SETIAP hari, ribuan siswa di Palembang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik hidangan yang mereka terima, ada proses yang ketat memastikan makanan tersebut aman dan layak konsumsi. Salah satu langkah kunci adalah pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari seluruh SPPG di kota ini, 56 unit masih menunggu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sertifikat ini bukan sekadar dokumen, tetapi standar resmi yang menjamin kebersihan dan keamanan makanan bagi siswa.
Untuk mempercepat proses, pemerintah menghadirkan pendampingan intensif dari BPKP. Setiap langkah sertifikasi dipandu agar berjalan terstruktur, tepat waktu, dan transparan, sehingga semua SPPG dapat segera memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Rapat koordinasi digelar di Auditorium UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) Provinsi Sumsel, dihadiri Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan Wakil Wali Kota, Prima Salam, bersama 186 pengampuh SPPG.
Pertemuan ini menekankan pentingnya standar higiene, sekaligus memastikan program MBG berjalan efektif dan aman bagi siswa.
Rapat ini bukan hanya formalitas. Wali Kota Ratu Dewa menekankan pentingnya memastikan pelaksanaan MBG di lapangan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mencegah risiko kesehatan, termasuk keracunan makanan.
Pendampingan BPKP meliputi pemeriksaan dokumen dan evaluasi langsung pelaksanaan standar higiene di setiap SPPG.
Dengan bimbingan ini, SPPG yang belum bersertifikat dapat menyelesaikan proses sertifikasi secara lengkap dan tepat waktu, sehingga tidak ada hambatan teknis yang mengganggu program MBG.
Sertifikat higienis yang sedang dituntaskan menjadi jaminan resmi bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan. Pendampingan BPKP juga membantu sekolah memahami seluruh prosedur, membuat proses sertifikasi lebih cepat dan terkontrol.
Rapat koordinasi ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau pelaksanaan MBG secara menyeluruh. Dengan hadirnya 186 pengampuh SPPG, pemerintah dapat memantau setiap langkah program dan memastikan tidak ada kekurangan yang bisa membahayakan siswa.
Pendampingan BPKP diharapkan mempercepat sertifikasi, sehingga seluruh SPPG yang masih menunggu dapat segera memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Dengan begitu, program MBG dapat berjalan konsisten, aman, dan profesional di semua sekolah.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjelaskan sehingga tidak ada lagi yang namanya siswa keracunan dan sebagainya. “Maka dari itu saya bersama bapak Wakil Walikota hadir di sini.” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk melindungi kesehatan siswa, sekaligus memastikan program MBG tetap sesuai standar resmi dan aman untuk seluruh anak di Palembang. (***)