APAKAH anak Anda sering salah membaca papan tulis atau mengucek mata saat belajar? Tanda-tanda ini bisa menjadi awal gangguan penglihatan yang sering terlewat.
Memeriksa mata anak secara rutin membantu mereka belajar lebih nyaman, bermain tanpa terganggu pandangan kabur, dan mencegah masalah penglihatan yang lebih serius di kemudian hari.
Banyak anak di sekolah dasar mengalami pandangan kabur tanpa disadari orangtua. Saat skrining mata digelar, beberapa anak ditemukan membutuhkan kacamata untuk rabun jauh.
Deteksi sejak dini membantu anak mengikuti pelajaran lebih lancar, bermain dengan teman tanpa hambatan, dan mencegah gangguan penglihatan semakin parah.
Hal ini menunjukkan langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup anak.
Orangtua bisa memulai dengan beberapa langkah praktis. Periksa mata anak setidaknya setahun sekali, terutama jika anak mengeluh pandangan kabur atau sering mengucek mata.
Batasi waktu menatap layar gadget agar mata tidak cepat lelah, dan pastikan anak mendapat makanan kaya vitamin A, seperti wortel, bayam, dan susu, untuk mendukung kesehatan retina dan penglihatan.
Langkah sederhana ini efektif mencegah rabun jauh atau kelelahan mata.
Selain itu, pastikan anak belajar di ruangan dengan pencahayaan cukup. Pencahayaan yang baik membuat mata tidak cepat lelah dan membantu anak fokus.
Biarkan mereka bermain di luar setiap hari karena sinar matahari pagi membantu perkembangan mata, meningkatkan sirkulasi darah ke retina, dan mengurangi risiko rabun jauh.
Anak-anak yang mengikuti langkah-langkah ini biasanya lebih fokus belajar dan jarang mengeluh sakit kepala akibat mata lelah. Sekolah juga bisa berperan penting.
Jendela dunia anak
Menyelenggarakan skrining rutin untuk seluruh murid, bahkan dengan alat sederhana, dapat mendeteksi masalah penglihatan lebih awal. Banyak sekolah kini bekerja sama dengan Puskesmas atau program skrining kesehatan gratis untuk memastikan setiap anak mendapat pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali.
Kolaborasi ini memperluas jangkauan layanan dan memastikan anak-anak di berbagai wilayah tetap sehat matanya.
Tak kalah penting, orangtua bisa membiasakan anak dengan kebiasaan menjaga jarak aman saat membaca dan menulis, sekitar 30–40 cm dari mata.
Selain itu, latihan senam mata ringan setiap hari, seperti menggerakkan bola mata ke kiri-kanan dan atas-bawah, membantu mata tetap rileks dan mengurangi ketegangan otot mata.
Kebiasaan sederhana ini dapat meningkatkan fokus dan kenyamanan penglihatan anak di sekolah maupun di rumah.
Oleh karena itu, mata adalah jendela dunia anak. Dengan langkah sederhana tapi konsisten, orangtua bisa mencegah gangguan penglihatan sejak dini.
Jadi, apakah anak Anda sudah diperiksa matanya tahun ini? Deteksi sejak awal membantu mereka melihat dunia dengan jelas, belajar lebih lancar, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Jangan tunggu gejala memburuk; pemeriksaan rutin memberi anak kesempatan untuk tumbuh dan berkembang tanpa hambatan penglihatan. (***)