepat memastikan bantuan ini sampai ke yang berhak. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muba, Ardiansyah SE MM, juga bilang kalau target berikutnya adalah menekan kemiskinan makro jadi satu digit. Bukan mimpi di siang bolong, tapi rencana konkret yang bakal diwujudkan dengan kerja keras, kebijakan yang tepat, dan tentunya, strategi yang lebih matang.

Namun, di balik semua pencapaian ini, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan. Program bantuan ini memang hebat, tapi jangan sampai membuat masyarakat jadi terlalu bergantung pada bantuan pemerintah. Edukasi finansial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus tetap digencarkan supaya mereka bisa mandiri dan nggak hanya mengandalkan transferan setiap tahun. Selain itu, distribusi bantuan juga perlu diawasi ketat agar tidak terjadi penyimpangan. Jangan sampai program yang niatnya mulia malah dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Jadi, buat daerah lain yang masih galau dan pusing gimana cara ngurangin kemiskinan, mungkin bisa belajar dari Muba. Rahasianya? Kombinasi kebijakan yang jelas, eksekusi yang cepat, dan tentu saja, keberanian buat bertindak. Karena seperti kata pepatah, “Kemiskinan bukan takdir, tapi sesuatu yang bisa dikalahkan!” Kalau Muba bisa, daerah lain juga pasti bisa. Gas terus, Muba! Kita tunggu gebrakan keren berikutnya.[***]

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com