Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » “Obat Baru TBC Kayak Motor Ninja, Tapi Kalau Sopirnya Lupa Nyetir, Ya Nabrak Juga”

“Obat Baru TBC Kayak Motor Ninja, Tapi Kalau Sopirnya Lupa Nyetir, Ya Nabrak Juga”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 1.320
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PUNYA obat baru buat Tuberkulosis resistan obat (TBC RO) itu mirip punya motor Ninja, kok, bisa?, karena mesinnya kencang, bodinya kinclong, bikin tetangga melongo. Namun jika yang bawa belum bisa bedain gigi satu sama netral, jangan kaget kalau Ninja itu nambrak tembok sebelum dipakai touring.

Nah, begitulah kondisi kita sekarang, pasalnya Indonesia sudah punya regimen pengobatan baru yang lebih singkat, hanya enam bulan, bahkan jumlah pilnya pun lebih sedikit, tapi kalau tenaga medis masih gagap cara memakainya bisa berabe juga, nih, pasalnya pasien bisa nyasar di jalan.

Oleh sebab itu, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono sudah wanti-wanti, karena obat baru bukan dijadikan jimat, tanpa dokter, perawat, dan apoteker yang benar-benar siap, target pengendalian TBC bisa macet di tengah jalan.

Untuk itulah hadirlah yang namanya  Upskill TB, yakni platform pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course/MOOC, dengan tujuan supaya tenaga kesehatan di seluruh Indonesia bisa ngecas skill kapan pun, di mana pun berada.

Biar jelas skalanya, mari simak dan pakai data resmi ini,  menurut Global TB Report 2024 dari WHO, Indonesia duduk di posisi kedua dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia setelah India, bahkan WHO mencatat, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari seluruh kasus TBC global pada 2023, wah.. cukup prihatin.

Artinya, dari sepuluh orang yang kena TBC di dunia, satu orangnya ya orang Indonesia, berat juga bro…. ya…ini berat bukan karena rindu, tapi karena paru-paru sehingga dampaknya jika ini dibiarkan, kuman TBC bisa bikin reuni akbar tiap tahun di negeri ini.

Maka, wajarlah kalau Wamenkes ngotot bilang obat baru saja tidak cukup, karena tanpa upgrade kapasitas tenaga kesehatan, dan beban global tadi hanya akan jadi bahan pidato, bukan solusi yang nyata.

Orang sering berpikir, kalau obatnya manjur, masalah bisa selesai, padahal pada kenyataannya, nggak sederhana itu, karena banyak pasien TBC RO menyerah di tengah jalan, bosan minum obat, efek samping bikin badan amburadul, atau merasa sehat padahal kumannya masih pesta pora di paru-paru.

Oleh karena itu, jika nggak ada tenaga medis yang benar-benar sabar mendampingi dan menjelaskan, bahkan sesekali menegur penuh kasih sayang, pasien bisa kabur sebelum garis finis.

Jadi, obat baru ibarat mie instan yang rasa kekinian, seandainya airnya kurang panas, bumbunya nggak dicampur rata, ya.. rasanya tetap zonk, bahkan  obat bagus juga tetap butuh chef yang  paham resep.

Negara maju pun paham dengan kondisi itu, bahkan perang melawan penyakit bukan cuma soal obat, tapi soal orang yang mengelola obat.

Coba belajar dari negara lain, misalnya saja Amerika Serikat,  negeri “paman sam” itu,  sejak lama pakai e-learning untuk tenaga kesehatan, malah dokter di kota kecil pun bisa update ilmu sama cepat dengan profesor di kampus top.

Selain itu Jerman juga, mereka bangun pusat pelatihan digital, karena sadar ilmu kedokteran nggak boleh berhenti di ruang kuliah, ilmu itu harus mengalir terus, kayak air sungai.

Begitu pula dengan Jepang, negeri sakura itu punya kolaborasi lintas sektor yang jadi budaya, bahkan pemerintah, kampus, perusahaan, dan  masyarakat sipilnya ikut bikin modul kesehatan, mereka percaya penyakit itu musuh bersama, bukan musuh satu kementerian doang.

Jadi istilahnya obat hebat itu tanpa orang hebat, cuma jadi hiasan di gudang farmasi, sebab pasien TBC RO itu ibarat juga mirip pemain sinetron stripping. Jalan ceritanya panjang, kadang bikin bosan, tapi harus dimainkan sampai tamat.

Namun bila pemainnya kabur di episode 10 dari 50 episode, jadi sinetronnya dinilai tamat prematur,  padahal dokter dan perawatnya sutradaranya, tugas mereka juga menjaga pemain tetap semangat “Sabar dikit, bro, episode ini bakal seru kok”. Oleh karena itu, singkatnya tanpa sutradara, sinetron bubar, dan kumannya? tepuk tangan sambil bilang “yes, manusia nyerah duluan”.

Analogi Dapur

Regimen baru BPaL/M ibarat kompor gas hemat energi, masak lebih cepat, dapur lebih lega, tetangga ikut senang, tapi kalau tukang masaknya nggak tahu cara nyalain, bisa-bisa rumah kebakar,  padahal tenaga kesehatan bukan hanya sebagai pelengkap penderita, mereka inti dari permainan.

Coba renungkan pepatah ini, “satu batang korek bisa menyalakan lilin, tapi butuh tangan terampil untuk membuat lilin itu menerangi ruangan”.

Dalam konteks TBC, obat adalah korek, pasien itu lilin, dan tenaga medis adalah tangan, kalau tangan nggak terampil, lilin padam sebelum sempat bersinar.

Makanya Upskill TB hadir sebagai charger universal, kenapa? karena dokter di Aceh sampai Merauke bisa belajar dari modul yang sama. Belajar bisa dari warung kopi, dari rumah, bahkan dari posko kesehatan di gunung, fleksibel, murah, dan merata.

Kalau tadi kita ibaratkan obat baru itu motor Ninja, maka Upskill TB adalah kursus menyetirnya, tanpa kursus, Ninja cuma jadi pajangan di garasi.

Oleh karena itu, jika Amerika bisa dengan e-learning, Jerman bisa dengan pusat pelatihan, dan Jepang bisa dengan kolaborasi lintas sektor, kenapa Indonesia nggak bisa dengan kombinasi semuanya?. Mari kita bikin pepatah baru… yang bisa dijadikan renungan bersama hingga anak cucu kita. “Obat baru TBC kayak motor Ninja, tapi kalau sopirnya lupa belajar nyetir, ya nabrak juga”

Dan percayalah, kuman TBC nggak akan mati cuma karena kita rajin bikin acara di hotel, mereka baru kabur kalau dokter, perawat, dan pasien kita benar-benar berdaya, sehingga jangan biarkan target 2030, cuma jadi poster hiasan di ruang rapat, dan  lebih baik sekarang serius belajar, daripada nanti serius menyesal.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.523
    • 0Komentar

    Kabut asap sangat rentan bagi anak- anak di bawah umur lima tahun sangat berbahaya, terutama anak-anak yang sebelumnya telah terjangkit penyakit sesak napas, ganguan paru-paru.

  • Komen Ratu Dewa Terkait Muktamar XX yang Dihadiri Juga Jokowi

    Komen Ratu Dewa Terkait Muktamar XX yang Dihadiri Juga Jokowi

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Pj Walikota Ratu Dewa menyambut secara langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadiri Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Palembang, Jumat (1/3/2024). Ratu Dewa berkomentar  kehadiran secara langsung Presiden Jokowi dalam acara Muktamar IMM di Palembang ini memberikan semangat bagi kesukseskan acara, begitupun dengan warga Palembang. “Alhamdulillah, bapak Presiden menyempatkan […]

  • Kharisma Event Nusantara 2021 Jadi Penarik Wisman, Harapan Presiden

    Kharisma Event Nusantara 2021 Jadi Penarik Wisman, Harapan Presiden

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo berharap program “Kharisma Event Nusantara 2021” yang diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dapat membangkitkan kembali minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung di Indonesia, dan menjadi stimulus untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) yang mengalami tekanan hebat akibat pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan sambutan secara virtual […]

  • Sepakat Pilkades Tanpa Konflik, Polda Lampung dan APDESI MoU

    Sepakat Pilkades Tanpa Konflik, Polda Lampung dan APDESI MoU

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.713
    • 0Komentar

    INTELKAM Polda Lampung bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menandatangani kesepakatan penyelenggaraan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) Serentak tanpa konflik. Pilkades Serentak akan dilaksanakan pada 5 Agustus mendatang. Polda Lampung dan Apdesi juga bersepakat memberlakukan protokol kesehatan (prokes) ketat pada saat pencoblosan. Simbol kerja sama itu ditandai dengan penyerahan masker dan […]

  • Muba Komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif  

    Muba Komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif  

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.358
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] komit Benahi Data Base Perkebunan & Kebun Rakyat Tidak Produktif perkebunan karet dan sawit. Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar Syahrianto pada acara Diskusi dengan Tema Musi Banyuasin Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi, dan Komoditi Budaya Lestari, di Whydam Hotel Palembang, Selasa (3/12/2019). Kadisbun Muba mengungkapkan ada 1,4 juta hektare luas lahan di […]

  • ASN & Keluarga Dilarang Bepergian Ke Luar Daerah Saat Libur Panjang 1-4 April 2021

    ASN & Keluarga Dilarang Bepergian Ke Luar Daerah Saat Libur Panjang 1-4 April 2021

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    UNTUK mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif COVID-19 di masa libur panjang yang berlangsung terkait Hari Peringatan Wafat Isa Almasih 2021, KemenPANRB mengeluarkan surat edaran yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarganya untuk bepergian ke luar daerah dan/atau mudik pada periode 1-4 April 2021. Namun dikecualikan untuk hal-hal seperti melaksanakan perjalanan tugas kedinasan dan berada dalam […]

expand_less
WordPress Archive Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium Yoast SEO Premium Yoast Video SEO Premium Yoast WooCommerce SEO Premium Yodden – Broadband & Internet Services WordPress Theme Yog – Modern Yoga & Fitness WordPress Theme Yoga Fit – Sports & Fitness WordPress Theme Yoga Shop – Yoga Studio WordPress Theme Yogaa – Healthy Beauty WordPress Theme