Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Warga Sulit Berobat? Ini Cara Jaga Kesehatan dari Rumah

Warga Sulit Berobat? Ini Cara Jaga Kesehatan dari Rumah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KESEHATAN keluarga sering kali tidak runtuh karena penyakit besar, tetapi karena hal-hal kecil yang luput dari perhatian. Balita yang jarang ditimbang, lansia yang kesulitan pergi ke puskesmas, hingga anggota keluarga yang mengalami tekanan mental tanpa pendampingan. Semua itu kerap terjadi di lingkungan sekitar, tetapi sering tidak disadari sejak awal.

Situasi seperti ini masih ditemukan di berbagai wilayah. Banyak warga menunda pemeriksaan kesehatan karena jarak fasilitas medis, keterbatasan biaya transportasi, atau kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda awal penyakit. Padahal, keluarga sebenarnya dapat melakukan banyak langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sebelum kondisi menjadi lebih serius.

Kesadaran inilah yang mendorong berbagai gerakan kesehatan berbasis masyarakat di Kota Palembang. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kepada warga yang membutuhkan perhatian medis.

Namun sebelum tenaga kesehatan datang, keluarga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan di rumah.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

1. Kenali gejala awal penyakit sejak dini

Banyak penyakit berkembang karena terlambat dikenali. Demam yang tidak kunjung turun, tubuh terasa lemas dalam waktu lama, atau perubahan perilaku pada anak bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari, keluarga sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

2. Pantau tumbuh kembang balita secara rutin

Balita membutuhkan perhatian khusus karena berada pada masa pertumbuhan. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, rutin memantau berat badan, serta memanfaatkan layanan posyandu di lingkungan sekitar. Langkah ini membantu mendeteksi lebih cepat jika terjadi masalah gizi atau gangguan pertumbuhan.

3. Perhatikan kesehatan mental anggota keluarga

Masalah kesehatan tidak selalu terlihat secara fisik. Perubahan emosi yang drastis, menarik diri dari lingkungan, atau sulit berinteraksi dengan orang lain dapat menjadi tanda gangguan psikologis. Dukungan keluarga menjadi langkah awal yang penting sebelum mendapatkan penanganan profesional.

4. Gunakan layanan kesehatan di lingkungan sekitar

Puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan di tingkat kelurahan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, warga bisa mendapatkan pemeriksaan awal tanpa harus menunggu kondisi penyakit menjadi lebih berat.

5. Bangun kebiasaan hidup sehat di rumah

Kesehatan keluarga sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari. Menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta melakukan aktivitas fisik ringan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Upaya-upaya sederhana ini menjadi dasar penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, berbagai pihak terus mendorong pendekatan kesehatan yang lebih dekat dengan warga.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastarani, mengatakan pihaknya bersama kader kesehatan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memastikan masyarakat yang mengalami kendala tetap mendapatkan perhatian.

“Ada enam warga yang kami kunjungi rumahnya, mulai dari balita hingga warga yang mengalami gangguan psikologis. Untuk balita kami jalankan program Kita Plus dari TP PKK dan juga bekerja sama dengan Baznas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan dinas kesehatan serta aparatur kecamatan dan kelurahan agar penanganan kesehatan dapat dilakukan secara terpadu. Bahkan, bagi warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan, pihaknya mendorong adanya layanan kunjungan rumah sebagai tindak lanjut.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada rumah sakit atau tenaga medis. Keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam mengenali masalah kesehatan sejak awal. Ketika kepedulian tumbuh dari rumah ke rumah, peluang masyarakat untuk hidup lebih sehat juga semakin terbuka.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Korsupgah Wilayah II KPK RI Sebut : MCP Pemkab Muba Peringkat -4 Skala Nasional 

    Tim Korsupgah Wilayah II KPK RI Sebut : MCP Pemkab Muba Peringkat -4 Skala Nasional 

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    TIM Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Wilayah II Komisi Pemberantasan Korupsi RI Wahyudi menilai Pemkab Musi Banyuasin [Muba] memperoleh Capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Tahun 2020 sebesar 89% tertinggi di Sumatera Selatan. Selain itu mengapresiasi Pemkab Musi karena masuk dalam Peringkat Ke-4 Skala Nasional dengan pencapaian MCP Tahun 2020 sebesar 84, 88%. Perhari ini 1 […]

  • Penetapan Hari Santri Nasional Bukti Pemerintah Akui Peran Ulama

    Penetapan Hari Santri Nasional Bukti Pemerintah Akui Peran Ulama

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siap bekerjasama dan mendukung penuh kesepakatan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Yakni dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila. “PDIP siap bekerja sama dengan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di dalam menjaga Pancasila, NKRI, Konstitusi Negara dan Kebhinnekaan Indonesia,” ujar Wakil Sekretaris […]

  • Pemerintah Sarankan, Libur Nataru Aman Di Rumah Aja

    Pemerintah Sarankan, Libur Nataru Aman Di Rumah Aja

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

    MENDAGRI Tito Karnavian menyarankan agar tahun baru sebaiknya dirayakan di rumah saja, baik secara mandiri atau bersama keluarga karena sekarang ini ada varian baru. Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) segera tiba. Ketika datang Nataru, biasanya masyarakat menyambutnya dengan gembira. Sejumlah rencana liburan telah diagendakan. Namun, pemerintah tetap mengimbau agar Nataru dirayakan di rumah saja. […]

  • Peringati HUT RI ke-78, Senam Aerobik Bersama di Muba Bertabur Doorprize 

    Peringati HUT RI ke-78, Senam Aerobik Bersama di Muba Bertabur Doorprize 

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Meriah dan bertabur doorprize, suasana inilah yang terlihat di Halaman Rumah Gambo Kabupaten Musi Banyuasin, Jum’at (18/8/2023) saat melakukan senam aerobik bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023. Kegiatan senam aerobik bersama, di buka secara resmi oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan […]

  • Masa Pandemi, Jumlah Penggunaan TKA di Indonesia Terus Turun

    Masa Pandemi, Jumlah Penggunaan TKA di Indonesia Terus Turun

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.622
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memastikan bahwa moratorium pemberian izin baru untuk penggunaan TKA selama pandemi COVID-19 masih berlaku. Namun, terdapat pengecualian bagi TKA yang bekerja pada Proyek Strategis Nasional (PSN) dan obyek vital strategis/nasional. Pengecualian itu harus berdasarkan pertimbangan atau izin khusus tertulis dari kementerian/lembaga terkait, sepanjang mengikuti protokol kesehatan. Pengecualian juga dapat diberikan kepada […]

  • Siap-siap, 17 ASN Muba Terancam Sanksi Disiplin dan Pemotongan TPP, Kenapa ?

    Siap-siap, 17 ASN Muba Terancam Sanksi Disiplin dan Pemotongan TPP, Kenapa ?

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    LEBARAN Idul Fitri 1440 Hijriah sudah usai, dan cuti pun sudah selesai, namun masih ada saja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak mengindahkan aturan main yang telah dikeluarkan oleh pemda untuk bolos ataupun ‘Boboh’ [Nambah] cutinya. Padahal sudah jelas, ASN sudah beberapa kali diingatkan untuk tetap masuk kerja sesuai jadwal yang telah ditentukan tersebut. Nah, kebiasaan […]

expand_less
WordPress Archive Majori – Minimal Fashion Store WordPress WooCommerce Theme Makao – Fashion Shop WordPress Theme Make Me Halloween – WordPress plugin Makeaholic – Beauty Cosmetics WordPress Theme Makehub – Beauty & Cosmetics WooCommerce Theme Maker – Tools Store WordPress Theme Maël – Modern Creative Agency WordPress Theme Maldives – Business & Agency Elementor Template Kit Malmö – A Charming Multi-concept WordPress Theme Malo – Beekeeping & Honey Shop WordPress Theme